Teks untuk soal nomor 39 s.d. 41
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
(1) Ia seorang yang tak suka kepada keramaian. (2) Ia senang duduk dalam kamarnya menyendiri, mengarang cerita, menulis syair, atau berpikir. (3) Yang belakangan inilah paling sering diperbuatnya. (4) Maklum, orang tak setiap hari bisa mengarang. (5) Apalagi orang seperti dia yang kerap kali duduk-duduk saja, terpisah dari dunia ramai. (6) Tapi pikirannya produktif dan makin banyak kertas yang ditulisnya. (7) Istrinya suka akan tabiatnya yang demikian itu.
Tikus dan Manusia, Trisno Sumarjo
Soal 39. Kalimat pembuktian watak tokoh yang rajin terdapat pada nomor ….
| A | (1) dan (2) |
| B | (1) dan (3) |
| C | (2) dan (3) |
| D | (4) dan (5) |
| E | (6) dan (7) |
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: E
Analisis kunci watak “rajin”: Watak rajin dibuktikan oleh tindakan/hasil kerja yang berulang dan produktif, bukan sekadar sifat suka menyendiri.
Alasan (6) mendukung “rajin”: Kalimat (6) menyatakan “pikirannya produktif dan makin banyak kertas yang ditulisnya”. Ini menunjukkan hasil kerja bertambah, artinya aktivitas menulis dilakukan terus-menerus (rajin).
Alasan (7) menguatkan kebiasaan: Kalimat (7) “Istrinya suka akan tabiatnya yang demikian itu” menegaskan kebiasaan tersebut menetap (tabiat), sehingga kerajinan itu bukan sesekali.
Analisis opsi A: (1) hanya menunjukkan tidak suka keramaian (introver), bukan rajin. (2) memang memuat kegiatan menulis, tetapi pasangan dengan (1) membuat bukti “rajin” kurang kuat.
Analisis opsi B: (1) dan (3) tidak memuat bukti produktivitas/kerja. (3) hanya menyebut “yang belakangan” sering dilakukan (berpikir), bukan bukti rajin menulis.
Analisis opsi C: (2) berisi daftar kegiatan, (3) menekankan berpikir paling sering. Ini lebih mengarah pada kebiasaan berpikir, bukan bukti rajin menghasilkan karya tertulis.
Analisis opsi D: (4) dan (5) adalah penjelasan umum (“tak setiap hari bisa mengarang”, “terpisah dari dunia ramai”), bukan bukti rajin.
Penegasan: Bukti rajin harus tampak pada output kerja \( \gt \) kalimat (6), lalu diperkuat sebagai kebiasaan pada (7).
Soal 40. Pendeskripsian watak tokoh dapat diketahui dari ….
| A | uraian langsung |
| B | gerak-gerik tokoh |
| C | percakapan dengan tokoh lain |
| D | lingkungan tempat tinggal tokoh |
| E | jalan pikiran tokoh |
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Kutipan memaparkan watak tokoh secara eksplisit melalui narasi, misalnya “Ia seorang yang tak suka kepada keramaian” dan penjelasan kebiasaannya di kamar. Ini merupakan teknik uraian langsung (telling), bukan melalui dialog atau reaksi tokoh lain.
Analisis opsi B: Gerak-gerik tokoh tidak ditampilkan sebagai aksi dramatik; yang dominan adalah penuturan narator.
Analisis opsi C: Tidak ada percakapan dalam kutipan, jadi bukan dari dialog.
Analisis opsi D: Ada “kamar”, tetapi itu bukan fokus lingkungan yang membentuk watak; watak dijelaskan langsung oleh narator.
Analisis opsi E: Ada frasa “pikirannya produktif”, namun itu juga disampaikan narator sebagai uraian, bukan monolog batin tokoh.
Penegasan: Karena narator menyatakan watak secara langsung, maka A \( \gt \) opsi lain.
Soal 41. Sudut pandang yang digunakan pengarang adalah ….
| A | orang pertama pelaku utama |
| B | orang pertama pelaku sampingan |
| C | orang ketiga serbatahu |
| D | orang ketiga pelaku utama |
| E | orang ketiga pelaku sampingan |
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Narator memakai kata ganti “ia” (orang ketiga) dan mengetahui kondisi batin/mental tokoh, misalnya “pikirannya produktif”. Pengetahuan narator tidak terbatas pada apa yang tampak saja, sehingga sudut pandangnya orang ketiga serbatahu.
Analisis opsi A dan B: Tidak ada “aku/saya”, jadi bukan orang pertama.
Analisis opsi D: “orang ketiga pelaku utama” biasanya terbatas pada pengalaman tokoh tanpa klaim serbatahu. Di sini narator memberi penilaian dan paparan watak secara luas.
Analisis opsi E: “pelaku sampingan” tidak sesuai karena narator tidak hadir sebagai tokoh.
Penegasan: Orang ketiga + mampu mengulas sisi dalam tokoh \( \gt \) serbatahu.
Soal 42. Cermati kutipan berikut!
Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedangkan kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. Samar-samar dia sadar bahwa dia telah kehilangan adiknya: Paijo tercinta! Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam di dalam hati. Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung-gedung itu …
Latar suasana pada cuplikan cerita tersebut terdapat pada kalimat …
| A | Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung-gedung itu memancarkan kilauan lampu. |
| B | Pak Pong menatap kota dengan dendam di dalam hatinya penuh benci dan marah. |
| C | Samar-samar dia sadar bahwa dia telah kehilangan adiknya yang sangat disayanginya. |
| D | Lampu-lampu berkilau terasa menusuk-nusuk matanya, kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. |
| E | Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam karena ia telah kehilangan adiknya. |
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis konsep “latar suasana”: Latar suasana adalah gambaran atmosfer/perasaan yang dibangun lewat pilihan kata yang menimbulkan kesan emosional (misalnya mencekam, pedih, menekan), bukan sekadar informasi peristiwa atau nama tempat.
Analisis opsi D: Kalimat ini penuh kata berkonotasi rasa sakit dan tekanan: “menusuk-nusuk” dan “menyayat-nyayat”. Diksi tersebut langsung membangun suasana pedih dan tertekan, sehingga paling tepat sebagai latar suasana.
Analisis opsi A: Lebih berupa latar tempat/unsur kota dan visual lampu, tetapi tidak sekuat D dalam membangun atmosfer batin.
Analisis opsi B: Ini lebih menonjolkan sikap tokoh (dendam), bukan kalimat yang terutama melukiskan suasana melalui citraan inderawi.
Analisis opsi C: Ini peristiwa/kesadaran kehilangan, bukan lukisan suasana yang terasa melalui citraan.
Analisis opsi E: Ini sebab-akibat perasaan tokoh, tetapi tidak sekuat D dalam menghadirkan atmosfer lewat citraan “menusuk” dan “menyayat”.
Penegasan: Latar suasana = citraan emosional yang “terasa” bagi pembaca \( \gt \) opsi D paling kuat.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10