Baca juga
- pesantren Nurul Yaqin
- pesantren Mahasina
- pesantren Bustanul 'Usysyaqil Qur'an Gentan Ponorogo
- pesantren Putri Qotrun
Soal 1
Bacaan:
(1) Masa kejayaan peradaban Hindu di tanah Jawa selalu identik dengan mahakarya kebudayaan Hindu, yaitu Candi Prambanan.
(2) Candi Prambanan pun sering dianggap orang awam sebagai satu-satunya saksi bisu sejarah kultural Hindu masa Mataram Kuno.
(3) Padahal, kemegahan candi itu bukanlah bukti awal tumbuhnya budaya Hindu karena sudah ada sebuah candi yang telah berdiri sekitar satu abad sebelumnya.
(4) Arsitektur bangunan cikal bakal Peradaban Mataram Hindu itu bernama Candi Gebang.
(5) Situs bersejarah tersebut berlokasi diDusun Gebang, Kelurahan Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, sekitar 11 kilo meter utara Kota Yogyakarta.
(6) Candi yang dibangun pada masa Dinasti Sanjaya tersebut, juga memiliki dinding polos tanpa relief (hiasan ukir-ukiran).
(Sumber: kompas.id; 7 Maret 2019)
Pertanyaan: Pemakaian huruf kapital yang salah terdapat dalam kalimat ...
(A) (1)
(B) (2)
(C) (3)
(D) (4)
(E) (5)
Soal 2
Bacaan: (Bacaan sama seperti soal 1)
Pertanyaan: Dalam bacaan di atas terdapat penulisan kata yang tidak sesuai dengan pedoman ejaan bahasa Indonesia, yaitu ....
(A) mahakarya
(B) dianggap
(C) satu-satunya
(D) cikal bakal
(E) kilo meter
Soal 3
Bacaan: (Bacaan sama seperti soal 1)
Pertanyaan: Pemakaian kata serapan yang salah terdapat dalam kalimat ...
(A) (1)
(B) (2)
(C) (3)
(D) (5)
(E) (6)
Soal 4
Bacaan: (Bacaan sama seperti soal 1)
Pertanyaan: Pemakaian tanda baca koma (,) yang tidak tepat terdapat dalam kalimat ...
(A) (2)
(B) (3)
(C) (4)
(D) (5)
(E) (6)
Soal 5
Bacaan:
(1) Budi daya kopi bukan hal asing bagi warga Sendang di lereng tenggara Gunung Wilis. (2) Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda ketika itu gencar mendorong budi daya kopi di Jawa, yang salah satunya kawasan lingkar Gunung Wilis. (3) Di Sendang sudah lazim warga berbudi daya Robusta dan Arabika Kobra, tetapi kurang serius karena mereka juga merupakan peternak sapi perah atau sapi pedaging dan berladang. (4) Para petani kopi tidak mengetahui teknik budi daya hingga pemasaran yang cemerlang. (5) Hasil panen kopi Robusta terutama hanya dapat dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga rendah, yakni Rp18.000,00–Rp22.000,00 per kilogram. (6) Dinas Pertanian kemudian melakukan pelatihan budi daya kopi hulu hilir. (7) Pelatihan tersebut mulai dari pembibitan,penanaman, perawatan, penangan hama,pemetikan, pemprosesan, hingga pengolahan,pengemasan, pemasaran reguler, dan pemasaran digital.
Pertanyaan: Pilihan kata yang tidak tepat terdapat dalam kalimat ...
(A) (1)
(B) (2)
(C) (4)
(D) (5)
(E) (6)
Latihan ini merupakan bagian dari sistem pembinaan di Pesantren Tahfidz Karangmojo.
Untuk memperdalam pemahaman materi dan pola soal, Anda dapat melanjutkan latihan melalui soal TKA SMA Bahasa Indonesia paket pertama, kemudian dilanjutkan ke paket kedua, paket ketiga, paket keempat, hingga paket kelima sebagai latihan lanjutan.