SEJARAH BERDIRINYA PONDOK TAHFIDZ ALQURAN KARANGMOJO
Baca juga
- pesantren Tahfidz Nurul Qur’an Probolinggo
- pesantren Al Barokah Putri
- Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo
- Pesantren Darul Muttaqin Trenggalek
Perjalanan Para Pendiri, Wakaf Keluarga, dan Visi Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an & Lolos Perguruan Tinggi Negeri
Pondok Tahfidz AlQur’an Karangmojo merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang tumbuh dari tekad keluarga besar untuk menghadirkan pesantren tahfidz terpercaya di Ponorogo, dengan fondasi nilai, keilmuan, dan pengabdian yang kuat. Sejarah berdirinya tidak terlepas dari peran para pendiri—Lugman Hakim, Muhadam, Imam Mudjari, Affandi, dan Adam Ridianto—yang seluruhnya memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan perguruan tinggi bergengsi, serta ikatan keluarga yang sangat kuat.
Bagi banyak wali santri, informasi mengenai sejarah pondok pesantren, profil pendiri, asal-usul tanah wakaf, serta visi dan tujuan pendidikan menjadi unsur penting dalam menilai kredibilitas sebuah lembaga. Karena itu, sejarah Pondok Tahfidz AlQur’an Karangmojo tidak hanya menunjukkan perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin pendirinya dalam mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang “menumbuhkembangkan” potensi santri secara menyeluruh.
Akar Sejarah: Keluarga Besar yang Mengabdikan Hidupnya untuk Pendidikan Islam
Cikal bakal pesantren ini berkaitan erat dengan sosok Ibu Moertinggah, istri dari KH. Imam Badri (1929–2006), salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Dari beliaulah garis keluarga besar ini tumbuh sebagai keluarga santri yang berpendidikan, rapi, disiplin, dan sangat menghormati nilai-nilai pesantren.
Muhadam adalah adik dari Ibu Moertinggah.
Imam Mudjari adalah adik dari Muhadam.
Affandi adalah adik dari Imam Mudjari.
Adam Ridianto adalah putra dari Muhadam.
Sementara Lugman Hakim adalah putra dari Drs. KH. Imam Badri.
Dengan demikian, lima pendiri pesantren ini merupakan satu rumpun keluarga yang mempunyai hubungan darah sekaligus hubungan intelektual yang kuat, karena sebagian besar adalah alumni pesantren modern dan lulusan perguruan tinggi terkenal.
Profil Singkat Para Pendiri Pesantren
1. Lugman Hakim
Putra Drs. KH. Imam Badri dari Pondok Modern Darussalam Gontor. Menempuh pendidikan S1 di Madinah, Arab Saudi. Latar belakang pendidikan internasionalnya menjadikan visi pesantren ini kuat dalam bahasa Arab, adab santri, dan kedisiplinan khas Gontor.
2. Muhadam
Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Warisan nilai-nilai kepesantrenannya sangat kuat, terutama dalam kedisiplinan, kemandirian, dan pendidikan karakter.
3. Imam Mudjari
Lulusan S1 Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin. Beliau memberi dimensi ilmiah yang kuat dalam pengembangan arah pendidikan pesantren.
4. Affandi
Alumni Pondok Modern Gontor dengan karakter kesederhanaan, kemandirian, dan keteladanan yang menjadi bagian sistem pendidikan pesantren.
5. Adam Ridianto, ST., MT.
Lulusan S1 dan S2 Teknik Elektro ITS. Pernah menjadi dosen Teknik Elektro UNESA (2007–2017). Beliau membawa pola pikir manajerial modern, logis, dan sistematis yang melebur dengan nilai-nilai kepesantrenan.
Kombinasi keilmuan pesantren dan perguruan tinggi inilah yang menjadi ciri unik Pondok Tahfidz AlQur’an Karangmojo: pendidikan agama yang kokoh, disertai kompetensi akademik masa kini.
Tanah Wakaf 1,3 Hektar: Pondasi Nyata dari Pengabdian Keluarga
Pesantren ini berdiri di atas tanah wakaf keluarga seluas 1,3 hektar yang berasal dari:
- Ibu Moertinggah
- Muhadam
- Imam Mudjari
- Affandi
Status wakaf ini menjadi bagian penting yang dicari wali santri: legalitas kepemilikan tanah, kejelasan status hukum, serta keamanan jangka panjang. Yang lebih utama, wakaf ini menunjukkan kesungguhan keluarga pendiri dalam membangun pesantren sebagai amanah ibadah, bukan kepentingan lain.
Selain mewakafkan tanah, para pendiri juga membiayai pembangunan awal pondok: ruang kelas, masjid, asrama, dan fasilitas pendukung. Inilah yang membuat pesantren ini memiliki pondasi kuat sejak awal berdirinya.
Timeline Perkembangan Pesantren (2011–2020)
2011 – Pendaftaran wakaf dimulai. Struktur awal perencanaan pesantren disusun.
Ingin Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut?
Bagi wali santri yang ingin mengetahui informasi lebih detail, silakan menghubungi via WhatsApp terlebih dahulu agar informasinya jelas dan sesuai kebutuhan.
📲 Hubungi WhatsAppRekomendasi
- pesantren Darul Muqorrobin
- Pesantren Baitul Qur'an Magetan
- pesantren Qudsiyyah Putri
- pesantren Putri Al Fityan
2011–2017 – Pembangunan fisik pondok berlangsung enam tahun, dilakukan bertahap dan terencana.
2018 – Izin operasi MTs diterbitkan.
2019 – Izin operasi MA dan izin Pesantren Tahfidz Karangmojo terbit.
2020 – Izin operasi MI diterbitkan.
2018 – Pondok Tahfidz mulai berjalan secara penuh, menyelenggarakan tahfidz dan pembinaan karakter.
Dengan izin lengkap, status wakaf jelas, dan manajemen profesional, Pondok Tahfidz AlQur’an Karangmojo menjadi salah satu pesantren tahfidz berizin resmi dan terpercaya di Ponorogo.
Kurikulum Pesantren: Mengikuti Standar Pemerintah + Tahfidz Intensif
Kurikulum pondok mengikuti standar resmi pemerintah (MI, MTs, MA), namun diperkuat dengan:
- program tahfidz harian,
- target hafalan terukur,
- pembiasaan ibadah dan adab,
- penguatan akademik untuk persiapan Perguruan Tinggi Negeri (SNBT/PTN).
Dengan ini, pondok bukan hanya pesantren tahfidz, tetapi juga pesantren persiapan perguruan tinggi yang menggabungkan ilmu agama dan akademik modern.
Metode Pengasuhan: Menumbuhkembangkan Santri dalam Semua Aspek
Metode utama yang diterapkan adalah konsep “menumbuhkembangkan”, yang berarti:
- menemukan potensi terbaik setiap santri,
- mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, dan akademik,
- membentuk akhlak melalui pembiasaan,
- menanamkan kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab,
- membimbing santri agar mampu bersaing dalam seleksi PTN.
Dengan pendekatan ini, santri tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi menjadi pribadi matang secara mental, intelektual, dan akhlak.
Kekuatan Pengajar: dari Alumni Gontor hingga Lulusan Perguruan Tinggi
Para ustadz dan ustadzah berasal dari latar belakang:
- Pondok Modern Gontor,
- pesantren salaf,
- perguruan tinggi negeri dan swasta,
- praktisi pendidikan dan akademisi.
Keberagaman ini menjadikan pembelajaran di pondok:
- kaya referensi keilmuan,
- kaya pengalaman praktis,
- moderat,
- modern dan relevan dengan kebutuhan pendidikan zaman sekarang.
Visi Masa Depan: Mencetak Hafidz/Hafidzah Berkarakter & Siap Mengabdi
Visi pondok jelas: melahirkan generasi Qur’ani berprestasi yang memiliki akhlak mulia dan mampu melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri.
Fokus pendidikan diarahkan pada:
- pencetakan hafidz/hafidzah,
- pembinaan karakter dan adab,
- pendampingan seleksi akademik,
- pembentukan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
Penutup
Sejarah Pondok Tahfidz AlQur’an Karangmojo adalah sejarah tentang pengabdian keluarga, tanah wakaf, pendidikan pesantren, dan pembangunan masa depan generasi Muslim. Dengan pengajar kompeten, kurikulum pemerintah yang diperkuat tahfidz, metode menumbuhkembangkan santri, serta visi menuju PTN, pesantren ini menjadi salah satu pesantren tahfidz terbaik dan terpercaya bagi wali santri yang menginginkan keseimbangan antara pendidikan agama dan akademik.