Baca juga
- pesantren DARUL MA'ARIF Ponorogo
- ekonomi kelas 10 Masalah Ekonomi
- Ujian Tahfidz Al-Qur’an: Seperti Apa Standar Hafalan yang Diuji?
- pesantren Al Jauhari Garut
Soal 21
Bacalah kutipan cerita berikut!
Setiap saat anak-anak selalu bermain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepak bola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali Tuning. Ia hanya memperhatikan kami bermain dari balik pohon besar.
“Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku.
Isna langsung melotot. “Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” belum usulnya yang menjijikkan itu, tambah Happy.
Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning.
Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.
Konflik pada cerita anak tersebut adalah ....
- Tokoh aku dijauhi teman-temannya.
- Tokoh aku malu berteman dengan Tuning.
- Dikucilkannya Tuning oleh teman-temannya.
- Teman-teman Tuning membenci karena penyakitnya.
Soal 22
Bacalah dua kutipan novel berikut!
Novel I
Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda bila harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka berkulit kasar seperti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsul Bahri, kekasihnya yang sedang sekolah di Stovia Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatannya.
Novel II
Aku tetap diminta mengisi ruangan budaya seksi tari. Pada hari-hari tertentu aku memesani becak tetangga untuk membawaku ke kota, ke salah satu sekolah tari yang dipimpin oleh seorang guru tari muda yang kukenal baik. Atau kadang-kadang mengatur sikap tari Jawa yang kutahu mulut tidak kehilangan kekuatan urat-urat lutut dan pinggul.
Perbedaan latar pada kedua kutipan novel tersebut adalah ....
| Pilihan | Novel I | Novel II |
|---|---|---|
| A | etik | sikap sopan santun |
| B | adat istiadat | mempertahankan budaya |
| C | tatakrama | keyakinan |
| D | kawin paksa | cara berpikir |
Soal 23
Bacalah kedua kutipan novel berikut!
Novel I
Pukul sembilan pagi si pencari nafkah tak ada di rumah lagi. Masing-masing sudah ada di tempat pekerjaannya. Antrean dan kantor dan pegawai toko sudah bersijing lengan baju melakukan kewajibannya. Tukang angkat telah mulai mandi keringat memikul barang-barang dari suatu tempat ke tempat lain, peduli berat. Tak indahkan panas.
Novel II
“Takut? Apa yang engkau takutkan?” tanyanya lemah lembut.
“Salim takut tidur sendiri dalam gelap.” jawab kanak-kanak itu.
“Kalau pakai lampu engkau takut juga?” tanyanya kemudian. Salim menggelengkan kepalanya.
Guru Isa berdiri, dan memutarakan knop listrik.
“Nah, katanya. ‘Sekarang terang, engkau tidak takut lagi. Tidurlah.’”
Perbedaan ciri penggunaan bahasa kedua cuplikan novel terlihat pada ....
| Pilihan | Novel I | Novel II |
|---|---|---|
| A | menggunakan ungkapan klise | menggunakan bahasa percakapan sehari-hari |
| B | bahasa percakapan sehari-hari | menggunakan ungkapan klise |
| C | menggunakan bahasa berkias | menggunakan petatah-petitih |
| D | menggunakan bahasa percakapan sehari-hari | menggunakan bahasa berkias |
Soal 24
Baca kutipan drama berikut!
Ayah : Kau seperti tidak suka melihat ayah di sini, Dam. \((1)\)
Adam : Ya. Aku tidak suka. Kecuali Ayah bilang pada Zuz dan Qon, bahwa cerita-cerita itu bohong. \((2)\)
Ayah : (menggelepar) Aku tidak bohong! \((3)\)
Adam : Kalau begitu Ayah tahu resikonya. Ayah harus pergi dari sini \((4)\)
Taani : Dam! (Taani berseru kencang, sambil menangis) Jangan lakukan, aku mohon, jangan lakukan itu. Itu ayah Dam. Ayah Kau! Yang menggendong kau saat bayi. Itu ayah Dam. \((5)\)
Ayah : Baik....baiklah. (ayah berdiri, matanya redup) \((6)\)
Taani : Jangan pergi! (berlari menahan lengan ayah) Aku mohon, Ayah jangan pergi. \((7)\)
Ayah : Ayah tidak kemana-mana bukan? (tertawa kecil) Kau dan anak-anak bebas mengunjungiku kapan saja di sini! (menunjuk kuburan). \((8)\)
Taani : Apa? Ayah mau tinggal di sini? \((9)\)
Bukti latar kutipan drama di kuburan ditunjukkan dengan nomor ....
- \((1)\) dan \((3)\)
- \((4)\) dan \((5)\)
- \((6)\) dan \((7)\)
- \((8)\) dan \((9)\)
Soal 25
Bacalah kutipan drama berikut!
Perempuan tua : Ayahmu tidak kelihatan sehari-hari ini, Satilawati.
Satilawati : Ayah mengurung saja sehari-harian ini di kamarnya. Mengarang, apa lagi.
Perempuan tua : Banyakkah ia mendapat duit dengan karangan itu?
Satilawati : (menunjuk ke belakangnya) Rumah ini buktinya.
Perempuan tua : Memang ia seorang yang rajin.
Satilawati : Tapi sejak mata orang Indonesia terbuka untuk kesusastraan baru, ia tercecer.
Perempuan tua : Maksudmu, karangannya tidak disukai orang lagi?
Satilawati : Hanya oleh kawan-kawannya yang sezaman dengan dia dan oleh orang-orang yang tiada mempunyai perjuangan hidup lagi.
Konflik pada kutipan drama tersebut adalah ....
- frustasi karena karyanya tidak baik
- perbedaan pendapat tentang perjuangan
- pertentangan seorang ayah dengan anaknya
- pertentangan pandangan kedua orang tua
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 1Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 2
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 3
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 4
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 5
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 6
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 7
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 8
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 9
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 10