Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 26

Bacalah paragraf berikut!

Kegemukan, baik yang berupa kelebihan berat badan maupun obesitas, identik dengan penyakit. Kegemukan dapat memicu munculnya penyakit seperti: jantung koroner, diabetes, dan stroke. Untuk menurunkannya, konsumsi makanan dapat dikurangi hingga separuh serta olahraga secara teratur.

Inti dari bacaan di atas adalah ....

A. Dampak dari kegemukan

B. Olahraga dan pengaruhnya

C. Penyebab kegemukan seseorang

D. Kegemukan identik dengan penyakit

E. Kegemukan dan olahraga

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

“Inti bacaan” adalah gagasan paling umum yang menaungi seluruh isi paragraf. Paragraf ini menekankan akibat/konsekuensi kegemukan: “identik dengan penyakit” dan “memicu penyakit seperti jantung koroner, diabetes, dan stroke”. Kalimat terakhir (mengurangi makan dan olahraga) adalah cara mengatasi, tetapi tetap terkait akibat kegemukan yang berbahaya.

Karena fokus dominan adalah akibat kegemukan (risiko penyakit), maka inti bacaan paling tepat adalah “Dampak dari kegemukan”. Ketepatan A \( \gt \) pilihan lain, sedangkan pilihan lain \( \lt \) A.

Analisis tiap pilihan:

A. Benar: paragraf menonjolkan dampak/risiko penyakit akibat kegemukan, lalu diakhiri solusi.

B. Terlalu sempit; olahraga hanya disebut sebagai salah satu cara menurunkan kegemukan.

C. Tidak dibahas; paragraf tidak menjelaskan sebab kegemukan.

D. Benar sebagai salah satu kalimat penting, tetapi lebih berupa pernyataan khusus; inti paragraf merangkum keseluruhan dampak (termasuk contoh penyakit), sehingga A lebih menyeluruh.

E. Terlalu “campuran”; paragraf bukan membahas relasi kegemukan-olahraga secara seimbang, melainkan dampak penyakit dan cara mengatasinya.


Soal 27

Bila sebuah karya tulis berjudul “Imbuhan dalam Bahasa Indonesia,” kerangka isi yang tepat sesuai dengan judul tersebut adalah ....

A. I. Pengertian dan asal-usul imbuhan
    1.1 Imbuhan asli BI
    1.2 Imbuhan asing dalam BI
II. Macam dan bentuk imbuhan
    2.1 Awalan
    2.2 Sisipan
    2.3 Akhiran
    2.4 Imbuhan gabung
III. Pemakaian imbuhan
    3.1 Produktif
    3.2 Improduktif
IV. Makna dan fungsi imbuhan
    4.1 Fungsi imbuhan
    4.2 Makna imbuhan

B. I. Makna dan fungsi imbuhan
    1.1 Fungsi imbuhan
    1.2 Makna imbuhan
II. Makna dan fungsi imbuhan sisipan
    2.1 Makna sisipan
    2.2 Fungsi sisipan
III. Makna dan fungsi imbuhan akhiran
    3.1 Makna akhiran
    3.2 Fungsi akhiran
IV. Makna dan fungsi konfiks
    4.1 Makna konfiks
    4.2 Fungsi konfiks

C. I. Imbuhan awalan
    1.1 Cara penulisannya
    1.2 Macam-macamnya
II. Imbuhan akhiran
    2.1 Cara penulisannya
    2.2 Macam-macamnya
III. Imbuhan konfiks
    3.1 Cara penulisannya
    3.2 Macam-macamnya
IV. Imbuhan sisipan
    4.1 Cara penulisannya
    4.2 Macam-macamnya

D. I. Sejarah imbuhan
II. Macam imbuhan
    2.1 awalan
    2.2 sisipan
    2.3 akhiran
    2.4 konfiks
III. Contoh pemakaian imbuhan
IV. Fungsi dan makna imbuhan

E. I. Contoh-contoh imbuhan
II. Imbuhan produktif
    2.1 awalan
    2.2 akhiran
    2.3 konfiks
III. Pemakaian imbuhan dalam kalimat
IV. Makna imbuhan dalam kalimat

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Kerangka isi yang “tepat” untuk judul “Imbuhan dalam Bahasa Indonesia” idealnya mencakup: pengertian (apa itu imbuhan), jenis-jenis/bentuk (awalan, sisipan, akhiran, gabungan), pemakaian (produktif/improduktif), serta makna dan fungsi (dampak imbuhan pada kata).

Opsi A paling lengkap dan runtut: mulai dari pengertian dan asal-usul, lalu macam/bentuk, lalu pemakaian, lalu makna/fungsi. Opsi lain ada yang terlalu sempit (hanya makna/fungsi), ada yang tidak proporsional urutannya, atau melewatkan bagian penting. Karena kelengkapan dan keruntutan A \( \gt \) opsi lain, maka A benar; opsi lain \( \lt \) A.

Analisis tiap pilihan:

A. Benar: cakupan luas, runtut, dan sesuai judul umum “imbuhan”.

B. Terlalu berat pada “makna dan fungsi” serta tidak menampilkan kerangka jenis imbuhan secara seimbang sejak awal.

C. Membahas jenis imbuhan, tetapi tidak ada pengertian umum, asal-usul, dan pemakaian produktif/improduktif.

D. Cukup baik, tetapi lebih ringkas; bagian “sejarah” belum tentu inti, dan tidak serinci A pada pemakaian produktif/improduktif.

E. Dimulai dari “contoh-contoh”, kurang ideal untuk karya tulis (biasanya definisi/jenis dulu), serta tidak menata jenis imbuhan selengkap A.


Soal 28

Perhatikan kesimpulan karya tulis berikut!

Berdasarkan uraian-uraian tersebut, jelaslah bahwa minat dan apresiasi sastra siswa SMA terhadap puisi cukup tinggi.

Kalimat saran yang sesuai dengan kesimpulan isi karya tulis tersebut adalah ....

A. Hendaknya sekolah-sekolah mengundang para penyair untuk membacakan puisi-puisinya.

B. Hendaknya pemerintah menyediakan gedung khusus pengembangan sastra.

C. Hendaknya siswa SMA mengumpulkan bermacam-macam puisi dan membukukannya.

D. Hendaknya lomba baca puisi dapat dijadikan kegiatan intrakurikuler dalam kegiatan kurikulum sekolah.

E. Hendaknya minat dan apresiasi puisi yang telah dimiliki siswa lebih dikembangkan lagi.

Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Kesimpulan menyatakan “minat dan apresiasi ... cukup tinggi”. Saran yang tepat harus langsung menindaklanjuti kesimpulan tersebut: jika sudah tinggi, maka langkah logis adalah mempertahankan dan mengembangkan lebih lanjut minat itu.

Opsi E persis menempel pada kesimpulan: mengembangkan minat dan apresiasi yang sudah ada. Opsi A–D adalah bentuk kegiatan spesifik yang mungkin saja baik, tetapi tidak se-langsung dan se-umum E sebagai saran yang paling sesuai dengan kesimpulan. Maka E \( \gt \) opsi lain, dan opsi lain \( \lt \) E.

Analisis tiap pilihan:

A. Kegiatan spesifik; bisa mendukung, tetapi tidak seumum dan tidak pasti paling relevan untuk semua kondisi.

B. Terlalu jauh (kebijakan pemerintah/gedung), tidak langsung diturunkan dari kesimpulan tentang siswa SMA.

C. Terlalu spesifik dan berat (membukukan), tidak otomatis berasal dari kesimpulan.

D. Usulan struktural kurikulum; bisa saja, tetapi kesimpulan hanya menuntut pengembangan minat secara umum.

E. Benar: saran paling tepat dan paling sejalan dengan kesimpulan.


Soal 29

Bacalah ilustrasi berikut!

Maksudnya Suwarno terlalu mengagumi Hamengkubuwono IX. Akibatnya, buku ini “overrepetitive”, khususnya tentang Hamengkubuwono IX. Tidak henti-hentinya ia dipuja, progresif, antikolonial, prorakyat, ikut revolusi dan sebagainya seperti kisah yang diceritakan buat tokoh dan pahlawan kita. Akibatnya, kurang analisis dan kritik atau kurang perbandingan.

Kalimat yang mengungkapkan kelemahan buku sesuai ilustrasi tersebut adalah ....

A. Buku ini tidak mencerminkan seorang pahlawan yang sesungguhnya, tetapi hanya khayalan pengarang.

B. Tidak henti-hentinya pengarang menulis hal yang sama membuat buku “overrepetitive”.

C. Suwarno terlalu dipuja, progresif, antikolonial, prorakyat, dan hal ini dianggap tidak wajar.

D. Karena kekaguman yang berlebihan terhadap Hamengkubuwono, Suwarno terkesan klise dalam bukunya.

E. Pengarang kurang memberikan perbandingan-perbandingan dalam karyanya ini.

Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Ilustrasi menutup dengan kalimat kunci kelemahan: “kurang analisis dan kritik atau kurang perbandingan.” Maka kalimat yang tepat harus mengekspresikan kekurangan perbandingan/analisis tersebut.

Opsi E menyatakan secara langsung: pengarang kurang memberikan perbandingan. Ini paling sesuai dengan bagian paling eksplisit pada ilustrasi. Karena kesesuaian E \( \gt \) pilihan lain, maka E benar; pilihan lain \( \lt \) E.

Analisis tiap pilihan:

A. Tidak disebut “khayalan pengarang” dalam ilustrasi.

B. Sesuai sebagian (overrepetitive), tetapi ilustrasi menekankan kelemahan utamanya pada kurang analisis/kritik/perbandingan; E lebih tepat.

C. Salah subjek (yang dipuja adalah Hamengkubuwono IX), dan “tidak wajar” tidak dinyatakan.

D. “Klise” tidak disebut; inti kelemahan yang disebut eksplisit adalah kurang analisis/kritik/perbandingan.

E. Benar: langsung sesuai “kurang perbandingan”.


Soal 30

Bacalah ilustrasi berikut!

Setiap tahun, di sekolah saya diadakan perkenalan bersama (Persama) dari berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini sudah disusun dalam program kerja OSIS. Panitia yang terbentuk akan merencanakan kegiatan tersebut tanggal \(4\) – \(15\) September \(2004\) di perkemahan Cidahu, Sukabumi. Untuk itu, panitia menyusun proposal.

Kalimat berisi tujuan pelaksanaan kegiatan dalam penulisan proposal sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah....

A. Kegiatan OSIS ini sudah disusun dalam program jangka panjang sehingga harus dilaksanakan sesuai dengan program yang ada.

B. Kegiatan ini dilaksanakan di Cidahu, Sukabumi dan pesertanya adalah seluruh siswa kelas X dan pengurus OSIS.

C. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal \(4\) – \(5\) September \(2004\), untuk itu segera daftarkan diri ke ruang sekretariat OSIS.

D. Kegiatan persama ini diadakan untuk mengakrabkan dan menjalin kerja sama antara anggota OSIS dari berbagai ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

E. Kegiatan ini memerlukan dana yang cukup besar. Oleh karena itu, setiap peserta dikenakan biaya Rp. \(50.000,00\).

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Kalimat tujuan dalam proposal menjawab pertanyaan: “kegiatan ini diadakan untuk apa?” Dari ilustrasi, “Persama” adalah perkenalan bersama kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan yang paling logis adalah mengakrabkan, memperkenalkan, dan membangun kerja sama antarunsur kegiatan sekolah.

Opsi D jelas berbentuk tujuan (“diadakan untuk ...”) dan sesuai konteks Persama sebagai ajang perkenalan dan kerja sama antaranggota kegiatan. Opsi A lebih berupa alasan administratif, B dan C berisi teknis pelaksanaan (tempat/waktu/peserta), E berisi pendanaan. Maka D \( \gt \) pilihan lain, sedangkan pilihan lain \( \lt \) D sebagai “tujuan”.

Analisis tiap pilihan:

A. Alasan program, bukan tujuan kegiatan.

B. Informasi pelaksanaan (tempat dan peserta), bukan tujuan.

C. Informasi waktu dan ajakan mendaftar, bukan tujuan (bahkan waktunya tidak sama dengan ilustrasi \(4\)–\(15\)).

D. Benar: menyatakan tujuan yang sesuai konteks Persama.

E. Informasi dana/biaya, bukan tujuan.