Soal 27
27. Bacalah paragraf berikut dengan cermat!
Yang berdiri paling depan dalam deretan itu, yang berpegang pada kawat rajang loket, yang tampak seperti karung kosong dijemur di jemuran kain, adalah seorang lelaki berperawakan kurus. Pakainnya lusuh, kotor, dan robek-robek. Bau yang tidak sedap dari keringat tubuhnya pun menyengat ....
Kalimat yang tepat untuk melanjutkan paragraf deskripsi tersebut adalah ....
A. Orang yang antre di belakangnya menutup hidung dengan sapu tangan rapat-rapat, tidak dihiraukannya.
B. Udara makin panas, mereka terlihat gelisah, dari raut mukanya tampak lelah sekali setelah seharian bekerja.
C. Satu per satu menuju ke depan loket dan menyodorkan sesuatu, lalu pulang meninggalkan tempat.
D. Mereka terlihat pula memegang sesuatu di tangan kiri masing-masing dan memegangnya erat-erat.
E. Sebentar-sebentar orang-orang melepaskan pegangannya di kawat rajang pos yang tajam dan runcing.
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis:
Paragraf tersebut adalah deskripsi yang fokus pada satu objek: lelaki kurus di barisan paling depan, dengan pakaian lusuh dan bau keringat yang menyengat. Kalimat lanjutan yang tepat seharusnya masih memperkuat kesan fisik/indra (bau) dan dampaknya pada orang di sekitar.
Opsi A paling padu karena menunjukkan reaksi langsung orang lain terhadap bau menyengat: orang di belakang menutup hidung. Selain itu, kalimat “tidak dihiraukannya” tetap menjaga fokus pada lelaki itu (ia tidak peduli), sehingga kesinambungan deskripsi terjaga.
Uji opsi lain:
B melebar ke keadaan umum antrean (udara panas, semua gelisah) dan tidak spesifik menguatkan bau lelaki itu.
C bergeser ke urutan tindakan antrean (proses di loket), bukan penguatan deskripsi lelaki kurus.
D menyebut “mereka” memegang sesuatu, tetapi tidak jelas kaitannya dengan bau/objek utama.
E fokus pada kawat rajang pos yang tajam, ini detail baru yang tidak berasal dari fokus bau/penampilan lelaki.
Soal 28
28. Bacalah paragraf berikut!
Akhirnya, hari yang kutunggu-tunggu tiba juga. Aku diajak ke rumah nenek di Bogor oleh Ayah dan Ibu. Pagi-pagi aku sudah bangun. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu nenek dan kakek. Aku sangat merindukan mereka karena sudah hampir enam bulan tidak bertemu.
Aku harus mandi agak lama, biar bersih dan wangi karena nenek dan kakek selalu memuji cucunya yang wangi dan bersih. ... Selesai sarapan pagi, kami langsung berangkat dan aku duduk persis di belakang ayah sambil menikmati perjalanan ke kota Bogor. Tak terasa, di tengah perjalanan aku tertidur pulas.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf narasi tersebut adalah ....
A. Aku tidak lupa mengunci pintu-pintu dan jendela-jendela dulu.
B. Ibu mengepak barang-barang dan oleh-oleh yang akan dibawa.
C. Supir membersihkan mobil yang sangat kotor karena hujan semalam.
D. Ayah duduk di ruang tamu menunggu kami siap berangkat.
E. Aku sarapan pagi bersama keluarga dengan hidangan seadanya.
Jawaban & Analisis
Jawaban: E
Analisis:
Bagian rumpang terletak sebelum kalimat “Selesai sarapan pagi, kami langsung berangkat...”. Artinya, kalimat yang hilang seharusnya memuat peristiwa sarapan atau transisi menuju sarapan, agar urutan kejadian menjadi runtut: bangun → mandi → sarapan → berangkat → tertidur di perjalanan.
Opsi E tepat karena mengisi peristiwa sarapan secara langsung dan selaras dengan kalimat sesudahnya (“Selesai sarapan pagi...”).
Uji opsi lain:
A tidak relevan (mengunci pintu) dan tidak mengantar logis ke “selesai sarapan”.
B mungkin terjadi, tetapi tidak membangun kaitan langsung dengan “selesai sarapan”.
C menghadirkan tokoh baru “supir” dan detail baru yang tidak dikenalkan sebelumnya.
D bisa terjadi, tetapi tetap kurang padu karena penggalan setelah rumpang menekankan sarapan.
Soal 29
29. Cermati teks pidato berikut!
Hadirin yang berbahagia,
Bencana alam terjadi di mana-mana sehingga sangat merugikan bagi manusia dan alam sekitarnya.
Kita kehilangan harta benda ataupun orang-orang yang kita sayangi. Mengapa bencana alam terjadi?
Apakah karena ulah manusia sendiri yang mulai kurang peduli dengan lingkungan?
Hutan digunduli tanpa perhitungan, pohon-pohon dijarah oleh manusia serakah, sampah dibuang di saluran-saluran air.
Pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan. Kita tidak ingin bencana alam terjadi lagi ....
Kalimat imbauan untuk melengkapi teks pidato tersebut adalah ....
A. Marilah kita jaga lingkungan kita dengan bersikap lebih bijak dan peduli terhadap alam di sekitar kita.
B. Jangan mengulang sikap-sikap yang tidak terpuji karena kita tidak ingin bencana terulang lagi.
C. Sebaiknya kita bersatu padu menjaga dan melestarikan kekayaan bangsa dan tanah air kita.
D. Lingkungan harus dijaga dengan baik sehingga akan memberikan manfaat kepada kita.
E. Manusia dapat bersikap bijaksana dalam mengelola lingkungan dan berpartisipasi terhadap lingkungan sekitar kita.
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis:
Kalimat yang diminta adalah imbauan penutup/lanjutan pidato. Ciri imbauan biasanya memakai bentuk ajakan, misalnya “marilah”, “ayo”, “hendaknya”, yang mendorong pendengar melakukan tindakan konkret.
Opsi A paling tepat karena: (1) menggunakan kata ajakan “Marilah”, (2) sejalan langsung dengan isi pidato tentang kerusakan lingkungan, dan (3) memberikan arah tindakan: menjaga lingkungan dengan bijak dan peduli.
Uji opsi lain:
B bernada larangan, masih imbauan tetapi kurang spesifik tindakan “menjaga lingkungan”.
C melebar ke “kekayaan bangsa dan tanah air”, fokusnya tidak setajam masalah lingkungan yang dibahas.
D lebih berupa pernyataan umum (sebab-akibat), kurang terasa sebagai ajakan langsung.
E lebih berupa pernyataan kemampuan (“dapat”), bukan ajakan tegas untuk bertindak.
Soal 30
30. Cermati paragraf berikut!
Saat ini masih ada masyarakat yang tidak perduli terhadap lingkungan sekitarnya. Ada yang cuma merusak dan mengganggu ketertiban dan ketenangan lingkungan masyarakat. Ada juga yang hanya berpangku tangan. Mereka bilang bahwa masalah lingkungan merupakan tanggung jawab pemerintah. Hal seperti itulah yang akhirnya menyebabkan muncul paradigma, masyarakat yang bilang tugas pelajar yang baik adalah belajar dengan tekun.
Kata baku yang tepat untuk memperbaiki kata bercetak miring dalam paragraf tersebut adalah ....
A. perduli, hanya, berkata
B. memedulikan, hanya, mengatakan
C. memperdulikan, cuma, mengatakan
D. peduli, cuma, berkata-kata
E. peduli, hanya, mengatakan
Jawaban & Analisis
Jawaban: E
Analisis:
Tiga kata bercetak miring yang harus dibakukan adalah: perduli, cuma, dan (implisit dari kalimat) “bilang”. Perbaikannya dalam bahasa baku: “perduli” menjadi peduli, “cuma” menjadi hanya, dan “bilang” dalam ragam formal sepadan dengan mengatakan.
Opsi E tepat karena memuat tiga bentuk baku tersebut: peduli, hanya, mengatakan.
Uji opsi lain:
A masih mempertahankan “perduli” yang tidak baku.
B “memedulikan” mengubah kelas kata (dari adjektiva “peduli” menjadi verba), tidak sepadan dengan posisi kata pada kalimat.
C “memperdulikan” tidak baku, dan “cuma” masih tidak baku.
D masih memakai “cuma” yang tidak baku, dan “berkata-kata” tidak tepat menggantikan “bilang” pada konteks kalimat.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10