Isi

Materi: Bahasa Indonesia (Konjungsi Konjungsi Antar Kalimat)

Konjungsi Intrakalimat vs Antarkalimat

Konjungsi Intrakalimat

Menghubungkan klausa/unsur dalam satu kalimat.

  • Koordinatif: Saya membeli buku, dan adik membeli pensil.
  • Subordinatif: Dia belajar keras agar lulus ujian.
  • Korelatif: Baik ayah maupun ibu mendukung pilihanku.
  • Temporal Sederajat: Ia makan siang, lalu pergi ke kantor.
  • Temporal Tidak Sederajat: Mereka berteduh ketika hujan turun.

Konjungsi Antarkalimat

Menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain, selalu berada di awal kalimat baru.

Ciri: ditulis dengan huruf kapital, selalu diikuti koma.

  • Dia sudah berusaha keras. Namun, hasilnya belum memuaskan.
  • Saya ingin ikut lomba. Akan tetapi, kondisi kesehatan tidak memungkinkan.
  • Pertandingan berlangsung sengit. Sebaliknya, penonton tetap tenang.
  • Kita harus bekerja sama. Oleh karena itu, komunikasi harus dijaga.
  • Proposal sudah diterima. Dengan demikian, kegiatan bisa segera dimulai.
  • Kegiatan itu sangat bermanfaat. Selain itu, dapat mempererat persahabatan.
  • Laporan sudah selesai. Lebih lanjut, akan dipresentasikan minggu depan.
  • Kami sudah membahas masalah teknis. Sehubungan dengan itu, mari kita tetapkan jadwal kerja.

Konjungsi Antarkalimat (Kejadian yang Mendahului)

Pengertian:
Digunakan di awal kalimat baru untuk menunjukkan peristiwa atau keadaan yang terjadi lebih dahulu daripada hal yang disebutkan sebelumnya.

  • Kami segera memulai rapat penting itu. Sebelum itu, para peserta sudah hadir di ruang pertemuan.
  • Pertandingan final berlangsung sangat sengit. Sebelum itu, kedua tim melakukan pemanasan dengan penuh semangat.

Konjungsi Antarkalimat (Konsekuensi)

Pengertian:
Digunakan di awal kalimat baru untuk menyatakan konsekuensi, hasil, atau implikasi dari pernyataan sebelumnya.

  • Penelitian ini menunjukkan hasil yang konsisten. Dengan demikian, hipotesis awal dapat diterima.

Konjungsi Antarkalimat (Keeksklusifan dan Keinklusifan)

Pengertian:
Digunakan di awal kalimat baru untuk menyatakan pengecualian (eksklusif) atau tambahan (inklusif) terhadap hal yang telah disebutkan sebelumnya.

  • Acara itu berlangsung sangat meriah. Kecuali itu, panitia juga berhasil menjaga keamanan dengan baik.
  • Kegiatan belajar mengajar sudah berjalan lancar. Di samping itu, fasilitas sekolah semakin lengkap.

Konjungsi Antarkalimat (Penguatan)

Pengertian:
Digunakan di awal kalimat baru untuk menguatkan atau menegaskan keadaan/pernyataan pada kalimat sebelumnya.

  • Dia sudah bekerja keras sepanjang hari. Malah, ia masih membantu temannya di malam hari.
  • Banyak siswa berpartisipasi dalam lomba itu. Bahkan, beberapa guru pun ikut serta.

Konjungsi Antarkalimat (Keadaan Sebenarnya)

Pengertian:
Digunakan di awal kalimat baru untuk menegaskan atau menyatakan keadaan yang sebenarnya.

  • Banyak orang meragukan kemampuan tim itu. Sesungguhnya, mereka telah berlatih sangat keras.
  • Banyak pihak menilai proyek tersebut tidak penting. Bahwasanya, proyek itu justru sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Konjungsi Antarkalimat (Menyatakan Kebalikan)

Pengertian:
Digunakan di awal kalimat baru untuk menyatakan keadaan yang berlawanan atau bertentangan dengan pernyataan sebelumnya.

  • Sebaliknya, pemerintah memilih menunda proyek itu.
  • Akan tetapi, hujan deras turun tiba-tiba saat siang hari.
  • Aku ingin pergi, tetapi aku sakit.
  • Aku ingin pergi. Namun, aku sakit.
  • Ironisnya, potensi ekonomi Papua belum tergarap optimal.
  • Malangnya, potensi ekonomi Papua belum tergarap optimal.
  • Padahal Papua memiliki kekayaan alam luar biasa.

Konjungsi Antarkalimat (Penambahan / Hal Lain)

Pengertian:
Digunakan di awal kalimat baru untuk menunjukkan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar yang telah dinyatakan sebelumnya.

  • Kegiatan itu sangat bermanfaat bagi siswa. Tambahan pula, dapat meningkatkan kerja sama antar kelas.
  • Ia dikenal rajin dan disiplin. Lagi pula, sikapnya selalu ramah kepada semua orang.
  • Harga buku itu cukup terjangkau. Selain itu, kualitas cetakannya juga sangat baik.

Konjungsi Antarkalimat (Kelanjutan Peristiwa)

Pengertian:
Digunakan di awal kalimat baru untuk menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya.

  • Pertandingan dimulai dengan penuh semangat. Kemudian, hujan turun deras.
  • Mereka membersihkan halaman rumah. Sesudah itu, mereka beristirahat di teras.
  • Siswa mengerjakan soal ujian dengan tenang. Setelah itu, lembar jawaban dikumpulkan.
  • Kami berdiskusi tentang rencana kerja. Selanjutnya, jadwal kegiatan ditentukan bersama.
  • Pembawa acara menyampaikan sambutan pembuka. Berikutnya, acara inti dimulai.

Konjungsi Antarkalimat (Akibat)

Pengertian:
Digunakan di awal kalimat baru untuk menunjukkan akibat atau hasil dari pernyataan sebelumnya.

  • Harga bahan bakar terus naik. Oleh karena itu, biaya transportasi juga meningkat.