Baca juga
- pesantren Nurul Ilmi
- pesantren Putri Al Azhar
- Pesantren Tahfidz di Pekanbaru
- pesantren Tahfidz Nahdlatul Qur’an Putra Putri Pusat
Teks untuk soal nomor 39 s.d. 41
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
(1) Ia seorang yang tak suka kepada keramaian. (2) Ia senang duduk dalam kamarnya menyendiri, mengarang cerita, menulis syair, atau berpikir. (3) Yang belakangan inilah paling sering diperbuatnya. (4) Maklum, orang tak setiap hari bisa mengarang. (5) Apalagi orang seperti dia yang kerap kali duduk-duduk saja, terpisah dari dunia ramai. (6) Tapi pikirannya produktif dan makin banyak kertas yang ditulisnya. (7) Istrinya suka akan tabiatnya yang demikian itu.
Tikus dan Manusia, Trisno Sumarjo
Soal 39. Kalimat pembuktian watak tokoh yang rajin terdapat pada nomor ….
| A | (1) dan (2) |
| B | (1) dan (3) |
| C | (2) dan (3) |
| D | (4) dan (5) |
| E | (6) dan (7) |
Soal 40. Pendeskripsian watak tokoh dapat diketahui dari ….
| A | uraian langsung |
| B | gerak-gerik tokoh |
| C | percakapan dengan tokoh lain |
| D | lingkungan tempat tinggal tokoh |
| E | jalan pikiran tokoh |
Soal 41. Sudut pandang yang digunakan pengarang adalah ….
| A | orang pertama pelaku utama |
| B | orang pertama pelaku sampingan |
| C | orang ketiga serbatahu |
| D | orang ketiga pelaku utama |
| E | orang ketiga pelaku sampingan |
Soal 42. Cermati kutipan berikut!
Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedangkan kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. Samar-samar dia sadar bahwa dia telah kehilangan adiknya: Paijo tercinta! Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam di dalam hati. Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung-gedung itu …
Latar suasana pada cuplikan cerita tersebut terdapat pada kalimat …
| A | Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung-gedung itu memancarkan kilauan lampu. |
| B | Pak Pong menatap kota dengan dendam di dalam hatinya penuh benci dan marah. |
| C | Samar-samar dia sadar bahwa dia telah kehilangan adiknya yang sangat disayanginya. |
| D | Lampu-lampu berkilau terasa menusuk-nusuk matanya, kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. |
| E | Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam karena ia telah kehilangan adiknya. |
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10