Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 36

Perhatikan ilustrasi berikut!

Dalam diskusi "Puisi dan Penyair" yang diselenggarakan OSIS, pembawa acara mempersilakan Taufik Ismail untuk berbicara.

Kalimat pembuka yang tepat untuk mempersilakan pembicara tersebut adalah ....

A. Selanjutnya, kepada Bapak Taufik Ismail menyampaikan makalahnya, waktu kami persilahkan.

B. Selanjutnya, kita dengarkan riwayat hidup Bapak Taufik Ismail yang telah kita kenal dengan puisi-puisinya.

C. Marilah kita dengarkan uraian yang akan disampaikan oleh Bapak Taufik Ismail. Bapak Taufik, saya persilakan.

D. Puisi-puisi Pak Taufik tidak asing lagi bagi kita, sekarang kami persilakan kepada Pak Taufik untuk membacakan makalahnya dengan singkat.

E. Kita dengarkan berikut ini uraian dari Bapak Taufik Ismail. Waktu dan tempat kami persilakan.

Jawaban & Analisis Soal 36

Jawaban: C

Konsep kunci: Kalimat mempersilakan pembicara harus (1) sopan, (2) jelas menyatakan bahwa pembicara akan menyampaikan uraian, dan (3) efektif, tidak rancu, serta tidak menurunkan martabat pembicara (misalnya “singkat” yang memerintah).

C benar. Kalimat pertama mengajak audiens menyimak (“Marilah kita dengarkan uraian...”), lalu kalimat kedua langsung mempersilakan pembicara (“Bapak Taufik, saya persilakan.”). Struktur ini paling rapi dan wajar untuk pembawa acara, sehingga C \( \gt \) pilihan lain.

A kurang tepat. Susunan kalimatnya tidak efektif (“kepada ... menyampaikan makalahnya”) dan penggunaan “waktu kami persilahkan” terasa janggal, sehingga kualitasnya \( \lt \) C.

B salah. Ini mengarahkan pada “riwayat hidup”, bukan mempersilakan pembicara menyampaikan materi diskusi.

D kurang tepat. Ada frasa “membacakan makalahnya dengan singkat” yang terdengar mengatur/menekan pembicara; selain itu, pembuka menjadi terlalu panjang.

E kurang tepat. Ungkapan “waktu dan tempat kami persilakan” lazim untuk mempersilakan, tetapi kalimat pertama kurang efektif (“kita dengarkan berikut ini...”), dan bentuk E kurang lugas dibanding C.


Soal 37

Tujuan wawancara: mengetahui apa saja yang disediakan sekolah.

Kalimat wawancara yang sesuai dengan tujuan wawancara tersebut adalah ....

A. Bagaimana pengumpulan fasilitas sekolah ini?

B. Apa fungsi fasilitas sekolah ini?

C. Apa saja fasilitas yang tersedia di sekolah ini?

D. Mengapa perlu fasilitas di sekolah ini?

E. Di mana saja dapat digunakan fasilitas itu?

Jawaban & Analisis Soal 37

Jawaban: C

Konsep kunci: Pertanyaan wawancara harus langsung mengarah ke tujuan. Jika tujuannya “mengetahui apa saja yang disediakan sekolah”, maka pertanyaan harus meminta daftar/jenis yang tersedia.

C benar. “Apa saja fasilitas yang tersedia di sekolah ini?” tepat meminta daftar fasilitas (apa saja yang disediakan). Ini paling sesuai \( \gt \) pilihan lain.

A salah. “pengumpulan fasilitas” tidak jelas maksudnya dan tidak langsung menanyakan apa saja yang tersedia.

B kurang tepat. Menanyakan fungsi fasilitas, bukan jenis/daftar fasilitasnya.

D kurang tepat. Menanyakan alasan (mengapa), bukan informasi daftar yang disediakan.

E kurang tepat. Menanyakan tempat penggunaan fasilitas, bukan apa saja fasilitasnya.


Soal 38

Perhatikan saran berikut dalam diskusi!

Dalam diskusi Panitia Pelaksana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, Saudara Pepen selaku ketua seksi \(8\) yang membidangi Olahraga dan Kesenian, menyarankan bahwa selama kegiatan MPLS, siswa baru harus datang pada pukul 05.00 untuk melakukan olahraga kebugaran sebelum mengikuti kegiatan materi MPLS. Saran Saudara Pepen ditanggapi oleh Saudara Sofyan selaku ketua seksi \(3\) yang membidangi Bela Negara.

Kalimat sanggahan yang logis yang disampaikan Saudara Sofyan adalah ....

A. Saya tidak setuju semua siswa baru selama kegiatan MPLS harus datang pada pukul 05.00, karena terlalu pagi dan merepotkan.

B. Saya tidak menyetujui semua saran yang diajukan Saudara Pepen, mengingat akan merepotkan semua pihak termasuk para orang tua.

C. Saya kurang setuju, sebaiknya kegiatan olahraga kebugaran tidak harus dilaksanakan pada pukul 05.00, tetapi dapat dijadwalkan beberapa menit setiap kali pergantian materi MPLS.

D. Saya keberatan, olahraga kebugaran dilaksanakan pada pukul 05.00 mengingat akan mengganggu aktivitas panitia yang lain.

E. Saya berpendapat lain dari Saudara Pepen. Untuk olahraga kebugaran itu tetap dilaksanakan setiap pagi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yaitu pukul 05.00.

Jawaban & Analisis Soal 38

Jawaban: C

Konsep kunci: Sanggahan yang logis seharusnya (1) menolak atau mengoreksi bagian yang dipersoalkan, (2) memberi alasan atau alternatif solusi yang masuk akal, dan (3) tetap relevan dengan usulan awal.

C paling logis. C tidak hanya menyatakan keberatan, tetapi memberikan alternatif konkret: olahraga tidak harus pukul 05.00, bisa dijadwalkan beberapa menit saat pergantian materi. Ini menunjukkan penolakan yang solutif, sehingga C \( \gt \) A, B, D, dan E.

A kurang logis sebagai sanggahan formal. Alasan “terlalu pagi dan merepotkan” bersifat subjektif dan tidak menawarkan solusi.

B kurang tepat. Menolak “semua saran” Pepen (terlalu menyapu bersih) dan tidak fokus pada inti usulan jam \(05.00\).

D kurang tepat. Alasannya “mengganggu aktivitas panitia lain” tidak langsung menyentuh kebutuhan siswa baru dan tidak memberi alternatif.

E bukan sanggahan. E justru menyetujui usulan jam \(05.00\), sehingga bertentangan dengan perintah soal “sanggahan”.


Soal 39

Bacalah ilustrasi berikut!

SMA Bhakti Bunda akan mengadakan peringatan ulang tahun sekolah ke-\(15\). Acara digelar di lapangan sekolah. Untuk memeriahkan acara, OSIS mengadakan pameran bermacam hasil karya siswa, seperti poster, kumpulan puisi, cerpen, majalah dinding, lukisan, prakarya, dan masih banyak lagi hasil karyanya. Sebelum acara resmi dibuka, Ketua OSIS memberikan sambutan.

Kalimat pembuka sambutan yang tepat sesuai isi ilustrasi tersebut adalah ....

A. Tak lupa kami mengucapkan selamat berkumpul di lapangan ini sambil menikmati karya teman-teman kita semua, tetapi terlebih dahulu kita haruslah bersyukur kepada Tuhan karena telah berkumpul di sini dengan izin-Nya.

B. Teman-teman saya, Bapak dan Ibu guru yang berbahagia, marilah kita sambut acara peringatan ini dengan rasa gembira, inilah karya teman-teman kita, yang mana karya ini sangat bernilai sebab mereka yang membuatnya.

C. Tidak ada yang pantas saya ucapkan selain puji syukur kepada Tuhan yang telah mengizinkan kita berkumpul di sini guna untuk mengikuti acara ini, yaitu ulang tahun ke-\(15\) SMA kita.

D. Bapak-bapak, Ibu-ibu, teman-teman yang berbahagia, puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan karena rahunia-Nya kita dapat berkumpul di sini untuk merayakan hari bersejarah, yaitu ulang tahun ke-\(15\) SMA Bhakti Bunda.

E. Terlebih dahulu izinkanlah saya berdiri di sini untuk memberikan sambutan untuk membuka acara pameran kita dalam memeriahkan ulang tahun ke-\(15\) SMA kita yang berbeda dengan acara sebelumnya.

Jawaban & Analisis Soal 39

Jawaban: D

Konsep kunci: Pembuka sambutan yang tepat biasanya berisi (1) sapaan audiens, (2) ungkapan syukur/pembuka formal, dan (3) pengantar tujuan acara yang sesuai ilustrasi (peringatan ulang tahun sekolah dan pameran karya).

D paling tepat. D memiliki sapaan yang lengkap, pembuka berupa puji syukur, dan menyebut inti kegiatan: merayakan ulang tahun ke-\(15\) SMA Bhakti Bunda. Ini sangat sesuai ilustrasi dan formal, sehingga D \( \gt \) pilihan lain.

A kurang tepat. Frasa “selamat berkumpul” tidak lazim dalam pembuka sambutan formal, dan struktur kalimatnya berbelit.

B kurang tepat. Ada bagian kalimat yang tidak efektif (“yang mana karya ini...”), dan fokusnya terlalu cepat ke karya tanpa pembuka formal yang kuat.

C kurang tepat. Terlalu umum, sapaan audiens tidak ada, dan ungkapannya kurang rapi (“guna untuk”).

E kurang tepat. Kalimat bertele-tele, serta menambahkan informasi baru “berbeda dengan acara sebelumnya” yang tidak ada dalam ilustrasi.


Soal 40

Perhatikan ilustrasi berikut!

Biro Hukum Pemerintah Propinsi DKI Jakarta mengadakan penyuluhan kampanye kesadaran hukum pelajar di sekolah Anda dengan topik "tertib lalu lintas dan angkutan jalan". Pada kesempatan tersebut, siswa dipersilakan untuk bertanya kepada pembicara.

Pertanyaan yang sesuai dengan topik dalam ilustrasi tersebut adalah ....

A. Apakah yang menyebabkan lalu lintas menuju tempat kerja macet?

B. Apakah Anda harus menaati semua peraturan tertib lalu lintas?

C. Apa yang dapat dilakukan oleh siswa dalam membantu tertib lalu lintas, Pak?

D. Mengapa tertib berlalu lintas tidak perlu dilaksanakan oleh setiap orang, Pak?

E. Kapankah dan di mana sajakah saya harus menaati tertib berlalu lintas?

Jawaban & Analisis Soal 40

Jawaban: C

Konsep kunci: Pertanyaan harus relevan dengan topik “tertib lalu lintas dan angkutan jalan” dan sesuai konteks pelajar (apa peran siswa/pelajar dalam ketertiban lalu lintas).

C paling sesuai. Pertanyaan ini langsung menyinggung kontribusi siswa untuk mendukung ketertiban lalu lintas. Relevan, sopan (ada sapaan “Pak”), dan sesuai konteks penyuluhan di sekolah, sehingga C \( \gt \) pilihan lain.

A kurang tepat. Membahas kemacetan menuju tempat kerja, terlalu spesifik dan tidak langsung pada edukasi tertib lalu lintas pelajar.

B kurang tepat. Bentuknya terlalu “ya/tidak” dan kurang efektif; juga subjek “Anda” rancu (yang dimaksud siswa atau pembicara).

D salah. Mengandung asumsi keliru “tidak perlu dilaksanakan”, bertentangan dengan topik kampanye kesadaran hukum.

E kurang tepat. Masih relevan, tetapi terlalu luas dan bertele-tele; C lebih fokus pada tindakan konkret pelajar sehingga lebih kuat \( \gt \) E.