Soal 51
“Tidak, mudah-mudahan tidak. Hasudin penurut. Tidak seperti abang-abangnya sungguh dia anak penurut.
Aku masih ingat kata-kata almarhum Kamardin, tidak mau dia mengindahkan kata-kataku. Jangan melompat-lompat dan banyak berlari-larian sehari sebelum disunat.
Tapi ia tidak mengindahkannya. Terus saja berlarian bersama teman-temannya. Dia seperti lupa akan disunat.
Akibatnya, darahnya turun. Dan dukun pun tak mampu mengatasi.”
Panggilan Rasul, Hamzad Rangkuti
Amanat penggalan cerpen adalah ....
A. Orang tua harus dapat menasihati anak.
B. Sebagai anak harus menaati perintah orang tua.
C. Dukun suku harus lebih cermat dalam bekerja.
D. Tidak perlu menyesali yang sudah terjadi.
E. Setiap anak mempunyai sifat yang berbeda.
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: B
Amanat adalah pesan yang dapat dipetik dari peristiwa dalam cerita. Dalam kutipan, orang tua menasihati: “Jangan melompat-lompat dan banyak berlari-larian sehari sebelum disunat.” Namun nasihat itu tidak ditaati. Akibatnya terjadi masalah: “darahnya turun” dan “dukun pun tak mampu mengatasi.” Rangkaian sebab-akibat ini menegaskan pesan: anak seharusnya menaati nasihat/perintah orang tua.
| Sebab | nasihat orang tua tidak diindahkan |
| Akibat | darah turun, dukun tidak mampu mengatasi |
| Amanat | taati nasihat/perintah orang tua |
A terlalu umum (orang tua menasihati memang ada, tetapi pesan utamanya diarahkan pada perilaku anak). C tidak didukung teks (masalahnya bukan kecermatan dukun, melainkan kondisi akibat ketidakpatuhan). D dan E bukan pesan utama yang ditunjukkan oleh konflik sebab-akibat. Kesesuaian amanat dengan peristiwa B lebih kuat \(2 \gt 1\) daripada opsi lain \(1 \lt 2\).
Soal 52
Bacalah cuplikan cerpen berikut!
Kapan-kapan itu adalah suatu sore, ketika aku sedang sibuk mengetik tugas. Kamarku diketuk orang, walau seingat aku, sore itu aku tidak berjanji dengan siapa-siapa.
“Wan, Saudara sibuk betul rupanya,”
Tentu saja sedang sibuk. Kalau tidak sibuk, tentu tidak bakalan berserakan kertas-kertas di mejaku. Kalau sudah tahu sibuk, kenapa kau masih datang bertamu?
Tetapi, cobalah bayangkan! bagaimana pula kau harus mengusir orang yang sudah berdiri di hadapanmu?
Dengan membedaki mukaku setebal mungkin dengan rasa ketimuran, yang terloncat dari mulutku adalah:
“Ya, begitulah.”
Wolfgang Kippkop, Pamusuk Eneste
Nilai moral yang terkandung dalam cuplikan cerpen di atas adalah ....
A. saling menghormati dan menghargai
B. berbaasa-basi dan berpura-pura baik
C. bertamu pada waktu yang tepat
D. menjaga perasaan orang lain
E. tidak boleh mengganggu pekerjaan orang
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: C
Cuplikan menampilkan situasi: tokoh “aku” sedang sibuk mengetik tugas, kamar berantakan karena pekerjaan, tetapi ada tamu datang tanpa janji. Tokoh “aku” sebenarnya ingin menolak/mengusir, namun menahan diri dan tetap berkata sopan (“Ya, begitulah.”). Nilai moral yang dapat dipetik adalah: bertamu sebaiknya pada waktu yang tepat, tidak datang saat tuan rumah sedang sibuk.
| Masalah pada kutipan | tamu datang saat tuan rumah sibuk dan tanpa janji |
| Pesan moral | pilih waktu yang tepat ketika bertamu |
A dan D bisa menjadi nilai pendukung (sopan, menjaga perasaan), tetapi pusat situasinya adalah ketidaktepatan waktu bertamu. E mirip, namun lebih umum; sedangkan C paling spesifik sesuai konteks “bertamu” yang menjadi inti peristiwa. Ketepatan konteks C \(2 \gt 1\) daripada generalisasi E \(1 \lt 2\).
Soal 53
Bacalah penggalan novel berikut!
Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema. Apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah berhubungan lagi dengan Mas Sudibyo.
Watak tokoh “aku” yang terlihat dalam penggalan novel adalah....
A. egoistis
B. ceroboh
C. lemah
D. penyabar
E. peragu
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: E
Tokoh “aku” menyatakan “dihadapkan pada suatu dilema” dan mempertimbangkan dua pilihan: mendekat lalu terus terang, atau tetap seperti sekarang. Kalimat ini menunjukkan keraguan dan kebimbangan dalam mengambil keputusan. Jadi watak yang tampak adalah peragu.
| Bukti teks | “dihadapkan pada suatu dilema”, “apakah... atau...” |
| Simpulan watak | bimbang/ ragu menentukan pilihan |
A, B, C, dan D tidak didukung oleh bukti dalam kutipan. Yang muncul jelas adalah kebimbangan memilih. Ketepatan E \(2 \gt 1\) dibanding opsi lain \(1 \lt 2\).
Soal 54
T i n a : Tuhan menakdirkan semua nasib manusia, kita hanya menjalani.
I b u : Nah, pikiran begitu itulah yang tak kusukai, kau sudah ditakdirkan Tuhan punya suami buta, tak adakah niatmu, tidak adakah usahamu untuk mengubah takdir itu?
Sebab takdir itu baru jatuh setelah manusia berusaha. Tina, kau bukan anakku jika kau tidak berani melawan takdir yang pahit.
T i n a : Aku sudah berusaha, Abas juga sudah berusaha, dan inilah hasilnya. Kami dapat membelanjai diri untuk hidup sehari-hari.
Konflik yang terjadi antara tokoh Tina dan ibu didasari oleh....
A. pandangan mengenai takdir
B. perbedaan takdir manusia
C. pasrah menjalani takdir
D. usaha melawan takdir
E. nasib merupakan takdir
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: A
Konflik muncul karena perbedaan cara memandang takdir. Tina cenderung menerima: “kita hanya menjalani”. Ibu menolak sikap itu dan menekankan usaha serta “melawan takdir yang pahit”. Jadi dasar konflik adalah pandangan mengenai takdir, yaitu pasrah vs harus diubah dengan usaha.
| Pandangan Tina | takdir dijalani (menerima hasil) |
| Pandangan Ibu | takdir harus diupayakan/diubah (melawan kepahitan) |
| Dasar konflik | pertentangan cara pandang |
C dan D hanya mengambil salah satu sisi, bukan akar pertentangannya. B terlalu umum. E hanya pernyataan Tina, bukan dasar konflik dua pihak. Maka A paling tepat \(2 \gt 1\) dibanding lainnya \(1 \lt 2\).
Soal 55
Bacalah penggalan berikut.
Tuti bukan orang yang mudah kagum, yang mudah heran melihat sesuatu. Keisyaratannya akan harga dirinya sangat besar. Ia tahu bahwa ia pandai dan cakap. Banyak yang akan dikerjakan dan dicapainya. Segala sesuatu diukurnya dari kecakapannya sendiri. Oleh sebab itu, ia jarang memuji.
Watak Tuti diungkapkan dengan cara ....
A. penjelasan langsung
B. pendapat tokoh lain
C. pendeskripsian fisik
D. sikap tokoh
E. perasaan tokoh
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: A
Pengarang menyatakan watak Tuti secara langsung dengan kalimat-kalimat deskriptif: “bukan orang yang mudah kagum”, “harga dirinya sangat besar”, “tahu bahwa ia pandai dan cakap”, “jarang memuji”. Ini adalah teknik penokohan langsung (langsung menyebut sifat-sifat tokoh).
| Ciri penjelasan langsung | narator menyebut sifat tokoh secara eksplisit |
| Bukti di kutipan | “tidak mudah kagum”, “harga diri besar”, “pandai dan cakap”, “jarang memuji” |
B salah karena bukan tokoh lain yang menilai. C tidak ada deskripsi fisik. D dan E bukan cara utama, karena teks tidak menunjukkan tindakan/perasaan yang disimpulkan, melainkan langsung menyatakan sifat. Penjelasan eksplisit A lebih kuat \(2 \gt 1\) dibanding inferensi \(1 \lt 2\).
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 12