Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Cermati kutipan berikut!

(1) Aku duduk di batang pohon kelapa yang mati disambar gledek. (2) Di pangkuanku senjata, sisa-sisa peluru, rasa sakit, dan lelah yang sudah tidak aku pedulikan lagi. (3) Bila subuh pecah dan matahari menyebarkan bara di langit timur, kami harus menyerbu. (4) Hidup atau mati itu soal nanti. (5) Roda sejarah ini tidak boleh berhenti.

Latar suasana peperangan yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor ....

A. (1) dan (2)

B. (1) dan (5)

C. (2) dan (3)

D. (3) dan (4)

E. (4) dan (5)

Jawaban dan Analisis

Jawaban: C

Analisis: “Suasana peperangan” ditandai oleh unsur yang langsung menggambarkan konteks perang: adanya senjata/peluru, kondisi fisik prajurit (sakit, lelah), serta tindakan taktis seperti “menyerbu”.

Uji bukti pada kalimat:

(2) memuat kata “senjata” dan “sisa-sisa peluru” serta “rasa sakit dan lelah” yang menguatkan suasana perang (situasi setelah/menjelang kontak senjata).

(3) memuat “kami harus menyerbu”, yaitu tindakan perang yang jelas (operasi penyerbuan saat waktu tertentu).

Alasan opsi lain kurang tepat:

A: (1) hanya menggambarkan tempat/keadaan pohon, belum spesifik perang; (2) memang perang, tetapi (1) tidak menguatkan.

B: (1) netral, (5) lebih ke semangat/ideologis, bukan suasana perang secara konkret.

D: (3) perang, tetapi (4) lebih berupa sikap mental tentang risiko, bukan suasana perang yang konkret.

E: (4) dan (5) adalah gagasan/tekad, suasana perang konkret justru lebih kuat pada (2) dan (3).

Kalimat yang memuat benda/aksi perang bobotnya \( \gt \) kalimat yang hanya memuat sikap/tekad, sehingga pasangan (2) dan (3) paling tepat.


Soal 17

Cermati kutipan novel berikut!

Sekalipun miskin, Sandat selalu menanamkan kepercayaan diri yang besar pada Cenana, anak semata wayangnya. “Hidup selalu berubah. Kau boleh banyak punya impian. Kita tahu bahwa kita masih hidup, masih beruntung. Tapi jangan pernah memaksakan semua mimpimu jadi kenyataan. Kerjalah yang kira-kira bisa kau capai saja. Ah, kau makin besar, sehat, dan cantik.”

Pendeskipsian watak Sandat yang bijaksana berdasarkan kutipan novel tersebut diungkapkan melalui ....

A. gambaran fisik tokoh

B. ucapan tokoh

C. perilaku tokoh

D. pikiran tokoh

E. uraian pengarang

Jawaban dan Analisis

Jawaban: B

Analisis: Watak “bijaksana” tampak dari nasihat yang terukur: boleh bermimpi, tetapi tidak memaksakan semua mimpi menjadi kenyataan; bekerja pada hal yang realistis dan dapat dicapai. Semua itu muncul dalam bentuk kutipan langsung (kalimat bertanda petik), artinya diungkap lewat ucapan tokoh.

Alasan opsi lain salah/kurang tepat:

A tidak ada deskripsi fisik Sandat.

C tidak ada tindakan/perilaku Sandat yang diceritakan, yang ada justru nasihat.

D bukan monolog batin/pikiran tokoh, melainkan ucapan langsung.

E bukan uraian narator; kebijaksanaan ditampilkan lewat dialog.


Soal 18

Bacalah paragraf berikut untuk menjawab soal nomor 18 dan 19!

Sang mentari pun terbit dari timur, serta burung-burung sudah berterbangan ke sana ke mari seakan-akan ikut gembira. Meskipun begitu, Salman tampak murung. Harapannya hancur karena tidak dapat mempertahankan rangking satu. Saat proses pembelajaran akan dimulai, tanpa disangka-sangka Dewa, sahabatnya, datang bersama Anjas. Maka Salman pun geram karena si anak baru itu telah mengambil semua miliknya selama ini, mulai dari bintang kelas hingga sahabat karib. Salman tidak kuat menahan kesabaran, ia pun tanpa berpikir panjang memukul meja dengan kuat.

Keterkaitan peristiwa dalam kutipan cerpen tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah ....

A. seseorang yang sering menjadi korban kemarahan

B. anak muda yang mudah emosional

C. pertengkaran yang terjadi tanpa sebab

D. perilaku anak muda yang sok tahu

E. anak muda yang tidak sadar diri

Jawaban dan Analisis

Jawaban: B

Analisis: Peristiwa utama: Salman kecewa karena gagal mempertahankan peringkat, cemburu/geram karena merasa “diambil” (rangking, bintang kelas, sahabat), lalu meledak emosi dengan memukul meja. Ini mencerminkan fenomena sehari-hari: remaja/anak muda yang mudah tersulut emosi ketika harga diri atau posisi sosialnya terganggu.

Alasan opsi lain kurang tepat:

A fokus pada “korban kemarahan”, padahal teks menyorot pelaku yang emosinya meledak.

C salah karena sebabnya jelas (iri, kecewa, merasa tersaingi), bukan tanpa sebab.

D tidak ada perilaku “sok tahu” pada kutipan.

E “tidak sadar diri” tidak dibuktikan; yang terbukti adalah reaksi emosional.


Soal 19

Mengapa Salman memukul meja?

A. Anjas terlalu pendiam di kelas.

B. Salman tidak mau duduk dekat Anjas.

C. Salman emosi karena merasa tersaingi oleh Anjas.

D. Salman merasa dialah yang paling hebat.

E. Anjas dan Salman sama-sama rangking satu.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: C

Analisis: Kutipan menyatakan Salman “geram” karena anak baru “telah mengambil semua miliknya selama ini” (bintang kelas hingga sahabat karib) dan harapannya hancur karena tidak mempertahankan rangking satu. Ini menunjukkan rasa tersaingi dan cemburu sosial, yang memicu ledakan emosi hingga memukul meja.

Evaluasi opsi:

A tidak disebutkan sebagai pemicu.

B tidak ada informasi soal posisi duduk.

C sesuai sebab-akibat dalam teks: tersaingi → geram → memukul meja.

D “paling hebat” tidak dinyatakan; yang ada adalah kecewa dan geram.

E justru bertentangan: Salman tidak bisa mempertahankan rangking satu.


Soal 20

Bacalah paragraf berikut untuk menjawab soal nomor 20 dan 21!

“Maafkan, Mr. Dickens. Bagi saya Raffles tetap petinggi penjajah dan itu harus juga diungkapkan walaupun lawan satu kalimat. Kalau tidak, bagaimana saya harus memulai drama ini? Apakah saya harus menyebut Raffles sebagai ilmuwan atau seorang penjahat yang secara sukarela datang ke Hindia Belanda untuk meneliti Candi Borobudur, Prambanan, dan meriset sastra Jawa? Apakah saya harus menyebutnya seorang turis yang tiba-tiba berhasrat melakukan penelitian karena banyak objek menarik di Hindia Belanda?”

Masih dalam suasana marah, dialog tetap berlangsung antara Sastri dan Harold Dickens tentang penjajah dan penjahat. Mereka mempunyai pandangan berbeda tentang Raffles yang disebut Sastri sebagai penjajah itu. Debat berlangsung keras sekitar lima belas menit karena Sastri berani membantah pendapat Dickens. Karena Harold Dickens tetap defensif dan menyalahkan Sastri, dengan suara pelan gadis berusia 24 tahun itu menjawab.

Hal positif yang terdapat pada tokoh Sastri adalah ....

A. mempertahankan pendapat dengan logis dan sopan

B. menolak pandangan Harold Dickens meskipun benar dan logis

C. mempertanyakan dengan terus mendebat pendapat lawan

D. mengalah karena lawan bicara terus-menerus menyalahkan Sastri

E. menyetujui pendapat orang lain meski berbeda dengan keyakinan sendiri

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Sikap positif Sastri tampak pada keberanian menyampaikan argumen disertai pertanyaan logis (menguji konsistensi: “apakah harus disebut ilmuwan atau penjahat?”). Walau suasana marah, ia tetap menjawab dengan “suara pelan”, menunjukkan kontrol diri dan kesantunan. Jadi, ia mempertahankan pendapat secara logis dan sopan.

Alasan opsi lain kurang tepat:

B menyatakan “meskipun benar dan logis”, padahal teks tidak menyebut pendapat Dickens benar; yang ada adalah perbedaan pandangan.

C menekankan “terus mendebat” sebagai hal positif, padahal yang dipuji adalah logis-sopan, bukan sekadar berdebat.

D tidak sesuai: Sastri tidak mengalah; ia justru membantah.

E tidak sesuai: Sastri tidak menyetujui, ia mempertahankan keyakinannya.


Soal 21

Simpulan isi cerita dalam kutipan tersebut adalah ...

A. Sastri berdebat dengan Harold Dickens tentang predikat Raffles sebagai ilmuwan atau penjajah di Indonesia.

B. Harold meminta Sastri membuat naskah drama tentang Raffles sebagai pahlawan dengan latar Candi Borobudur dan Prambanan tetapi Sastri menolaknya.

C. Sastri minta maaf pada Harold Dickens karena menganggap Raffles sebagai penjajah dan ia tidak dapat mengubah pendapatnya tentang penjajah.

D. Sastri marah kepada Harold Dickens karena Harold memaksakan kehendaknya menyuruh Sastri menulis naskah drama dengan Raffles sebagai tokoh utama yang baik.

E. Sastri berdebat keras dengan Harold Dickens selama lima belas menit tentang peran Raffles sebagai penjahat dan perdebatan itu dimenangkan oleh Harold.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Inti kutipan adalah perdebatan Sastri dan Harold Dickens mengenai pelabelan Raffles: Sastri menegaskan Raffles “petinggi penjajah” yang harus diungkap, sedangkan Dickens tampaknya ingin melihatnya berbeda (ilmuwan/peneliti). Bagian kedua menegaskan adanya debat keras karena perbedaan pandangan tentang Raffles. Maka simpulan paling tepat adalah A.

Alasan opsi lain kurang tepat:

B tidak ada perintah membuat Raffles “pahlawan” dan tidak ada penolakan seperti yang dinyatakan.

C “minta maaf” hanya pembuka kesantunan dialog, bukan simpulan isi; inti tetap debat label Raffles.

D tidak ada bukti Harold memaksakan agar Raffles tokoh utama yang baik; itu interpretasi berlebihan.

E menyebut debat “dimenangkan Harold”, padahal teks justru menyatakan Harold tetap defensif dan menyalahkan Sastri; tidak ada informasi pemenang debat.

Simpulan yang benar harus merangkum konflik utama secara langsung; ringkasan yang langsung bersumber dari teks bobotnya \( \gt \) interpretasi tambahan yang tidak disebutkan.