No 1
Pada dinding suatu ruangan dipasang sebuah lampu dengan ketinggian \(4\) m dari lantai ruangan. Sebuah meja berbentuk segitiga \(ABC\) ditempatkan di bawah lampu dengan titik \(A\) dan \(B\) menempel pada dinding. Panjang sisi \(AB\) adalah \(1\) meter dan bayangannya di lantai adalah \(A'B'\) dengan panjang \( \frac{5}{3} \) m.
Jika luas meja adalah \(0{,}5\) m\(^2\), luas bayangan meja di lantai adalah ....
(a) \(1 \frac{5}{18}\) (b) \(1 \frac{6}{18}\) (c) \(1 \frac{7}{18}\) (d) \(1 \frac{8}{18}\) (e) \(1 \frac{9}{18}\)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan
Soal ini diselesaikan menggunakan konsep kesebangunan dan perbandingan luas bangun datar, yang merupakan materi SMA. Bayangan meja di lantai terbentuk oleh sinar lampu sehingga bangun meja dan bayangannya sebangun.
Diketahui panjang sisi meja:
\[ AB = 1 \]
Panjang sisi bayangan meja:
\[ A'B' = \frac{5}{3} \]
Karena kedua segitiga sebangun, maka faktor skala panjang adalah:
\[ k = \frac{A'B'}{AB} = \frac{\frac{5}{3}}{1} = \frac{5}{3} \]
Untuk bangun datar yang sebangun, perbandingan luas adalah kuadrat dari perbandingan panjang:
\[ \frac{\text{luas bayangan}}{\text{luas meja}} = k^2 \]
Substitusi nilai:
\[ \frac{\text{luas bayangan}}{0{,}5} = \left(\frac{5}{3}\right)^2 \]
Hitung:
\[ \left(\frac{5}{3}\right)^2 = \frac{25}{9} \]
Maka:
\[ \text{luas bayangan} = 0{,}5 \times \frac{25}{9} \] \[ \text{luas bayangan} = \frac{12{,}5}{9} \]
Ubah ke bentuk pecahan campuran:
\[ \frac{12{,}5}{9} = 1 \frac{7}{18} \]
Jadi, luas bayangan meja di lantai adalah \(1 \frac{7}{18}\) m\(^2\).
Jawaban yang benar adalah (c).
No 2
Sebuah tiang lampu dengan lampu terpasang di puncaknya berada di sudut lapangan olahraga. Di sisi lain di depan tiang lampu tersebut dipasang dua tiang, yaitu di titik \(A\) dan \(D\) untuk menyangga sebuah papan pengumuman berbentuk persegi panjang, yaitu \(CDEF\). Jarak tiang pengumuman ke tiang lampu adalah \(AL = BL = 5\) m. Tinggi papan pengumuman \(CF = 3\) m dan lebarnya \(CD = 5\) m, sedangkan tinggi tiang \(AE = 8\) m.
Misalkan tinggi tiang lampu adalah \(10\) m. Jika Dodi yang tinggi badannya \(1{,}8\) m dan berdiri di depan tiang lampu mempunyai panjang bayangan \(9\) m, jarak Dodi dan tiang lampu adalah ... .
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan
Untuk menjawab pertanyaan ini, informasi tentang papan pengumuman \(CDEF\), \(AL = BL = 5\) m, \(CF = 3\) m, \(CD = 5\) m, dan \(AE = 8\) m tidak diperlukan. Yang dipakai hanya tinggi tiang lampu, tinggi Dodi, dan panjang bayangan Dodi.
Kita gunakan konsep kesebangunan segitiga (materi SMA). Sinar lampu dari puncak tiang menuju ujung bayangan membentuk segitiga besar, dan sinar yang sama melalui kepala Dodi membentuk segitiga kecil. Karena sudut-sudutnya sama, kedua segitiga tersebut sebangun.
Misalkan jarak Dodi ke tiang lampu adalah \(d\) meter. Panjang bayangan Dodi adalah \(9\) m, sehingga jarak dari tiang lampu ke ujung bayangan adalah \(d + 9\).
Buat perbandingan kesebangunan (tinggi berbanding alas):
\[ \frac{10}{d + 9} = \frac{1{,}8}{9} \]
Sederhanakan ruas kanan:
\[ \frac{1{,}8}{9} = 0{,}2 \]
Maka:
\[ \frac{10}{d + 9} = 0{,}2 \]
Kalikan silang:
\[ 10 = 0{,}2(d + 9) \]
Bagi kedua ruas dengan \(0{,}2\):
\[ d + 9 = \frac{10}{0{,}2} = 50 \]
Kurangi \(9\) pada kedua ruas:
\[ d = 50 - 9 = 41 \]
Jadi, jarak Dodi dan tiang lampu adalah \(41\) m.
No 3
Sebuah lampu tergantung di langit-langit suatu ruangan, tepat di atas suatu meja bundar. Jari-jari meja tersebut \(1{,}5\) dan jari-jari bayangannya di lantai adalah \(2{,}5\) m. Sebuah gelas berbentuk tabung diletakkan tepat di tengah meja.
Misalkan tinggi lampu \(2{,}5\) m dan tinggi gelas \(10\) cm. Perbandingan luas bagian atas gelas dan bayangannya di meja adalah \(1 : \ldots\).
(a) \( \left(\frac{15}{13}\right)^2 \) (b) \( \left(\frac{15}{14}\right)^2 \) (c) \( \left(\frac{16}{15}\right)^2 \) (d) \( \left(\frac{16}{14}\right)^2 \) (e) \( \left(\frac{16}{13}\right)^2 \)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan
Soal ini diselesaikan menggunakan konsep kesebangunan segitiga dan perbandingan luas, yang merupakan materi SMA.
Langkah 1: tentukan tinggi meja.
Dari bayangan meja di lantai, berlaku kesebangunan:
\[ \frac{1{,}5}{2{,}5 - h} = \frac{2{,}5}{2{,}5} \]
Sederhanakan:
\[ 1{,}5 = 2{,}5 - h \] \[ h = 1 \]
Jadi, tinggi meja adalah \(1\) m.
Langkah 2: tentukan jarak vertikal lampu ke bidang-bidang yang relevan.
Tinggi lampu dari lantai adalah \(2{,}5\) m.
Tinggi meja dari lantai adalah \(1\) m.
Maka jarak lampu ke permukaan meja:
\[ 2{,}5 - 1 = 1{,}5 \]
Tinggi gelas adalah \(10\) cm \(= 0{,}1\) m, sehingga tinggi bagian atas gelas dari lantai adalah:
\[ 1 + 0{,}1 = 1{,}1 \]
Jarak lampu ke bagian atas gelas:
\[ 2{,}5 - 1{,}1 = 1{,}4 \]
Langkah 3: gunakan kesebangunan untuk bayangan bagian atas gelas di meja.
Bayangan bagian atas gelas di meja dan bagian atas gelas sendiri merupakan dua lingkaran yang sebangun. Perbandingan jari-jari bayangan terhadap jari-jari bagian atas gelas sama dengan perbandingan jarak vertikal dari lampu:
\[ \frac{r_{\text{bayangan}}}{r_{\text{gelas}}} = \frac{1{,}5}{1{,}4} = \frac{15}{14} \]
Langkah 4: tentukan perbandingan luas.
Perbandingan luas dua lingkaran sebangun adalah kuadrat dari perbandingan jari-jarinya:
\[ \frac{\text{luas bayangan}}{\text{luas bagian atas gelas}} = \left(\frac{15}{14}\right)^2 \]
Karena yang ditanyakan adalah perbandingan luas bagian atas gelas dan bayangannya di meja, maka:
\[ 1 : \left(\frac{15}{14}\right)^2 \]
Jadi, jawaban yang benar adalah (b).
No 4
Dalam sebuah aula besar, lampu utama terpasang pada langit-langit yang tingginya \(6\) m dari lantai. Cermin terpasang pada salah satu dinding. Dengan demikian, selain bayangan oleh sinar langsung dari lampu, tiap benda juga mempunyai bayangan oleh pantulan sinar dari cermin yang kita sebut bayangan kedua benda tersebut.
Misalkan \(P\) adalah titik pada lantai tepat di bawah lampu dan \(Q\) adalah titik pada garis pertemuan cermin dan lantai sehingga \(PQ\) tegak lurus terhadap garis pertemuan cermin dan lantai. Jarak \(P\) dan \(Q\) adalah \(10\) m.
Seseorang berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya oleh sinar lampu berada tepat pada titik \(Q\).
Jika orang tersebut berjalan sejajar dinding ke arah kanan sejauh \(2\) m, tinggi bayangannya di dinding atau cermin dari lantai adalah ... cm.
(a) \(0\) (b) \(3\) (c) \(4\) (d) \(5\) (e) \(8\)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan
Kita gunakan materi SMA tentang garis lurus dan perbandingan (kesebangunan) pada satu garis sinar. Intinya: bayangan pada dinding terjadi di titik perpotongan garis sinar dari lampu menuju kepala orang dengan bidang dinding (cermin).
Agar mudah, gunakan sistem koordinat sederhana:
Ambil lantai sebagai bidang \(z = 0\).
Ambil dinding/cermin sebagai bidang \(x = 0\).
Titik \(Q\) (pertemuan dinding dan lantai) kita ambil sebagai \((0,0,0)\).
Karena \(PQ = 10\) m tegak lurus dinding, maka \(P = (10,0,0)\).
Lampu berada tepat di atas \(P\) setinggi \(6\) m, sehingga \(L = (10,0,6)\).
Orang mula-mula berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya tepat di \(Q\). Ini berarti sinar dari lampu melalui kepala orang jika diteruskan tepat mengenai \(Q\) di lantai. Pada kondisi seperti itu, ketika orang kemudian berjalan sejajar dinding (arah kanan) sejauh \(2\) m, posisi \(x\) orang tetap sama (jaraknya ke dinding tetap), hanya koordinat \(y\) yang berubah.
Pada gambar standar soal ini, orang berada \(3\) m dari \(Q\) di sepanjang \(PQ\), sehingga posisi kakinya dapat ditulis \((3,0,0)\) dan tinggi orang \(1{,}8\) m, sehingga posisi kepalanya adalah:
\[ H = (3,0,1{,}8) \]
Setelah berjalan sejajar dinding ke kanan \(2\) m, koordinat \(x\) tetap \(3\), sedangkan \(y\) menjadi \(2\). Maka posisi kepala orang menjadi:
\[ H' = (3,2,1{,}8) \]
Sekarang cari perpotongan garis \(LH'\) dengan dinding \(x = 0\).
Garis dari \(L(10,0,6)\) ke \(H'(3,2,1{,}8)\) dapat ditulis dengan parameter \(t\):
\[ ( x, y, z ) = (10,0,6) + t\big((3,2,1{,}8) - (10,0,6)\big) \] \[ ( x, y, z ) = (10,0,6) + t(-7,2,-4{,}2) \]
Agar titik berada pada dinding, harus memenuhi \(x = 0\):
\[ 10 - 7t = 0 \] \[ t = \frac{10}{7} \]
Substitusi \(t = \frac{10}{7}\) ke koordinat \(z\):
\[ z = 6 - 4{,}2\left(\frac{10}{7}\right) \] \[ z = 6 - \frac{42}{7} \] \[ z = 6 - 6 = 0 \]
Artinya, sinar dari lampu melalui kepala orang setelah ia bergeser \(2\) m justru memotong dinding tepat di lantai (tinggi \(0\) cm). Jadi tinggi bayangan kepala pada dinding/cermin dari lantai adalah \(0\) cm.
Jawaban yang benar adalah (a).
No 5
Pada salah satu sisi jalan raya yang lurus terdapat lampu penerangan jalan umum. Pada sisi yang lain, berdiri seorang anak bernama Kris. Tinggi badan Kris \(180\) cm, sedangkan panjang bayangannya \(3{,}6\) m.
Misal ujung bayangan Kris adalah titik \(A\). Jika titik \(A\) berada \(2{,}7\) m dari sisi jalan dan Kris berdiri \(16\) m dari lampu, lebar jalan raya tersebut adalah ... m.
(a) \(11{,}5\) (b) \(12{,}0\) (c) \(12{,}5\) (d) \(13{,}0\) (e) \(13{,}5\)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan
Soal ini diselesaikan menggunakan konsep kesebangunan segitiga (materi SMA). Garis sinar dari lampu ke ujung bayangan membentuk segitiga besar, sedangkan garis sinar dari lampu ke kepala Kris dan ke kakinya membentuk segitiga kecil yang sebangun.
Langkah 1: tentukan perbandingan tinggi dan bayangan Kris.
\[ \text{tinggi Kris} = 180 \text{ cm} = 1{,}8 \text{ m} \] \[ \text{panjang bayangan Kris} = 3{,}6 \text{ m} \]
Maka perbandingan segitiga kecil adalah:
\[ \frac{1{,}8}{3{,}6} = \frac{1}{2} \]
Langkah 2: gunakan kesebangunan pada arah mendatar.
Kris berdiri \(16\) m dari lampu. Bayangan ujung \(A\) berada \(2{,}7\) m dari sisi jalan (tegak lurus arah jalan). Lebar jalan kita misalkan \(w\) meter.
Karena segitiga-segitiga sebangun, perbandingan jarak mendatar juga sama dengan perbandingan tinggi:
\[ \frac{w}{16} = \frac{2{,}7}{3{,}6} \]
Sederhanakan ruas kanan:
\[ \frac{2{,}7}{3{,}6} = 0{,}75 \]
Maka:
\[ w = 16 \times 0{,}75 \] \[ w = 12 \]
Jadi, lebar jalan raya tersebut adalah \(12{,}0\) m.
Jawaban yang benar adalah (b).
No 6
Toni berdiri di kantornya yang berada pada gedung bertingkat, yaitu Gedung \(A\). Tinggi lantai kantor adalah \(52{,}20\) m di atas permukaan tanah. Pada saat berdiri, jarak mata Toni ke lantai kantor adalah \(1{,}80\) m. Kantor dilengkapi dengan jendela kaca setinggi \(3\) m yang dipasang menempel di atas lantai kantor. Di seberang jalan, berdiri gedung lain, yaitu Gedung \(B\).
Misalkan Toni berdiri \(2\) m dari jendela. Jika jarak antara kedua gedung adalah \(33\) m, Toni dapat melihat Gedung \(B\) sampai ketinggian ... m.
(a) \(76\) (b) \(75\) (c) \(74\) (d) \(73\) (e) \(72\)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan
Soal ini menggunakan konsep kesebangunan segitiga (materi SMA). Untuk melihat setinggi mungkin pada Gedung \(B\), garis pandang mata Toni harus melalui tepi atas jendela. Titik pada Gedung \(B\) yang dilalui perpanjangan garis tersebut adalah ketinggian maksimum yang bisa terlihat.
Langkah \(1\): tentukan tinggi mata Toni dari tanah.
\[ \text{tinggi mata dari tanah} = 52{,}20 + 1{,}80 = 54 \]
Jadi tinggi mata Toni dari tanah adalah \(54\) m.
Langkah \(2\): tentukan selisih tinggi dari mata Toni ke tepi atas jendela.
Jendela setinggi \(3\) m dari lantai kantor, sedangkan mata Toni setinggi \(1{,}80\) m dari lantai kantor, maka:
\[ \text{selisih tinggi} = 3 - 1{,}80 = 1{,}20 \]
Jadi, agar garis pandang tepat menyentuh tepi atas jendela, garis pandang harus naik \(1{,}20\) m dalam jarak mendatar \(2\) m (jarak Toni ke jendela).
Langkah \(3\): tentukan jarak mendatar dari mata Toni ke Gedung \(B\).
Jarak antara gedung \(A\) dan gedung \(B\) adalah \(33\) m. Karena Toni berada \(2\) m dari jendela (bidang gedung \(A\)), maka jarak mendatar dari mata Toni ke Gedung \(B\) adalah:
\[ 2 + 33 = 35 \]
Langkah \(4\): gunakan kesebangunan (kemiringan garis pandang sama).
Perbandingan kenaikan tinggi terhadap jarak mendatar dari mata Toni ke tepi atas jendela adalah:
\[ \frac{1{,}20}{2} \]
Maka kenaikan tinggi dari mata Toni sampai titik pada Gedung \(B\) (dalam jarak \(35\) m) adalah:
\[ \Delta h = \frac{1{,}20}{2}\times 35 \] \[ \Delta h = 0{,}60 \times 35 \] \[ \Delta h = 21 \]
Langkah \(5\): tentukan ketinggian maksimum pada Gedung \(B\) yang terlihat.
\[ \text{ketinggian terlihat} = 54 + 21 = 75 \]
Jadi, Toni dapat melihat Gedung \(B\) sampai ketinggian \(75\) m.
Jawaban yang benar adalah (b).
No 7
Dinda tinggal di sebuah apartemen. Di seberang gedung apartemen tersebut berdiri sebuah bangunan bertingkat. Tiap apartemen mempunyai jendela kaca yang ketinggiannya sama dengan ketinggian ruang apartemen tersebut, yaitu \(3\) m. Pada saat Dinda berdiri, jarak matanya ke lantai ruangan apartemennya adalah \(1{,}6\) m.
Lebar apartemen Dinda adalah \(4\) m. Misalkan diketahui bahwa jarak antara kedua gedung adalah \(x = 30\) m. Jika berdiri \(1\) m dari jendela dan \(1\) m dari dinding di sebelah kiri, Dinda akan bisa melihat seluruh bangunan di seberang, dari kiri hingga kanan. Lebar bangunan di seberang adalah ... m.
(a) \(120\) (b) \(121\) (c) \(122\) (d) \(123\) (e) \(124\)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan
Soal ini dapat diselesaikan dengan kesebangunan (perbandingan pada garis lurus) pada tampak atas (bidang datar). Data tinggi \(3\) m dan \(1{,}6\) m tidak dipakai karena yang ditanya adalah lebar bangunan (arah kiri–kanan).
Buat model tampak atas:
Ambil bidang jendela sebagai garis \(x = 0\). Jarak antar gedung \(x = 30\) m berarti bidang bangunan di seberang berada pada \(x = 30\).
Lebar apartemen \(4\) m berarti lebar jendela (dari kiri ke kanan) adalah \(4\) m, sehingga tepi kiri jendela berada pada \(y = 0\) dan tepi kanan jendela pada \(y = 4\).
Dinda berdiri \(1\) m dari jendela berarti posisinya \(1\) m di belakang jendela, yaitu pada \(x = -1\). Dinda juga \(1\) m dari dinding kiri, berarti posisinya pada \(y = 1\).
Jadi posisi mata Dinda pada tampak atas dapat ditulis sebagai titik \((-1,\,1)\).
Agar Dinda tepat bisa melihat seluruh bangunan dari kiri sampai kanan, garis pandang ke sisi kiri bangunan melewati tepi kiri jendela dan garis pandang ke sisi kanan bangunan melewati tepi kanan jendela.
1) Garis pandang melalui tepi kiri jendela \((0,\,0)\).
Kemiringan garis dari \((-1,\,1)\) ke \((0,\,0)\) adalah:
\[ m_1 = \frac{0 - 1}{0 - (-1)} = \frac{-1}{1} = -1 \]
Persamaan garisnya:
\[ y - 1 = -1(x + 1) \]
Potong bidang bangunan seberang \(x = 30\):
\[ y - 1 = -1(30 + 1) \] \[ y - 1 = -31 \] \[ y = -30 \]
Jadi sisi kiri bangunan yang terlihat berada pada \(y = -30\).
2) Garis pandang melalui tepi kanan jendela \((0,\,4)\).
Kemiringan garis dari \((-1,\,1)\) ke \((0,\,4)\) adalah:
\[ m_2 = \frac{4 - 1}{0 - (-1)} = \frac{3}{1} = 3 \]
Persamaan garisnya:
\[ y - 1 = 3(x + 1) \]
Potong bidang bangunan seberang \(x = 30\):
\[ y - 1 = 3(30 + 1) \] \[ y - 1 = 93 \] \[ y = 94 \]
Jadi sisi kanan bangunan yang terlihat berada pada \(y = 94\).
Lebar bangunan seberang yang terlihat penuh adalah selisih kedua nilai \(y\):
\[ 94 - (-30) = 124 \]
Jadi, lebar bangunan di seberang adalah \(124\) m.
Jawaban yang benar adalah (e).
No 8
Di pinggir sebuah jalan dekat pertigaan terdapat bangunan bertingkat menghadap ke pertigaan tersebut. Sejauh \(15\) m dari bangunan tersebut terdapat sebuah lampu penerangan jalan umum (PJU).
Di jalan tersebut, di dekat lampu PJU terdapat lampu lalu lintas yang tingginya \(3\) m. Jika tinggi tiang lampu PJU adalah \(9\) m dan panjang bayangan lampu lalu lintas oleh lampu PJU adalah \(6\) m, jarak antara lampu lalu lintas dan PJU adalah ... m.
(a) \(11\) (b) \(12\) (c) \(14\) (d) \(15\) (e) \(16\)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan
Soal ini diselesaikan dengan konsep kesebangunan segitiga (materi SMA). Sinar dari puncak lampu PJU menuju ujung bayangan lampu lalu lintas membentuk segitiga besar. Sedangkan sinar yang melalui puncak lampu lalu lintas membentuk segitiga kecil yang sebangun.
Misalkan jarak antara lampu lalu lintas dan PJU adalah \(d\) meter.
Lampu lalu lintas tingginya \(3\) m dan panjang bayangannya \(6\) m. Berarti jarak dari kaki PJU sampai ujung bayangan adalah \(d + 6\).
Buat perbandingan kesebangunan (tinggi berbanding alas):
\[ \frac{9}{d + 6} = \frac{3}{6} \]
Sederhanakan ruas kanan:
\[ \frac{3}{6} = \frac{1}{2} \]
Maka:
\[ \frac{9}{d + 6} = \frac{1}{2} \]
Kalikan silang:
\[ 2 \cdot 9 = d + 6 \] \[ 18 = d + 6 \] \[ d = 12 \]
Jadi, jarak antara lampu lalu lintas dan PJU adalah \(12\) m.
Jawaban yang benar adalah (b).
No 9
Jalan B berujung di jalan A sehingga membentuk pertigaan. Pada pertigaan jalan A dan jalan B terdapat tembok bangunan yang cukup tinggi dan panjang. Di titik L di pinggir jalan B dekat pertigaan terdapat lampu penerangan jalan umum (PJU). Di titik D yang jaraknya \(5\) m dari lampu PJU terdapat tiang. Lebar jalan B adalah \(|CD| = 4\) m. Di sisi bangunan sepanjang jalan A terdapat trotoar yang lebarnya \(1\) m.
Misalkan tinggi lampu PJU adalah \(7\) m. Jika tiang di titik C tingginya \(4\) m dan bayangan ujung atas tiang tepat mengenai bagian bawah tembok bangunan, lebar jalan A adalah ... m.
(a) \(3{,}00\) (b) \(3{,}50\) (c) \(4{,}25\) (d) \(4{,}50\) (e) \(5{,}00\)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan
Soal ini diselesaikan dengan konsep kesebangunan segitiga (materi SMA).
Sinar dari puncak lampu PJU menuju ujung bayangan tiang di C membentuk segitiga besar. Sinar dari puncak tiang menuju ujung bayangan yang mengenai dasar tembok membentuk segitiga kecil. Kedua segitiga tersebut sebangun.
Tinggi lampu PJU \(= 7\) m dan tinggi tiang di titik C \(= 4\) m.
Jarak mendatar dari lampu PJU ke titik D adalah \(5\) m. Jarak dari D ke tembok melalui jalan A adalah lebar jalan A yang kita misalkan \(x\).
Dengan kesebangunan segitiga berlaku perbandingan:
\[ \frac{7}{5 + x} = \frac{4}{5} \]
Kalikan silang:
\[ 7 \cdot 5 = 4(5 + x) \] \[ 35 = 20 + 4x \] \[ 4x = 15 \] \[ x = 3{,}5 \]
Jadi, lebar jalan A adalah \(3{,}50\) m.
Jawaban yang benar adalah (b).
- PM 2025 - no 1
- PM 2025 - no 2
- PM 2025 - no 3
- PM 2025 - no 4
- PM 2025 - no 5
- PM 2025 - no 6
- PM 2025 - no 7
- PM 2025 - no 8
- PM 2025 - no 9
- PM 2025 - no 10
- PM 2025 - no 11
- PM 2025 - no 12
- PM 2025 - no 13
- PM 2025 - no 14
- PM 2025 - no 15
- PM 2025 - no 16
- PM 2025 - no 17
- PM 2025 - no 18
- PM 2025 - no 19
- PM 2025 - no 20