Baca juga
- pesantren Daarul Quran
- Materi TKA Bahasa Indonesia SMP dan Latihan Soal Pemahaman Membaca
- Pesantren Wali Barokah Kediri
- Pesantren Tahfidz dan Dinamika Pendidikan Al-Qur’an di Indonesia
Soal 43. Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
Nyonya Marta kejetit. Tangan kirinya kejetit karena berdesak-desakan dengan beberapa orang yang ingin lebih dulu mendapatkan formulir pendaftaran kursus bahasa. Ia lihat semacam noda biru di atas kulitnya yang cantik. Waktu ia menyentuhnya, terasa amat nyeri.
...
Polisi itu tidak seperti banyak polisi yang diceritakan oleh orang-orang selama ini. Ia seorang penolong. Ia tersenyum. Ia memegang tangan Nyonya Marta. Dilihatnya noda biru. Ia menggelengkan kepalanya. Nyonya Marta cepat menerangkan dengan panjang lebar bagaimana kecelakaan itu terjadi. Tetapi setelah bicara panjang, Nyonya Marta tiba-tiba pucat. Suaranya gemetar. Nyonya itu tampak semakin pucat. Ia ingin bicara tapi suaranya tidak kedengaran. Polisi itu mengambil inisiatif, memegang tangannya. Baru Nyonya Marta sadar bahwa ia berada di tengah jalan.
“Kepala saya pusing.”
Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ....
A. Rasa nyeri yang dirasakan di tangan Nyonya Marta.
B. Keramahan polisi pada Nyonya Marta yang mengalami kecelakaan.
C. Keterangan Nyonya Marta tentang noda biru di tangannya.
D. Kegelisahan Nyonya Marta karena ditegur oleh polisi.
E. Pertolongan polisi terhadap Nyonya Marta tanpa pamrih.
Soal 44. Penyebab konflik berdasarkan kutipan tersebut adalah ....
A. Nyonya Marta berdesak-desakan antre formulir.
B. Nyonya Marta ditegur oleh polisi.
C. Rasa nyeri pada noda biru di tangan Nyonya Marta.
D. Tangan Nyonya Marta kejetit.
E. Karena mengalami kecelakaan, kepala Nyonya Marta pusing.
Soal 45. Peristiwa akibat konflik berdasarkan kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. Nyonya Marta pingsan dan sadar ketika ia berada di tengah jalan.
B. Ketidakberdayaan Nyonya Marta dalam mengatasi kecelakaan.
C. Nyonya Marta mengalami kecelakaan di tengah jalan.
D. Nyonya Marta ditolong polisi yang sedang bertugas.
E. Nyonya Marta pucat karena kehilangan suaranya.
Soal 46. Cermati kutipan drama berikut!
Panggung menggambarkan sebuah kamar reot. Di dalamnya terdapat sebuah dipan dan dua buah kursi yang sudah rusak pula. Suasana kemiskinanlah yang tampak di situ.
Istri : (mengharap) Banyaklah nasi ayam kau terima hari ini?
Suami : Bah, kosong sama sekali, seperempat rupiah pun tak dapat, dan kau bagaimana?
Istri : Ada seorang wanita muda memberi makan kepada kita.
Suami : Terima kasih moga-moga Tuhan memberkahinya. Apa yang diberikannya?
Istri : Sepotong roti.
Suami : Kalau begitu, masih adakah simpanan untuk esok pagi?
Istri : Masih, tetapi hanya untuknya.
Suami : Tak ada yang lain? Ah, maksudku selain dari roti itu.
Istri : Ada. Sepotong nasihat, supaya jangan membawa anak itu keluar karena udara terlalu lembab.
Masalah yang diungkapkan dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ....
A. Harapan seorang pengemis terhadap masa depannya.
B. Penghasilan sepasang pengemis yang tidak memadai.
C. Pekerjaan yang dilakukan setiap hari oleh manusia.
D. Pertanyaan seorang suami kepada istri dan anaknya.
E. Suami istri saling menasihati dan menyayangi.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10