Materi: Matematika (Bangun Ruang)
Lingkaran
Pengertian Lingkaran
Lingkaran (circle) adalah lengkung tertutup yang semua titik pada lengkung itu berjarak sama terhadap sebuah titik tertentu (titik O) pada lengkung tersebut. Titik O disebut pusat lingkaran dan jarak tersebut disebut jari-jari (dinotasikan dengan r).
Unsur-unsur Lingkaran
- Pusat lingkaran (titik O)
- Jari-jari lingkaran (OA = OB)
- Diameter atau garis tengah (ruas garis AB)
- Busur (garis lengkung EF, IH, dan CD)
- Tali busur (ruas garis EF)
- Apotema tali busur (garis OG ⟂ EF)
- Tembereng (daerah yang dibatasi busur EF dan tali busur EF)
- Juring (daerah yang dibatasi dua jari-jari)
Rumus Dasar
$K = \pi d \quad \text{atau} \quad K = 2\pi r$
$L = \pi r^2 \quad \text{atau} \quad L = \tfrac{1}{4}\pi d^2$
Dengan: $K$ = keliling lingkaran, $L$ = luas lingkaran.
Nilai $\pi$
Sudut Pusat dan Sudut Keliling
Sudut pusat adalah sudut yang dibentuk oleh dua jari-jari lingkaran yang menghadap busur lingkaran.
Sudut keliling adalah sudut yang dibentuk oleh dua tali busur yang berpotongan pada keliling lingkaran.
$\angle BAC \text{ adalah sudut keliling}$
$\angle BAC = \tfrac{1}{2} \angle BOC$
$\angle BOC = 2 \angle BAC$
Panjang Busur Dan Luas Juring
Juring adalah daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua jari-jari dan busur yang diapit oleh kedua jari-jari tersebut. Temberang adalah daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh sebuah tali busur dan busur dihadapan tali busur. ---
🟨 Panjang busur berbanding lurus dengan keliling lingkaran:
$ \text{Panjang Busur} = \frac{\text{sudut pusat}}{180^\circ} \times \pi r $
Luas juring berbanding lurus dengan luas lingkaran:
$ \text{Luas Juring} = \frac{\text{sudut pusat}}{360^\circ} \times \pi r^2 $
Persegi
Rumus Persegi ABCD
Keliling (K) = AB + BC + CD + DA
Luas (L) = AB. CD
Persegi Panjang
Rumus Persegi ABCD
Keliling (K) = AB + BC + CD + DA
Luas (L) = AB. CD
Segitiga
Keliling $\triangle ABC = \overline{AB} + \overline{BC}+ \overline{CA}$ Luas $\triangle DBC$ Cara 1 : Luas $\triangle DBC = \frac{1}{2} . \overline{DB} . \overline{DC}$ atau biasa disebut Luas $\triangle DBC = \frac{1}{2}. Alas. Tinggi $ Cara 2 : Luas $\triangle DBC = \frac{1}{2} . \overline{DB} . \overline{BC}. Sin \space \alpha$ Luas $\triangle ABC$ Cara 1 : Luas $\triangle ABC = \frac{1}{2} . \overline{AB} . \overline{DC}$ atau biasa disebut Luas $\triangle ABC = \frac{1}{2}. Alas. Tinggi $ Cara 2 : Luas $\triangle ABC = \frac{1}{2} . \overline{AB} . \overline{BC}. Sin \space \alpha$Luas Segitiga
Misalkan segitiga ABC memiliki panjang alas a dan tinggi t. Garis tinggi segitiga adalah garis dari sebuah titik sudut yang tegak lurus sisi di hadapannya.
Dua segitiga yang alas dan tingginya sama panjang mempunyai luas yang sama.
Penjelasan Gambar 1: Misalkan garis l1 dan l2 sejajar. Titik C berada pada l1, titik D pada l2. Karena l1 ∥ l2, tinggi $\triangle ABC$ sama dengan tinggi $\triangle ABD$. Alas keduanya adalah $AB$. Maka
Penjelasan Gambar 2: Karena $P, Q, R$ segaris pada $PR$ dan $PQ=QR$, maka alas $\overline{PQ}$ dan $\overline{QR}$ sama. Titik puncak sama di $S$ membuat tinggi ke garis $PR$ juga sama. Jadi
(ii) Perbandingan Luas: Alas Sama atau Tinggi Sama
Dua segitiga yang alas atau tingginya sama, perbandingan luasnya dapat dinyatakan sebagai perbandingan tinggi atau perbandingan alas (berturut-turut).
- Jika tinggi sama ($t_1 = t_2$) maka
$\displaystyle \frac{L_1}{L_2}=\frac{a_1}{a_2}$
- Jika alas sama ($a_1 = a_2$) maka
$\displaystyle \frac{L_1}{L_2}=\frac{t_1}{t_2}$
Sebagai contoh (Gambar 3): Garis $l_1 \parallel l_2$ sehingga tinggi $\triangle ABC$ dan $\triangle ADE$ sama. Maka perbandingan luas sama dengan perbandingan alas:
Contoh lain (Gambar 4): Alas kedua segitiga sama, yaitu $PR$. Akibatnya perbandingan luas sama dengan perbandingan tinggi ke garis $PR$:
(iii) Perbandingan Luas: Satu Sudut Sama
Dua segitiga yang memiliki satu sudut sama, perbandingan luasnya sama dengan perbandingan hasil kali dua sisi yang mengapit sudut tersebut.
Alasan: $L_{\triangle}=\tfrac12\,ab\sin\theta$ untuk dua sisi $a,b$ yang mengapit sudut $\theta$. Jika $\theta$ sama, faktor $\tfrac12\sin\theta$ saling menghapus dalam perbandingan.
Sebagai contoh (Gambar 5): $\angle CAB = \angle RPQ = \theta$. Maka
Contoh lain (Gambar 6): $\angle ABE = \angle CBD = \alpha$. Maka
(iv) Jika ada sebuah segitiga yang salah satu sudutnya berpelurus dengan segitiga yang lain maka perbandingan luas
dapat dinyatakan sebagai perbandingan dari perkalian dua sisi yang mengapit sudut tersebut.Sebagai contoh, perhatikan Gambar 7,
pada ΔABC, ∠ACB = α dan pada ΔCDE,
∠DCE = 180° − α, maka ∠ACB berpelurus dengan ∠DCE, sehingga berlaku
Kesebangunan Segitiga
- Ketiga sudutnya sama. Dengan kata lain
\(\angle A = \angle D,\quad \angle B = \angle E\) dan \(\angle C = \angle F\).
Jika diperhatikan syarat sebenarnya hanyalah dua buah sudutnya sama sebab sudut ketiga akan sama jika dua sudut lainnya sama. - Sisi-sisinya memiliki perbandingan yang sama.
\[ \frac{EF}{BC} \;=\; \frac{DF}{AC} \;=\; \frac{DE}{AB} \]
- Dua sisi memiliki perbandingan yang sama dan sudut yang diapit kedua sisi tersebut juga sama.
\[ \frac{AB}{DE} \;=\; \frac{AC}{DF} \quad \text{dan} \quad \angle A \;=\; \angle D. \]
sehingga berlaku
Sedangkan segitiga yang memiliki sisi-sisi yang sama dikatakan kongruen (sama dan sebangun).
Dua buah segitiga kongruen (sama dan sebangun) memiliki luas yang sama.
Garis Bagi Sudut — Incenter & Sudut-SudutnyaGaris Bagi Sudut pada Segitiga
Ambil segitiga ABC dengan sudut: ∠A = A°, ∠B = B°, ∠C = C° dan sisi di hadapan sudut A,B,C berturut-turut a,b,c.
1) Definisi Singkat
- Garis bagi sudut (angle bisector) dari ∠A adalah garis dari A yang membagi ∠A menjadi dua sudut sama besar.
- Garis bagi dari A, B, C berpotongan di satu titik I yang disebut incenter (pusat lingkaran dalam).
- Lingkaran berpusat di I dan menyinggung ketiga sisi disebut lingkaran dalam (incircle) dengan jari-jari r.
2) Sudut-Sudut di Sekitar Garis Bagi (di Titik A, B, C)
- ∠BAI = ∠IAC = A/2
- ∠ABI = ∠IBC = B/2
- ∠BCI = ∠ICA = C/2
Artinya, masing-masing garis bagi memotong sudut di puncaknya menjadi dua bagian sama besar.
3) Sudut-Sudut di Pusat Lingkaran Dalam (Incenter I)
Hubungan klasik yang sangat sering dipakai:
- ∠BIC = 90° + A/2
- ∠CIA = 90° + B/2
- ∠AIB = 90° + C/2
Jumlah ketiganya memang 360°.
4) Teorema Garis Bagi (Angle Bisector Theorem)
Jika garis bagi dari A memotong BC di titik T, maka
BT / TC = AB / AC = c / b
Versi panjang garis bagi dari A (opsional, berguna untuk hitung cepat):
AI = 2·√(b·c·s·(s−a)) / (b + c)
AI² = b·c · (1 − a² / (b + c)²)
dengan s = (a+b+c)/2 (setengah keliling).
5) Lingkaran Dalam (Incircle) & Jari-Jari r
- Jarak I ke setiap sisi sama dengan r (karena jari-jari tegak lurus sisi di titik singgung).
- Luas segitiga: Δ = r · s ⇒ r = Δ / s.
- Dengan Rumus Heron: Δ = √(s(s−a)(s−b)(s−c)), sehingga r = √((s−a)(s−b)(s−c)/s).
- Titik singgung pada BC, CA, AB misalnya D, E, F memenuhi AF = AE, BD = BF, CD = CE (tangent dari satu titik luar sama panjang).
6) Perbandingan dengan Garis Bagi Tegak Lurus
- Garis bagi sudut → berpotongan di I (incenter) → pusat lingkaran dalam.
- Garis bagi tegak lurus sisi → berpotongan di O (circumcenter) → pusat lingkaran keliling. Sudut pusat di O memenuhi: ∠XOY = 2 × (sudut keliling yang menatap busur XY).
7) Sudut-Sudut Tambahan yang Sering Ditanya
| Objek | Hubungan Sudut |
|---|---|
| Sudut di I antara dua garis bagi | ∠BIC = 90° + A/2, dll. |
| Sudut di titik singgung D pada BC | ID ⟂ BC, jadi ∠IDB = ∠IDC = 90°. |
| Segitiga kontak (DEF) | ∠BDF = 90° − B/2, ∠CED = 90° − C/2, ∠A FE = 90° − A/2 (opsional). |
| Excenter IA (perpotongan garis bagi luar di A) | ∠BI_A C = 90° − A/2 |
8) Contoh Hitung Sudut
- Misal A = 50°, B = 60°, maka C = 70°. Dari butir (3): ∠AIB = 90° + C/2 = 90° + 35° = 125°, ∠BIC = 90° + A/2 = 115°, ∠CIA = 90° + B/2 = 120°.
- Garis bagi di puncak A: ∠BAI = ∠IAC = 25°.
9) Contoh Hitung r (Jari-Jari Lingkaran Dalam)
Ambil a = 7, b = 8, c = 9 ⇒ s = (7+8+9)/2 = 12.
Luas dengan Heron: Δ = √(12·5·4·3) = √720 = 12√5. Maka r = Δ/s = (12√5)/12 = √5.
Garis Bagi (Bisektor)
Garis/ruas/sinar yang membagi objek geometri menjadi dua bagian yang sama besar.
1) Garis Bagi Sudut
Bisektor sudut melalui titik puncak dan membagi ∠BAC menjadi dua sudut sama besar.
2) Garis Bagi Ruas Garis (Perpendicular Bisector)
Garis bagi ruas melalui titik tengah M dan tegak lurus terhadap AB.
3) Garis Bagi Segitiga (Incenter)
Pada segitiga, tiga garis bagi sudut berpotongan di satu titik incenter, pusat lingkaran dalam segitiga.

Sudut Dalam Segitiga
- ∠A + ∠B + ∠C = 180°
-
Sama kaki (AB = AC)
∠B = ∠C -
Sama sisi (AB = AC = BC)
∠A = ∠B = ∠C
Sudut Luar segitiga

Jajaran Genjang
Jajargenjang adalah segiempat yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan sudut-sudut yang berhadapan sama besar.
Ciri-ciri jajargenjang antara lain:
1. Memiliki dua pasang sisi sejajar.
2. Jumlah sudut yang berhadapan adalah 180°.
3. Memiliki dua pasang sudut yang sama besar.
Keliling = a + b + c + d Luas = a x t.
Trapesium
Trapezium adalah segiempat yang memiliki tepat satu pasang sisi sejajar.
**Sifat-sifat pada trapezium:**
i) Trapezium memiliki tepat satu pasang sisi sejajar.
ii) Jumlah sudut-sudut berdekatan pada garis sejajar suatu trapezium adalah 180°.
Trapezium samakaki memiliki sifat berikut.
1. Memiliki tepat satu pasang sisi sejajar.
2. Memiliki dua diagonal bidang yang sama panjang
3. Sudut-sudut alasnya sama besar.
Trapezium samakaki memiliki sifat berikut.
1. Memiliki tepat satu pasang sisi sejajar.
2. Memiliki dua sudut siku-siku.

Sudut Dalam Garis Sejajar
-
Sudut dengan nomor sama besarnya sama.
∠A1 = ∠B1 -
Sudut dengan nomor beda jumlahnya 180°.
∠A1 + ∠A2 = 180°
BELAHKETUPAT
Belahketupat adalah segiempat yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan kedua diagonal bidangnya tegak lurus. 🟨 **Sebuah belahketupat dengan panjang sisinya** $a$, **maka luas dan keliling belahketupat adalah:** $ L = \frac{d_1 \times d_2}{2} $ $ K = 4a $ $d_1$ : diagonal pertama $d_2$ : diagonal kedua --- **Sifat-sifat belahketupat:** 1. Memiliki dua pasang sisi sejajar dan sama panjang. 2. Semua sisi belahketupat adalah sama panjang. 3. Memiliki dua diagonal yang saling tegak lurus. 4. Dua pasang sudut yang berhadapan sama besar.LAYANG-LAYANG
Layang-layang adalah segiempat yang memiliki dua pasang sisi yang sama panjang dan dua diagonalnya saling tegak lurus. 🟨 Sebuah layang-layang dengan panjang sisi $s_1$ dan $s_2$, maka luas dan keliling belahketupat adalah: $ L = \frac{d_1 \times d_2}{2} $ $ K = 2s_1 + 2s_2 $ $d_1$ : diagonal terpanjang $d_2$ : diagonal terpendek
Segi Empat Siklik (ABCD)
Segi empat siklik adalah segi empat yang keempat titik sudutnya terletak pada sebuah lingkaran.
Notasi Dasar
- Sisi: AB = a, BC = b, CD = c, DA = d
- Diagonal: AC = e, BD = f
- Sudut: ∠A = α, ∠B = β, ∠C = γ, ∠D = δ
- M = pusat lingkaran
- P = titik potong diagonal AC dan BD
Sudut Keliling
- Definisi: Sudut yang puncaknya berada di keliling lingkaran dan kaki-kakinya melalui dua titik lain di lingkaran.
- Contoh di segi empat ABCD:
- α = ∠DAB menghadap busur DB.
- β = ∠ABC menghadap busur AC.
- γ = ∠BCD menghadap busur BD.
- δ = ∠CDA menghadap busur AB.
- Sifat penting: Dua sudut keliling yang menghadap busur sama besarnya sama.
- Jumlah sudut berhadapan: α + γ = 180°, β + δ = 180°.
Sudut Pusat (M)
- Definisi: Sudut yang puncaknya di pusat lingkaran M, menghadap busur yang sama dengan suatu sudut keliling.
- Sifat: Sudut pusat = 2 × sudut keliling yang menghadap busur sama.
Hubungan Sudut Pusat dan Sudut Keliling
| Busur | Sudut Pusat | Sudut Keliling | Hubungan |
|---|---|---|---|
| BD | ∠BMD | ∠BAD | ∠BMD = 2 × ∠BAD |
| BC | ∠BMC | ∠BAC, ∠BDC | ∠BMC = 2 × ∠BAC = 2 × ∠BDC |
| AC | ∠AMC | ∠ABC, ∠ADC | ∠AMC = 2 × ∠ABC = 2 × ∠ADC |
| AD | ∠AMD | ∠ABD, ∠ACD | ∠AMD = 2 × ∠ABD = 2 × ∠ACD |
Titik P (Perpotongan Diagonal)
- Definisi: P = AC ∩ BD.
- Power of a Point: PA · PC = PB · PD.
- Sudut pada perpotongan dua tali busur:
- ∠APB = ½ (ukur busur AB + ukur busur CD)
- ∠BPC = ½ (ukur busur BC + ukur busur AD)
Sifat-Sifat Penting Segi Empat Siklik
- Sudut berhadapan suplementer: α + γ = 180°, β + δ = 180°.
- Sudut keliling yang menghadap busur sama besarnya sama.
- Hubungan sudut pusat–keliling: ∠pusat = 2 × ∠keliling (untuk busur sama).
- Teorema Ptolemaios: e · f = a · c + b · d.
Contoh Perhitungan
- Jika sudut keliling β = 34°, maka sudut pusat ∠AMC = 2β = 68°.
- Jika PA = 6, PC = 4, PB = 3, maka PD = (PA·PC)/PB = (6·4)/3 = 8.
- Jika a = 6, b = 8, c = 5, d = 7, e = 9, maka dari Ptolemaios: 9·f = 6·5 + 8·7 = 30 + 56 = 86 ⇒ f = 86/9.

Segi -n Beraturan
Segi-n beraturan adalah suatu bangun datar yang memiliki sisi sebanyak n dan panjang semua sisinya sama. Gambar di atas adalah contoh segi-n beraturan yaitu segi-12 beraturan. Misalkan panjang sisi suatu segi-n beraturan adalah s maka
Keliling segi-n beraturan = n · s
Jumlah sudut dalam segi-n = (n – 2)180°
Segi-n beraturan dapat dibagi menjadi n buah segitiga sama kaki dengan salah satu sisi panjangnya s dan dua sisi yang lain sama panjang. Karena satu putaran = 360° maka
besarnya sudut pada segitiga di hadapan sisi s = 360° / n
Luas segi-n beraturan = n · Luas segitiga