Soal 21
Bacalah kutipan cerita berikut!
Setiap saat anak-anak selalu bermain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepak bola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali Tuning. Ia hanya memperhatikan kami bermain dari balik pohon besar.
“Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku.
Isna langsung melotot. “Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” belum usulnya yang menjijikkan itu, tambah Happy.
Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning.
Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.
Konflik pada cerita anak tersebut adalah ....
- Tokoh aku dijauhi teman-temannya.
- Tokoh aku malu berteman dengan Tuning.
- Dikucilkannya Tuning oleh teman-temannya.
- Teman-teman Tuning membenci karena penyakitnya.
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Kutipan menegaskan Tuning “tampak gembira kecuali Tuning” dan hanya memperhatikan dari jauh. Saat tokoh “aku” mengusulkan mengajak Tuning, teman-teman langsung menolak, mengolok, dan “semua menjelek-jelekan Tuning”. Itu menunjukkan konflik sosial berupa pengucilan terhadap Tuning.
- A tidak didukung: yang terjadi bukan “aku” dijauhi, melainkan “aku” menjadi takut mengusulkan lagi.
- B tidak dinyatakan: “aku” justru ingin mengajak, bukan malu berteman.
- C (benar) sesuai: Tuning diejek dan dijauhi oleh teman-temannya.
- D tidak tepat: alasan yang disebut adalah “kutu rambut”, bukan “penyakitnya”, dan fokus konflik utamanya pengucilan.
Karena inti konflik adalah pengucilan, C \( \gt \) A.
Soal 22
Bacalah dua kutipan novel berikut!
Novel I
Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda bila harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka berkulit kasar seperti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsul Bahri, kekasihnya yang sedang sekolah di Stovia Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatannya.
Novel II
Aku tetap diminta mengisi ruangan budaya seksi tari. Pada hari-hari tertentu aku memesani becak tetangga untuk membawaku ke kota, ke salah satu sekolah tari yang dipimpin oleh seorang guru tari muda yang kukenal baik. Atau kadang-kadang mengatur sikap tari Jawa yang kutahu mulut tidak kehilangan kekuatan urat-urat lutut dan pinggul.
Perbedaan latar pada kedua kutipan novel tersebut adalah ....
| Pilihan | Novel I | Novel II |
|---|---|---|
| A | etik | sikap sopan santun |
| B | adat istiadat | mempertahankan budaya |
| C | tatakrama | keyakinan |
| D | kawin paksa | cara berpikir |
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Kutipan Novel I menonjolkan latar sosial berupa kebiasaan/adat dalam pernikahan yang memberatkan (Siti Nurbaya harus menikah dengan Datuk Maringgih demi ayahnya). Kutipan Novel II menonjolkan latar kegiatan budaya (ruangan budaya, seksi tari, sekolah tari, sikap tari Jawa) yang mengarah pada upaya mempertahankan/menjalankan budaya tari.
- A kurang tepat: Novel I bukan fokus “etik”, melainkan keadaan sosial-adat pernikahan.
- B (benar) tepat: Novel I berkaitan dengan adat sosial (pernikahan), Novel II berkaitan dengan pelestarian budaya tari.
- C tidak sesuai: Novel II tidak membahas “keyakinan” (agama/kepercayaan) secara langsung.
- D kurang tepat: Novel II bukan “cara berpikir” melainkan aktivitas budaya tari.
Karena petunjuk “ruangan budaya” dan “tari Jawa” \( \gt \) menunjukkan pelestarian budaya, B paling tepat.
Soal 23
Bacalah kedua kutipan novel berikut!
Novel I
Pukul sembilan pagi si pencari nafkah tak ada di rumah lagi. Masing-masing sudah ada di tempat pekerjaannya. Antrean dan kantor dan pegawai toko sudah bersijing lengan baju melakukan kewajibannya. Tukang angkat telah mulai mandi keringat memikul barang-barang dari suatu tempat ke tempat lain, peduli berat. Tak indahkan panas.
Novel II
“Takut? Apa yang engkau takutkan?” tanyanya lemah lembut.
“Salim takut tidur sendiri dalam gelap.” jawab kanak-kanak itu.
“Kalau pakai lampu engkau takut juga?” tanyanya kemudian. Salim menggelengkan kepalanya.
Guru Isa berdiri, dan memutarakan knop listrik.
“Nah, katanya. ‘Sekarang terang, engkau tidak takut lagi. Tidurlah.’”
Perbedaan ciri penggunaan bahasa kedua cuplikan novel terlihat pada ....
| Pilihan | Novel I | Novel II |
|---|---|---|
| A | menggunakan ungkapan klise | menggunakan bahasa percakapan sehari-hari |
| B | bahasa percakapan sehari-hari | menggunakan ungkapan klise |
| C | menggunakan bahasa berkias | menggunakan petatah-petitih |
| D | menggunakan bahasa percakapan sehari-hari | menggunakan bahasa berkias |
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Novel II jelas menggunakan bahasa percakapan sehari-hari karena berbentuk dialog langsung (tanya-jawab) dengan kalimat lisan sederhana. Dari pilihan yang ada, hanya opsi A yang menempatkan Novel II sebagai “bahasa percakapan sehari-hari”, sehingga pasangan cirinya paling sesuai menurut alternatif jawaban yang disediakan.
- A (benar) Novel II = dialog percakapan sehari-hari (paling tampak pada kutipan).
- B terbalik: Novel II bukan ungkapan klise, melainkan dialog.
- C tidak tepat: tidak ada petatah-petitih (peribahasa) pada Novel II.
- D tidak tepat: Novel II bukan bahasa berkias dominan, melainkan dialog lugas.
Karena bentuk dialog Novel II \( \gt \) narasi, A paling masuk.
Soal 24
Baca kutipan drama berikut!
Ayah : Kau seperti tidak suka melihat ayah di sini, Dam. \((1)\)
Adam : Ya. Aku tidak suka. Kecuali Ayah bilang pada Zuz dan Qon, bahwa cerita-cerita itu bohong. \((2)\)
Ayah : (menggelepar) Aku tidak bohong! \((3)\)
Adam : Kalau begitu Ayah tahu resikonya. Ayah harus pergi dari sini \((4)\)
Taani : Dam! (Taani berseru kencang, sambil menangis) Jangan lakukan, aku mohon, jangan lakukan itu. Itu ayah Dam. Ayah Kau! Yang menggendong kau saat bayi. Itu ayah Dam. \((5)\)
Ayah : Baik....baiklah. (ayah berdiri, matanya redup) \((6)\)
Taani : Jangan pergi! (berlari menahan lengan ayah) Aku mohon, Ayah jangan pergi. \((7)\)
Ayah : Ayah tidak kemana-mana bukan? (tertawa kecil) Kau dan anak-anak bebas mengunjungiku kapan saja di sini! (menunjuk kuburan). \((8)\)
Taani : Apa? Ayah mau tinggal di sini? \((9)\)
Bukti latar kutipan drama di kuburan ditunjukkan dengan nomor ....
- \((1)\) dan \((3)\)
- \((4)\) dan \((5)\)
- \((6)\) dan \((7)\)
- \((8)\) dan \((9)\)
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: Petunjuk latar tempat “kuburan” muncul jelas pada \((8)\) melalui keterangan panggung “(menunjuk kuburan)”. Respons \((9)\) menguatkan bahwa “di sini” merujuk tempat tersebut (Ayah tinggal “di sini”).
- A, B, C tidak memuat petunjuk “kuburan”.
- D (benar) memuat bukti langsung dan penguatnya.
Karena ada kata “kuburan” pada \((8)\), D \( \gt \) pilihan lain.
Soal 25
Bacalah kutipan drama berikut!
Perempuan tua : Ayahmu tidak kelihatan sehari-hari ini, Satilawati.
Satilawati : Ayah mengurung saja sehari-harian ini di kamarnya. Mengarang, apa lagi.
Perempuan tua : Banyakkah ia mendapat duit dengan karangan itu?
Satilawati : (menunjuk ke belakangnya) Rumah ini buktinya.
Perempuan tua : Memang ia seorang yang rajin.
Satilawati : Tapi sejak mata orang Indonesia terbuka untuk kesusastraan baru, ia tercecer.
Perempuan tua : Maksudmu, karangannya tidak disukai orang lagi?
Satilawati : Hanya oleh kawan-kawannya yang sezaman dengan dia dan oleh orang-orang yang tiada mempunyai perjuangan hidup lagi.
Konflik pada kutipan drama tersebut adalah ....
- frustasi karena karyanya tidak baik
- perbedaan pendapat tentang perjuangan
- pertentangan seorang ayah dengan anaknya
- pertentangan pandangan kedua orang tua
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Percakapan memunculkan pertentangan sudut pandang: Perempuan tua menilai dari hasil/duit dan “disukai orang”, sedangkan Satilawati menilai bahwa yang menghargai hanyalah orang yang “mempunyai perjuangan hidup” (paham nilai perjuangan). Jadi konflik utamanya perbedaan pandangan (nilai) tentang perjuangan hidup dan apresiasi karya.
- A tidak tepat: tidak ada pernyataan “karyanya tidak baik”; yang dibahas adalah penerimaan masyarakat.
- B (benar) tepat: perbedaan nilai tentang “perjuangan hidup” vs ukuran disukai/duit.
- C tidak muncul: ayah tidak berdialog langsung dalam kutipan.
- D tidak tepat: yang berdebat bukan dua orang tua, melainkan Perempuan tua dan Satilawati.
Karena konflik nilai paling menonjol, B \( \gt \) A.
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 1Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 2
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 3
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 4
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 5
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 6
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 7
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 8
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 9
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia Bagian 10