Soal 56
Bacalah puisi berikut!
|
Gadis Peminta-minta Toto Sudarto Bachtiar Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut gadis kecil berkaleng kecil Pulang ke bawah jembatan yang melulu sosok Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan Gembira dari kemayaan riang Duniamu lebih tinggi dari menara katedral Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu hina Jiwa begitu murni, terlalu murni Untuk bisa membagi duka Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil Bulan di atas itu, tak ada yang punya Dan kotaku, oh kotaku Hidupnya tak lagi ganda |
Tema puisi di atas adalah ....
A. pengutukan seseorang terhadap ketidakadilan
B. keterseentuhan hati melihat penderitaan orang
C. ketidakberdayaan dalam menerima cobaan
D. kehancuran cita-cita seseorang
E. penyesalan seseorang terhadap nasibnya
Jawaban & Analisis Soal 56
Jawaban: B
Langkah membaca tema: Tema adalah gagasan pokok yang menjiwai seluruh puisi. Untuk menemukannya, lihat (1) siapa yang dibicarakan, (2) sikap batin aku-lirik, (3) suasana dominan, dan (4) kata-kata kunci yang berulang.
Isi puisi: Puisi menghadirkan sosok “gadis kecil berkaleng kecil” (peminta-minta). Aku-lirik tergerak ketika bertemu: “Senyummu ...”, “Ingin aku ikut ...”, melihat dunianya yang miskin (bawah jembatan, air kotor) tetapi jiwanya “murni”. Reaksi aku-lirik adalah empati dan keterharuan, bukan kemarahan mengutuk.
B paling tepat. Pilihan B merangkum emosi dominan: hati tersentuh saat menyaksikan penderitaan (kemiskinan) namun disertai kekaguman pada kemurnian jiwa sang gadis. Ini paling sesuai \( \gt \) pilihan lain.
A kurang tepat. Puisi tidak berfokus pada “pengutukan” atau kecaman sosial secara langsung; nada utamanya bukan menghardik sistem, melainkan empati dan renungan.
C kurang tepat. “ketidakberdayaan menerima cobaan” lebih menunjuk pada pasrah terhadap nasib diri sendiri, sedangkan puisi ini menyorot sosok gadis dan rasa terharu aku-lirik.
D salah. Tidak ada cerita tentang “cita-cita” yang hancur; fokusnya pada potret gadis peminta-minta.
E salah. Tidak ada penyesalan aku-lirik terhadap nasibnya sendiri; yang ada adalah simpati pada gadis dan kritik halus pada “kotaku” yang “hilang, tanpa jiwa”.
Soal 57
Bacalah puisi berikut!
|
DIPONEGORO Chairil Anwar Di masa pembangunan ini Tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali Pedang di kanan, keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati |
Suasana yang tergambar dalam penggalan puisi di atas adalah ....
A. putus asa
B. tertindas
C. bersemangat
D. merdeka
E. berontak
Jawaban & Analisis Soal 57
Jawaban: C
Konsep kunci: Suasana (mood) adalah nuansa perasaan yang muncul dari pilihan kata dan gambaran dalam puisi, misalnya optimistis, muram, heroik, gentar, dan sebagainya.
Bukti suasana: Ada kata/frasa yang bernada heroik: “bara kagum menjadi api”, “Tak gentar”, “Lawan banyaknya seratus kali”, “Berselempang semangat yang tak bisa mati”. Semua menimbulkan nuansa gairah perjuangan.
C paling tepat. Nuansa dominan adalah semangat, keberanian, dan daya juang. Maka “bersemangat” paling sesuai \( \gt \) pilihan lain.
A salah. Tidak ada tanda menyerah atau murung; justru “tak gentar”.
B salah. “tertindas” biasanya bernuansa tertekan dan pasif; penggalan ini aktif, menyerang, berani.
D kurang tepat. “merdeka” lebih menunjuk keadaan/hasil, bukan mood dominan yang sedang dibangun (moodnya adalah semangat heroik).
E kurang tepat. Ada unsur perlawanan, tetapi inti yang paling menonjol adalah kobaran semangat, sehingga E \( \lt \) C.
Soal 58
Kacalah puisi berikut!
|
Menyesal Pagiku hilang sudah melayang Hari mudaku sudah pergi Sekarang petang datang membayang Batang usiaku sudah tinggi Aku lalai di hari pagi Beta lengah di masa muda Kini hidup meracun hati Miskin ilmu, miskin harta Ah, apa guna kusesalkan Menyesal tua tiada berguna Hanya menambah luka sukma Kepada yang muda kuharapkan Atur barisan di hari pagi Menuju ke atas padang bakti! (A. Hasjim, Puisi Baru, STA) |
Amanat yang sesuai dengan isi puisi di atas adalah ....
A. Atur barisan menuju cita-cita selagi masih muda
B. Selagi muda carilah harta sebanyak-banyaknya
C. Selagi muda tuntutlah ilmu dan bekerja keraslah
D. Walaupun sudah tua tuntutlah ilmu
E. Tuntutlah ilmu dan carilah harta
Jawaban & Analisis Soal 58
Jawaban: C
Konsep kunci: Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. Caranya: ringkas isi puisi \(\rightarrow\) simpulkan pesan yang paling ditekankan.
Isi puisi: Aku-lirik menyesal karena menyia-nyiakan masa muda (“Aku lalai di hari pagi”, “Beta lengah di masa muda”). Akibatnya: “Miskin ilmu, miskin harta”. Lalu ia menasihati yang muda: “Atur barisan di hari pagi” menuju “padang bakti”. Pesan utamanya: jangan lalai saat muda; isi masa muda dengan usaha yang benar, terutama menuntut ilmu dan bekerja/berbuat.
C paling tepat. C menekankan dua hal yang sejalan dengan sebab-akibat puisi: jangan sampai “miskin ilmu” dan jangan malas (bekerja keras). Ini paling sesuai \( \gt \) pilihan lain.
A kurang tepat. Ada unsur “atur barisan”, tetapi A tidak menyinggung inti penyesalan “miskin ilmu” yang menjadi tekanan kuat puisi, sehingga A \( \lt \) C.
B salah. Puisi tidak menganjurkan mengejar harta “sebanyak-banyaknya”; fokusnya pada penyesalan dan perbaikan diri.
D kurang tepat. Puisi justru menekankan penyesalan tua tidak berguna, dan nasihat ditujukan “kepada yang muda”, sehingga D \( \lt \) C.
E kurang tepat. Terlalu umum; puisi menekankan urgensi saat muda dan kerja keras, bukan sekadar “ilmu dan harta”.
Soal 59
Bacalah ilustrasi berikut!
Dengan catatan anak kecil itu melambai-lambaikan koran sore yang dibawanya kepada orang-orang yang berdiri menunggu datangnya bus di terminal itu, beberapa orang tertarik untuk membelinya. Ada yang karena sekadar kasihan dengan si anak, tetapi ada juga yang karena ingin mengetahui berita sore itu.
Pembuatan kalimat yang tepat untuk dijadikan larik puisi sesuai prosa tersebut adalah ....
A. kibaran koran sore di tanganmu memanggil-manggil penuh gaung bagi pemburu
B. anak kecil itu melambai-lambaikan koran sore ia menunggu pembeli di tempat datangnya bus sore itu beberapa orang kasihan dan membeli koran itu
C. penunggu bus membeli koran yang didagangkan seorang anak kecil di terminal karena perasaan kasihan
D. anak kecil itu melambai-lambaikan koran sore kepada pembeli yang menunggu bus di halte bus
E. ketika orang pulang bekerja di terminal bus membeli koran sore yang dijajakan seorang arak kecil
Jawaban & Analisis Soal 59
Jawaban: A
Konsep kunci: Larik puisi biasanya lebih padat, imajinatif, dan puitis (menggunakan citraan/metafora/diksi khas), bukan sekadar mengulang prosa secara datar.
A paling puitis. Mengubah informasi prosa menjadi citraan “kibaran koran sore di tanganmu” dan diksi “memanggil-manggil” yang memberi efek puitik. Ini sesuai situasi (anak melambai koran sore untuk menarik pembeli), tetapi disajikan dengan gaya larik puisi. Karena itu A \( \gt \) pilihan lain.
B salah. Terlalu panjang, seperti kalimat prosa tanpa pemadatan dan tanpa estetika larik.
C kurang tepat. Masih datar, seperti kalimat laporan; tidak puitis.
D kurang tepat. Mengubah “terminal” menjadi “halte bus” (tidak sesuai prosa) dan tetap datar.
E salah. Ada salah ketik “arak kecil” (seharusnya “anak kecil”) dan struktur kurang jelas; juga terlalu prosaik.
Soal 60
Bacalah ilustrasi berikut!
Sembilan tahun sudah kini, aku dan Alice menikah. Tiga anak telah lahir kami miliki, dua laki-laki dan seorang perempuan. Kami tinggal di pinggiran kota, dan banyak mendengarkan musik klasik dan PH-nya Frangkie Laine. Penghasilan kali kami mempererangkarkan, bahwa terlalu jauh untuk mengingat-ingat. Kami sepakat hampir dalam setia. Dia adalah seorang istri yang baik dan jika aku boleh mengatakan juga, aku pun seorang suami yang baik. Perkawinan kami sempurna. Kami akan bercerai bulan depan. Aku tak kuasa menahannya.
Kata-kata sifat yang tepat untuk dijadikan larik puisi sesuai dengan suasana yang digambarkan di atas adalah ....
A. sedih, terharu, indah
B. biasa, tenang, sepi
C. bahagia, damai, pedih
D. lama, sepi, bahagia
E. indah, senang, terharu
Jawaban & Analisis Soal 60
Jawaban: C
Konsep kunci: Pilihan kata sifat harus menangkap suasana dominan. Teks menggambarkan kehidupan rumah tangga yang tampak baik (“istri baik”, “suami baik”, “perkawinan sempurna”), tetapi berakhir dengan kontras tragis (“Kami akan bercerai bulan depan”). Jadi suasana utamanya adalah campuran bahagia/damai yang berujung pedih.
C paling sesuai. “bahagia” dan “damai” menggambarkan bagian awal yang tampak harmonis, sedangkan “pedih” mewakili pukulan akhir: rencana perceraian yang menyakitkan. Kombinasi ini paling tepat \( \gt \) opsi lain.
A kurang tepat. “terharu” dan “indah” tidak kuat menangkap ironi pahit perceraian; “pedih” lebih tepat daripada “terharu”.
B kurang tepat. “biasa, tenang, sepi” menghapus unsur kebahagiaan dan tragedi yang jelas ada dalam ilustrasi.
D kurang tepat. “lama” bukan suasana batin, dan “bahagia” tanpa “pedih” tidak menangkap konflik akhir.
E kurang tepat. “indah, senang, terharu” terlalu positif dan tidak mewakili kepedihan perceraian.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 12