Baca juga
- pesantren Darul Rachman
- Pesantren Darul Hikam Ponorogo
- pesantren Man Ana
- Pesantren Ulul Azmi Trenggalek
Teks untuk Soal 36 s.d. 37
Melihat tingkah kedua remaja itu, ditambah dengan ajakannya yang menggoda, serta musik pengiringnya yang merangsang, penumpang-penumpang yang banyak itu pun tergelitik untuk ikut menari. Semua mereka sekarang menari. Anak gadis yang duduk di sebelahku mungkin tergoda pula untuk menari. Dia menoleh kepadaku dan berkata, “Mari kita ikut menari, Pak.”
“Taklah. Badan Bapak masih terasa sakit. Kau sajalah yang menari.”
“Tapi tak ada pasangan yang tersisa untukku. Ayolah! Temani saya. Tak apa-apalah sakit sedikit. Apa kata anak muda itu? Lupakan sejenak segala duka! Mari bergembira.” Dia menarik tanganku.
“Saya ingin sekali menari di atas rel kereta listrik yang sedang berjalan. Bagaimana rasanya melenggok di atas lantai yang bergoyang. Tak pernah saya temukan suasana gila seperti ini, seumur-umur. Ayolah, Pak. Mumpung ada orang yang memberi inisiatif.”
Di Atas Kereta Listrik, Hamdah Rangkuti
Soal 36. Masalah yang diungkapkan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. ajakan seorang gadis kepada tokoh “aku” untuk ikut menari
B. keinginan tokoh “aku” terhadap ajakan gadis untuk ikut menari
C. suasana gila di atas kereta listrik yang sedang berjalan
D. seorang gadis yang ingin ikut menari di atas kereta rel listrik
E. kesadaran tokoh “aku” untuk menari mengikuti ajakan seorang gadis
Soal 37. Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. Rasa malu hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat itu.
B. Anak-anak muda sebaiknya tidak mengikuti perkembangan budaya asing.
C. Orang harus mempertimbangkan sesuatu sebelum melakukan perbuatan.
D. Sebaiknya orang harus pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan pada saat itu.
E. Anak-anak muda sebaiknya jangan mudah tergoda oleh budaya dalam negeri.
Teks untuk Soal 38 dan Soal 39
Syahdan akan Permaisuri Kurlapiku pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun dimikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita keduai dikehendaki oleh Sahyang Suaka kembali ke kayangan kita.” Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, marilah kita memuja pada segala Dewa-dewa memohonkan kalaku-kalaku dianugerahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Soal 38. Watak permaisuri dalam kutipan tersebut adalah ....
A. takut pada suami
B. keras hati
C. taat beribadah
D. suka berkhayal
E. tinggi hati
Soal 39. Amanat yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ....
A. Janganlah memuja dewa-dewa
B. Bersabarlah dalam menghadapi musibah
C. Bersikaplah saling menghormati antara suami-istri
D. Hindarilah perbuatan yang tidak terpuji
E. Berdoa dan berusahalah jika menginginkan sesuatu
Soal 40. Cermati dialog berikut!
Ica : Sudah lama kita tidak bertemu teman kita ya, Gus?
Gus : Benar, Ca. Sudah rindu rasanya berkumpul seperti dulu.
Ica : ....
Gus : Itu ide yang bagus. Kapan kita wujudkan?
Ica : Liburan akhir tahun pelajaran saja.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog tersebut adalah ....
A. Bagaimana kalau itu adakan reuni?
B. Berkumpul-kumpul seperti apa yang kamu maksudkan?
C. Kapan kita berkumpul dengan teman-teman?
D. Di manakah kita laksanakan acara kumpul tersebut?
E. Ah, itu sangat mudah untuk dilakukan lagi, asal mau saja?
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA 11