Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

No 1

Sesuai acara wisuda, aku mengajak ibu dan kakakku berziarah. Menyampaikan kabar anak bungsunya sudah lulus kuliah tepat di pusara sang bapak. Kembali kuusap tulisan yang terpahat di atas batu nisan hitam itu yang kesekian kalinya. Perasaan menyesal terus-menerus menghantui nuraniku, berpikir andai saja aku lulus lebih cepat pasti bapak turut bersuka cita merayakannya seperti teman-temanku yang lain. Mengingat watak bapak yang bersikap seolah tak acuh, padahal ialah yang paling sering membanggakan anak-anaknya di hadapan para kerabat.

"Anak bontoku itu sudah jago jahit, ini dia sendiri yang bikin," ujarnya kala itu, memamerkan tas serut kain yang kubuat untuk tempat bekal kerja di kebun sawit atas permintaannya di depan teman-temannya. Ia sangat senang mendapat pujian karena sudah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi anak yang memiliki keahlian dan berbakti kepada orang tua. Suara tawanya yang cempreng bisa terdengar sampai keluar rumah.

Sebuah senyum tipis tersungging di bibirku saat terkenang akan kelakuan bapak yang tampak tak pernah dewasa, tetapi sangat bertanggung jawab akan kelangsungan hidup keluarga kecilnya. Sayang sekali, waktu kebersamaan kami berkurang saat aku berkuliah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Medan. Waktu itu, aku berargumen bahwa kemampuanku menjahitku harus ditempa di universitas negeri yang menyediakan program studi tata busana agar karierku tidak berhenti sebatas tukang jahit rumahan. Untungnya keluarga menyetujui dengan senang hati, terutama bapak yang terus berjuang mendukungku sampai akhir hayatnya.

Aku kembali teringat kenangan waktu mendengar suara bapak lewat telepon, bertanya tentang hal-hal sepele seperti aku makan pakai lauk apa, sudah shalat atau belum, atau bahkan sekadar membangunkan di pagi hari, dan siangnya sampai saat ini tak pernah luput kuceritakan lagi. Hari itu sama dengan hari-hari sebelumnya, bapak menelepon di sore hari, melepas penat setelah pulang bekerja dari kebun sawit orang.

(Diadaptasi dari https://www.kompas.id)

Pernyataan berikut ini paling sesuai dengan isi cerpen adalah ....

(a) memberikan kritik sosial terhadap pilihan pendidikan dan pekerjaan di masyarakat era kini
(b) menggambarkan suasana rumah dan kehidupan sederhana dengan detail yang mendalam
(c) menggunakan dialog panjang untuk mengungkapkan hubungan erat antar anggota keluarga
(d) menyampaikan emosi kerinduan, penyesalan, dan cinta keluarga secara mendalam dan mengalir alami
(e) menampilkan konflik besar antara tokoh utama dengan keluarganya terkait masa depan dan pendidikan

Klik untuk melihat jawaban dan analisis lengkap (berdasarkan PENALARAN LITERASI)

Jawaban yang tepat adalah (d)

Kita akan menganalisis setiap pilihan berdasarkan PENALARAN LITERASI, yaitu simpulan harus sepenuhnya didukung oleh isi bacaan.


(a) memberikan kritik sosial terhadap pilihan pendidikan dan pekerjaan di masyarakat era kini

Dalam bacaan tidak ada kritik sosial terhadap masyarakat secara umum. Cerita berfokus pada pengalaman pribadi tokoh dan hubungannya dengan bapak. Tidak ada pembahasan luas mengenai kondisi sosial masyarakat. Maka, pilihan ini tidak sesuai.


(b) menggambarkan suasana rumah dan kehidupan sederhana dengan detail yang mendalam

Memang ada gambaran tentang bapak bekerja di kebun sawit dan kebiasaan menelepon. Namun, teks tidak berfokus pada deskripsi detail suasana rumah secara mendalam. Fokus utamanya adalah perasaan tokoh terhadap bapaknya. Jadi, pilihan ini kurang tepat.


(c) menggunakan dialog panjang untuk mengungkapkan hubungan erat antar anggota keluarga

Dialog dalam teks sangat singkat, misalnya kutipan ketika bapak memamerkan tas jahit. Tidak ada dialog panjang. Hubungan keluarga lebih banyak digambarkan melalui narasi dan kenangan, bukan percakapan panjang. Jadi, pilihan ini tidak tepat.


(d) menyampaikan emosi kerinduan, penyesalan, dan cinta keluarga secara mendalam dan mengalir alami

Pilihan ini paling sesuai. Sejak awal, tokoh menunjukkan penyesalan karena merasa terlambat lulus sehingga bapak tidak bisa merayakan. Ada kerinduan saat mengenang telepon dan kebiasaan bapak. Ada pula cinta dan kebanggaan terhadap bapak yang mendukungnya. Emosi-emosi ini disampaikan secara mengalir melalui kenangan dan refleksi tokoh.


(e) menampilkan konflik besar antara tokoh utama dengan keluarganya terkait masa depan dan pendidikan

Dalam bacaan tidak ada konflik besar. Justru keluarga, terutama bapak, mendukung keputusan tokoh untuk kuliah di Medan. Tidak ada pertentangan yang tajam. Maka, pilihan ini tidak sesuai.

Dengan demikian, berdasarkan isi bacaan dan penalaran literasi, pernyataan yang paling sesuai dengan isi cerpen adalah pilihan (d).


No 2

Sudah hampir sebulan aku di perantauan. Lima hari lagi aku harus pulang ke kampung halaman. PERASAANKU berkecamuk. Di satu sisi aku kangen pada tanah air tercinta yang alamnya konon kaya raya dan indah permai. Aku rindu makanan kesukaanku yang tak ada di sini: nasi pecel, rujak cingur, tongseng kambing. Namun, di sisi lain menyelusup sebersit perasaan enggan pulang. Dan perasaan itu kian lama kian kuat. Orang bilang lebih baik hujan batu di negeri sendiri ketimbang hujan emas di negeri orang. Tetapi, bagiku itu hanya omong kosong orang yang tak pernah merasakan kesulitan hidup. Tentu saja lebih baik mendapatkan hujan emas di luar negeri daripada menjadi cacing melata di tanah air sendiri. Nasib mujur membawaku terbang ke sini.

Aku ditugaskan sebagai asisten Pak Lurah untuk melakukan studi banding pembangunan berkelanjutan di pinggiran kota di negeri asing ini selama sebulan atas biaya sebuah yayasan sosial yang memiliki cita-cita mulia untuk kemakmuran dunia. Desa kami dipilih sebab dianggap berhasil menggali potensi swadaya desa dan bangkit dari kemiskinan. Kubilang mujur sebab tadinya bukan aku yang mendapatkan rezeki ini. Semua yang akan berangkat adalah Srimulut, staf khusus Pak Lurah yang genit dan suka menjilat. Namun, Bu Lurah muka dan memprotes rencana itu karena cemburu. Akibatnya, Srimulut batal berangkat. Posisinya lalu digantikan Mas Yoyon, kemenakan Bu Lurah yang menjadi staf di kantor desa. Tetapi, enam minggu sebelum berangkat, dia terkena penyakit lumpuh sebelah. Ada yang bilang itu karena guna-guna. Orang-orang bergunjing bahwa itu penyakit kiriman Srimulut. Aku tak tahu pasti. Yang kutahu, aku ketiban pulung menggantikan Mas Yoyon berangkat ke Jerman.


Tujuan penulis menggambarkan konflik batin tokoh Aku dalam cerita tersebut adalah....

(a) Menggambarkan dilema atas keraguan tokoh Aku untuk pulang sehingga pembaca memahami kompleksitas perasaan tokoh

(b) Menunjukkan bahwa tokoh Aku adalah pribadi yang sulit puas dengan keadaan yang dianugerahkan kepadanya

(c) Memperlihatkan bahwa tokoh Aku memiliki pandangan positif dan negatif terhadap kampung halamannya

(d) Menekankan bahwa keinginan tokoh Aku tinggal di negeri asing selalu lebih baik daripada tinggal di kampung halaman

(e) Menyoroti konflik tokoh Aku dengan tokoh lain dalam cerita yang membuat cerita lebih realistis dengan kehidupan sehari-hari

Klik untuk melihat jawaban dan analisis

Jawaban: (a)

Analisis dilakukan dengan penalaran literasi, yaitu memahami tujuan penulis berdasarkan isi teks yang disajikan.

Pada paragraf pertama terlihat jelas adanya konflik batin: “PERASAANKU berkecamuk.” Tokoh merindukan kampung halaman, tetapi juga merasa enggan pulang. Kalimat “Namun, di sisi lain menyelusup sebersit perasaan enggan pulang” menunjukkan adanya pertentangan dalam diri tokoh. Penulis menampilkan kondisi ini agar pembaca memahami dilema dan kompleksitas perasaan tokoh.

Pilihan (a) benar karena sesuai dengan isi bacaan yang menggambarkan keraguan dan pertentangan batin tokoh tentang kepulangan ke kampung halaman.

Pilihan (b) salah. Teks tidak menunjukkan bahwa tokoh sulit puas. Ia hanya membandingkan pengalaman hidup di luar negeri dan di kampung halaman, bukan merasa tidak puas terhadap anugerah.

Pilihan (c) kurang tepat sebagai tujuan utama. Memang ada pandangan positif dan negatif terhadap kampung halaman, tetapi fokus utama bagian ini adalah konflik batin, bukan sekadar perbandingan pandangan.

Pilihan (d) salah. Teks tidak menyatakan bahwa tinggal di luar negeri selalu lebih baik. Yang ditampilkan adalah pertentangan perasaan, bukan penegasan mutlak.

Pilihan (e) salah. Tidak ada konflik langsung antara tokoh Aku dengan tokoh lain. Yang ditampilkan adalah konflik dalam dirinya sendiri.

Dengan demikian, berdasarkan isi teks, tujuan penulis menggambarkan konflik batin tokoh adalah untuk menunjukkan dilema dan kompleksitas perasaan tokoh, sehingga jawaban yang tepat adalah (a).