Soal 21. Cermatilah kalimat berikut!
Saya berharap dapat diterima bekerja di perusahaan Bapak. Atas perhatian dan budi baik Bapak, saya mengaturkan banyak terima kasih.
Perbaikan kalimat yang bercetak miring adalah ....
A. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.
B. Atas budi baik Bapak, saya sampaikan ucapan terima kasih.
C. Atas diterimanya saya bekerja di perusahaan Bapak, saya ucapkan terima kasih.
D. Demikian surat lamaran saya, dan untuk itu saya menyampaikan terima kasih.
E. Dengan diterimanya saya bekerja, saya mengucapkan banyak terima kasih.
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Kalimat miring kurang efektif karena ungkapan “mengaturkan banyak terima kasih” tidak sebaik “mengucapkan terima kasih” dalam ragam surat resmi, dan frasa “perhatian dan budi baik” dapat disederhanakan menjadi bentuk yang lebih lugas.
Opsi A paling tepat karena: (1) baku dan ringkas, (2) sesuai konteks surat lamaran (pelamar belum tentu diterima bekerja), (3) fokus pada “perhatian” penerima surat yang memang lazim dijadikan alasan mengucapkan terima kasih.
Opsi C dan E keliru karena mengandaikan pelamar sudah “diterima bekerja”. Opsi D mengubah fungsi menjadi penutup surat, bukan perbaikan langsung kalimat ucapan terima kasih. Opsi B masih mungkin, tetapi kurang efektif dibanding A. Karena itu, ketepatan A \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam kebakuan dan kesesuaian konteks.
Soal 22. Cermatilah kalimat berikut!
Banyak buku lain yang memuat tulisan para anggota Forum Lingkar Pena (FLP), baik di pusat maupun di daerah-daerah. Buku ini bahasanya halus dan lancar. Pengarang berdakwah lewat cerita. Kekuatan visinya jelas. Seluruh royalti buku ini diterima para penulis yang telah menyumbangkan karyanya akan didedikasikan kepada Yusakh Ananda, seorang yang sudah renta, tetapi masih setia menulis sambil berjualan di kantin sekolah.
Kalimat resensi yang berupa keunggulan buku berdasarkan penjelasan tersebut adalah ....
A. Para penulis yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena telah membuat banyak buku di pusat dan daerah.
B. Bahasa yang digunakan halus dan lancar, kekuatan visi cerita disampaikan melalui dakwah.
C. Yusakh Ananda merupakan penulis renta yang tetap berkarya sambil berjualan di kantin sekolah.
D. Seluruh royalti yang diterima penulis anggota FLP akan disumbangkan kepada Yusakh Ananda.
E. Para penulis anggota FLP sangat peduli terhadap visi, dakwah, dan pemakaian bahasa yang halus dan lancar dalam karya mereka.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Keunggulan buku yang disebutkan langsung dalam paragraf adalah kualitas bahasa dan kekuatan isi: “bahasanya halus dan lancar”, “berdakwah lewat cerita”, dan “kekuatan visinya jelas”. Kalimat resensi yang tepat harus merangkum penilaian tersebut.
Opsi B merangkum tepat inti keunggulan itu: bahasa halus-lancar dan visi/dakwah sebagai kekuatan penyampaian cerita.
Opsi A hanya fakta tentang banyak buku (bukan keunggulan buku yang diresensi). Opsi C hanya informasi tentang Yusakh Ananda. Opsi D berfokus pada royalti (aksi sosial), bukan kualitas buku. Opsi E menambah klaim “sangat peduli” yang tidak dinyatakan sebagai penilaian langsung pada paragraf. Karena itu, ketepatan B \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam ketepatan sebagai “kalimat resensi keunggulan”.
Soal 23. Baca dan cermati puisi berikut!
Malam pekat, roh
Bersembunyi di balik mimpi, raga
Pulas menanggung lelah
....
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....
A. Kami datang tiba-tiba orang masih tertidur
B. Gempa menggelilat, meliuk, robohkan setiap yang tegak
C. Mereka tertidur dengan nyenyak sekali
D. Musibah disinyalir bersumber dari Gunung Merapi
E. Malapetaka menimpa desa terpencil itu
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Puisi menggunakan diksi puitis dan kias: “malam pekat”, “roh bersembunyi”, “raga pulas menanggung lelah”. Larik pelengkap idealnya tetap puitis dan bermetafora/personifikasi, bukan bahasa laporan.
Opsi B paling bermajas: “gempa” diperlakukan seolah-olah makhluk yang bisa “menggelilat” dan “meliuk”, lalu “merobohkan” yang tegak. Citraan geraknya kuat dan sejalan dengan suasana “malam pekat” dan “pulas”, seolah ada guncangan yang mengusik.
Opsi A dan C terlalu datar. Opsi D memakai kata “disinyalir” (gaya berita). Opsi E masih naratif dan kurang puitis dibanding B. Karena itu, kekuatan majas B \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam kesesuaian gaya puisi.
Soal 24. Cermati kutipan drama berikut!
Hendra : Apa yang sedang kaupikirkan Syam? (duduk di samping Syamsu)
Syamsu : Kalau aku mendengar nasihat ibuku dulu, tentu aku sudah sukses sepertimu. Hidupmu sudah tenang sekarang.
Hendra : Semua ini kudapat dengan kerja keras. Kautahu kan kehidupan orang tuaku. Dapat pagi habis petang.
Syamsu : Aku tahu itu. Lihatlah kehidupanku sekarang. Bagai kerakap tumbuh di batu.
Hendra : Tidak usah kausesali lagi. ... Yang penting kaupikirkan kelanjutan hidupmu untuk masa yang akan datang. Aku akan membantumu, melepaskanmu dari kesulitan ini.
Syamsu : Terima kasih. Kaubenar-benar sahabat sejati.
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi kutipan drama tersebut adalah ....
A. Ada batang cendawan tumbuh
B. Bagai makan buah simalakama
C. Seperti membuang garam ke laut
D. Nasi sudah menjadi bubur
E. Tiada rotan akar pun jadi
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Konteksnya adalah nasihat agar Syamsu tidak terus menyesali masa lalu dan fokus pada masa depan (“Yang penting ... kelanjutan hidupmu ...”). Maka peribahasa yang tepat harus bermakna “yang sudah terjadi tidak dapat diubah.”
“Nasi sudah menjadi bubur” tepat karena menyatakan keadaan sudah terlanjur; penyesalan tidak mengembalikan keadaan, sehingga yang terbaik adalah melanjutkan dan memperbaiki langkah ke depan.
Opsi B bermakna serba salah memilih. Opsi C bermakna usaha sia-sia. Opsi E bermakna ada pengganti bila tidak ada yang terbaik. Opsi A tidak relevan. Karena itu, kesesuaian D \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam kecocokan makna terhadap situasi dialog.
Soal 25. Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Dalam karya Iwan Simatupang, Ziarah, misalnya setiap peristiwa yang menimpa tokoh kita terjalin dalam rangkaian yang tidak menunjukkan hubungan kausalitas, karena peristiwa itu hanya terjadi dalam pikiran atau batin tokoh itu. Khayalan dan imajinasi tumpang tindih dengan kejadian yang dialami oleh tokoh ini. Teknik penceritaan tersebut juga digunakan oleh tokoh Putu Wijaya. Hampir semua novelnya bercirikan teknik penceritaan demikian. Dalam Publik, misalnya, Putu Wijaya bercerita tentang banyak tokoh dan para tokohnya mengembangkan peristiwanya sendiri-sendiri.
Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan dalam paragraf tersebut adalah ....
A. Di sini hadir banyak tokoh yang seolah-olah dia berada dalam diri tokoh yang lain.
B. Di sini hadir banyak tokoh, tetapi tidak jelas siapa mana tokoh yang menjadi tokoh utamanya.
C. Pikiran pengarang digunakan oleh tokoh-tokoh yang dihadirkan dari berbagai tingkat dan lingkungan.
D. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam impian para tokoh cerita tidak boleh dianggap sebagai peristiwa nyata.
E. Karena banyak tokoh dalam sebuah cerita dan membingungkan, seyogyanya dijadikan cerpen saja.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Paragraf menjelaskan teknik penceritaan yang tidak kausal (rangkaian peristiwa tidak menunjukkan sebab-akibat) karena terjadi dalam pikiran/batin tokoh, serta “banyak tokoh” yang “mengembangkan peristiwanya sendiri-sendiri”. Ciri tersebut mudah menimbulkan kesan pusat cerita menyebar sehingga tokoh utama tidak menonjol.
Opsi B tepat sebagai kritik yang diturunkan dari penjelasan itu: banyak tokoh hadir, namun tokoh utama menjadi tidak jelas.
Opsi A tidak disebut dalam paragraf (tokoh berada dalam diri tokoh lain). Opsi C tidak jelas dan tidak sesuai isi. Opsi D bersifat larangan, padahal paragraf hanya memaparkan teknik, bukan memberi aturan. Opsi E terlalu jauh karena mengubah bentuk karya menjadi cerpen, tidak disimpulkan langsung dari penjelasan. Karena itu, keterkaitan B \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam kesesuaian dengan isi paragraf.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10