Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 31

31. Bacalah kutipan artikel berikut dengan cermat!

Dalam perjalanan menuju lokasi Festival Seni di Jepang, saya melihat tulisan besar. Tulisan ini terus teriang menggelitik imajinatif dan pikiran saya. Saya bertanya pada teman apa arti “Osama”. Ternyata berarti raja. Jepang memang mempunyai beberapa obyek wisata menarik.

Perbaikan kata-kata tidak baku dalam paragraf tersebut adalah ....

A. festifal, imaji, obyek
B. festival, imajinasi, objek
C. pestipal, imaji, objek
D. festival, imajinasi, obyek
E. festival, imajinasi, objek

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis:

Pada paragraf, terdapat kata yang tidak baku/keliru bentuknya: imajinatif (yang dimaksud adalah nomina “imajinasi”), dan obyek (baku: “objek”). Selain itu, penulisan istilah yang tepat untuk “Festival” adalah “festival” (bentuk baku).

Jadi perbaikannya menjadi: festival, imajinasi, objek.

Catatan: Pada opsi, pilihan B dan E tampak sama. Jika mengikuti kunci satu jawaban, dipilih B (kemunculan pertama).


Soal 32

32. Bacalah kutipan berikut!

Pada dasarnya ada dua jenis keritik sastra, yakni kritik sastra intrinsik dan kritik sastra extrinsik. Kritik sastra intrinsik menganalisis karya berdasarkan bentuk dan gayanya, secara komplok.

Penulisan kata serapan dalam kutipan di atas sesuai dengan EYD. Perbaikan penulisan kata serapan yang sesuai EYD adalah ....

A. kritik, ektrinsik, komplek
B. kritiks, ekstrinsik, kompleks
C. kritis, ekstrinsik, komplek
D. kritik, ekstrinsik, kompleks
E. kritis, ekstrinsik, komplek

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis:

Kata tidak baku pada kutipan adalah: “keritik” (baku: kritik), “extrinsik” (baku: ekstrinsik), dan “komplok” (baku: kompleks).

Opsi yang tepat dan sekaligus memperbaiki ketiganya sesuai kaidah penulisan kata serapan adalah kritik, ekstrinsik, kompleks (D).


Soal 33

33. Bacalah dengan seksama paragraf narasi berikut!

Namun, semua terjadi di luar perhitungan. Tidak dapat dihindari, mereka melihat anak itu dapat menandai seragam sekolah yang dikenakannya. Seorang dari mereka datang ke arah kami, mencengkeram merenggut kerah baju di bagian lehernya. Terdengar benang putus di bagian kerah yang direnggut anak itu. Mereka menyentraknya dari sisiku. Aku langsung bertindak mencegahnya ....

Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. kelompok pelajar yang sedang diamuk marah itu langsung memukul anak itu.
B. Kemudian dengan sangat brutal mereka melakukan penganiayaan terhadap anak itu.
C. Akan tetapi, mereka mendorongku dengan kasar, membiarkan aku terjungkal ke atas lantai.
D. Mereka dengan berang kembali menendang, memukul, dan menghempas anak itu.
E. Untunglah pada saat yang sama seorang polisi sedang merazia pelajar di gerbong lain.

Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis:

Kalimat yang diminta harus menyambung logis dengan “Aku langsung bertindak mencegahnya ...”. Jika tokoh “aku” berusaha mencegah, kelanjutan yang paling padu adalah reaksi pelaku yang menghalangi tokoh “aku”.

Opsi (C) tepat karena menunjukkan konsekuensi langsung dari tindakan “aku”: pelaku mendorong “aku” dengan kasar sehingga “aku” terjungkal. Ini menjaga alur sebab-akibat dan tetap fokus pada konflik yang sedang berlangsung.

Opsi (A), (B), dan (D) langsung meloncat ke tindakan kekerasan pada anak tanpa menjelaskan hambatan terhadap tokoh “aku” yang baru saja “bertindak mencegah”. Opsi (E) memperkenalkan peristiwa baru (polisi merazia) yang terasa meloncat dan melemahkan kesinambungan adegan.


Soal 34

34. Bacalah paragraf deskripsi berikut dengan saksama!

(1) Hanya helaan napas yang terdengar berat dan panjang. (2) Pak Kus gelisah sejak tadi, perasaannya campur aduk. (3) Jangan-jangan Ketua Yayasan telah tahu kalau dirinya suka menerima amplop dari orang tua murid. (4) Gajinya dibawa pulang ke kebutuhannya keluarganya. (5) Sebab orang nomor satu di sekolah itu terkenal tegas, disiplin, dan mengagungkan kejujuran dalam hidupnya.

Kalimat yang tidak padu atau sumbang dalam paragraf tersebut adalah nomor ....

A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

Jawaban & Analisis

Jawaban: D (4)

Analisis:

Kepaduan paragraf terlihat dari satu fokus: kegelisahan Pak Kus (2) karena takut ketahuan menerima amplop (3), diperkuat oleh gambaran napas berat (1) dan alasan bahwa Ketua Yayasan tegas dan menjunjung kejujuran (5).

Kalimat (4) “Gajinya dibawa pulang ke kebutuhannya keluarganya” tidak memperkuat konflik utama tentang “amplop” dan “ketakutan ketahuan”. Kalimat ini juga terasa janggal secara bentuk (struktur frasa tidak rapi) sehingga makin tampak “sumbang” dibanding kalimat lain.


Soal 35

35. Cermatilah puisi berikut!

AKU
Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
....
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Karya: Chairil Anwar

Larik bermajas metafora yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....

A. Aku ini binatang jalang
B. Aku manusia biasa
C. Aku orang tak berguna
D. Aku memang miskin
E. Aku bodoh dan malas

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

Majas metafora membandingkan secara langsung tanpa kata pembanding “seperti/bagai”. Larik “Aku ini binatang jalang” adalah metafora yang menggambarkan “aku” sebagai sosok liar, bebas, keras, dan tak mau ditundukkan.

Selain itu, larik tersebut paling padu dengan suasana puisi: tegas, menantang, dan menunjukkan daya juang (“meradang menerjang”, “biar peluru menembus kulitku”). Opsi lain lebih berupa pernyataan biasa, tidak membentuk metafora kuat, dan kurang menyatu dengan energi puisi.