Soal 46
Cermati bait puisi berikut!
Kupulangkan kembali seonggok kenangan
Terimalah dengan membuka tangan
Udara panas dan siang menggerang
Seperti ada sebilah keris
...
Larik yang tepat untuk melengkapi bait puisi tersebut adalah ....
A. tidak disarungkan
B. harus dikalungkan
C. selalu disimpan
D. segera disandingkan
E. akan disesuaikan
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Analisis: Bait puisi membangun suasana panas, menekan, dan mengancam: “Udara panas dan siang menggerang” lalu “Seperti ada sebilah keris”. Keris sebagai citraan tajam/ancaman paling padu jika dilanjutkan dengan gagasan bahwa keris itu tidak disarungkan (masih terbuka, siap melukai). Ini memperkuat intensitas suasana.
Uji opsi:
A selaras dengan citraan “sebilah keris” dan menambah kesan bahaya yang belum reda.
B “dikalungkan” tidak cocok dengan keris dan nuansa ancaman.
C “selalu disimpan” justru menurunkan ketegangan (keris tersimpan \(\rightarrow\) tidak mengancam).
D “disandingkan” tidak jelas objeknya dan kurang puitis untuk melengkapi citraan keris.
E “akan disesuaikan” terasa prosaik dan tidak membangun citraan.
Kepaduan citraan + peningkatan suasana tegang bobotnya \( \gt \) opsi yang hanya terdengar umum, sehingga A paling tepat.
Soal 47
Bacalah penggalan drama berikut!
Lisawati : “Yang aku tidak mengerti, mengapa tugas-tugas perempuan yang ditimpakan padamu itu kau terima begitu saja.”
Sapari : “...”
Lisawati : “Tidakkah hal itu merupakan suatu penghinaan pada dirimu? Derajatmu sebagai laki-laki diturunkan oleh derajat perempuan.”
Sapari : “Kalau aku telah menerimanya, mau apa lagi? Jika diukur dengan kacamata kehormatanku sebagai laki-laki, ucapanmu itu memang benar. Tetapi aku sekarang ini dalam keadaan begitu darurat.”
Kalimat dialog yang tepat untuk melengkapi penggalan drama tersebut adalah ....
A. Aku tidak suka dengan tugas perempuan.
B. Keadaan memaksaku melakukan tugas itu.
C. Tugas itu sudah terlanjur aku tolak Lisawati.
D. Aku akan menghadap majikanku sekarang.
E. Aku akan pergi dari rumah sekarang juga.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: B
Analisis: Dialog Lisawati mempertanyakan alasan Sapari menerima “tugas-tugas perempuan”. Respons Sapari setelah bagian rumpang menegaskan: “Kalau aku telah menerimanya, mau apa lagi?... Tetapi aku sekarang ini dalam keadaan begitu darurat.” Artinya, alasan penerimaan itu adalah karena terpaksa/didesak kondisi. Kalimat yang paling mengantar ke penjelasan “darurat” adalah “Keadaan memaksaku melakukan tugas itu.”
Uji opsi:
A hanya menyatakan sikap “tidak suka”, tidak menjelaskan mengapa tetap diterima.
B tepat: memberi sebab “terpaksa”, dan nyambung langsung dengan “keadaan darurat”.
C bertentangan dengan kelanjutan “aku telah menerimanya”.
D dan E mengubah arah dialog menjadi tindakan, bukan alasan penerimaan tugas.
Keterkaitan sebab “terpaksa” dengan “darurat” bobotnya \( \gt \) kalimat yang hanya menyatakan sikap atau rencana, maka B paling tepat.
Soal 48
Cermati ilustrasi berikut!
Cerpen Hamsat Rangkuti “Ketupat Bat Paku dan Nyak Bedah” yang terdapat dalam buku kumpulan cerpen “Bibir dalam Pispot” banyak menggunakan bahasa daerah yang tidak dimengerti oleh pembaca. Alur campuran banyak digunakan dalam cerpen-cerpen Hamsat Rangkuti.
Kalimat resensi yang mengungkapkan kelemahan cerpen, sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
A. Alur campuran dalam cerpen tersebut membuat para pembaca sulit untuk mengikuti cara berpikir Hamsat Rangkuti.
B. Alur campuran dalam cerpen “Ketupat Bak Paku dan Nyak Bedah” membosankan bagi pembaca karya sastra.
C. Buku cerpen “Bibir dalam Pispot” banyak menggunakan bahasa daerah dan alur campuran yang sulit.
D. Penggunaan bahasa daerah dalam cerpen “Ketupat Bak Paku dan Nyak Bedah” membuat pembaca sulit memahami isinya.
E. Para pembaca mengalami kesulitan membaca cerpen-cerpen dalam buku kumpulan cerpen “Bibir dalam Pispot”.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Analisis: Ilustrasi menekankan kelemahan yang spesifik: cerpen memakai bahasa daerah yang tidak dimengerti pembaca, sehingga sulit dipahami. Kalimat resensi yang paling tepat adalah yang menyatakan secara langsung hubungan sebab-akibat itu tanpa menambah penilaian di luar ilustrasi.
Uji opsi:
A menambahkan klaim “sulit mengikuti cara berpikir” yang tidak dinyatakan langsung dalam ilustrasi.
B menilai “membosankan”, ini tambahan subjektif yang tidak ada pada ilustrasi.
C mencampur dua kelemahan sekaligus dan menambahkan kata “yang sulit” secara umum; kurang spesifik pada sebab utama “bahasa daerah tidak dimengerti”.
D tepat karena persis menyatakan: bahasa daerah \(\rightarrow\) pembaca sulit memahami isi.
E terlalu umum (kesulitan membaca), tidak menjelaskan sebab spesifiknya.
Pernyataan yang paling spesifik dan langsung didukung ilustrasi bobotnya \( \gt \) penilaian subjektif atau generalisasi, maka D benar.
Soal 49
Cermati bait puisi Chairil Anwar berikut!
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Kalimat kritik yang tepat untuk bait puisi tersebut adalah ...
A. Penggunaan kata-kata kias membentuk makna mendalam kepada pembaca sehingga pembaca mudah memahaminya.
B. Kata-kata dalam puisi tersebut mampu menghadirkan makna yang dalam, tetapi ada kata yang tidak biasa kita jumpai di keseharian, yaitu akanan.
C. Penyair juga mencoba menggambarkan sebuah kekebuan perasaan dan jiwa dalam puisi ini melalui kata tanah dan air.
D. Chairil Anwar adalah salah satu penyair yang tidak selalu terikat pada peraturan sehingga ia tidak memperhatikan bunyi.
E. Meskipun bahasa dalam puisi ini adalah bahasa percakapan sehari-hari, di balik kata-kata tersebut memberikan makna kias.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: B
Analisis: Kritik yang tepat biasanya mengapresiasi kekuatan puisi sekaligus menunjukkan aspek yang berpotensi menyulitkan pembaca. Opsi B melakukan keduanya: mengakui makna yang dalam, tetapi mencatat adanya kata yang jarang dipakai sehari-hari, yakni “akanan”, yang dapat mengganggu pemahaman bagi pembaca umum.
Uji opsi:
A kontradiktif: puisi kiasan biasanya tidak “mudah dipahami” oleh semua pembaca; klaim ini terlalu mutlak.
B seimbang (apresiasi + catatan hambatan diksi), dan sesuai isi bait yang memang memuat kata “akanan”.
C kalimatnya tidak jelas (“kekebuan”) dan fokusnya tidak tepat sebagai kritik yang berbasis bukti diksi.
D menyerang generalisasi tentang Chairil tanpa bukti dari bait ini.
E menyatakan bahasa “percakapan sehari-hari”, padahal diksi seperti “akanan” tidak lazim percakapan.
Kritik yang berbasis bukti tekstual (diksi konkret) bobotnya \( \gt \) generalisasi atau klaim mutlak, maka B paling tepat.
Soal 50
Cermati puisi berikut!
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Kalimat esai yang sesuai dengan puisi tersebut adalah ...
A. Terasa dalam puisi bahwa si penyair sangat mencintai seseorang.
B. Tidak ada lagi hal-hal yang perlu disampaikan penyair dalam puisi tersebut.
C. Banyak isyarat yang digunakan penyair dalam puisi tersebut.
D. Hanya cinta yang dapat dipersembahkan oleh penyair kepada seseorang.
E. Semua kata yang diucapkan penyair mengandung rasa cinta.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Analisis: Puisi “Aku ingin” menegaskan pengakuan cinta yang sederhana namun kuat. Penyair menyatakan “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana” dan memperkuatnya dengan perbandingan (kayu–api, awan–hujan) yang menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang tulus bahkan sampai “habis” (menjadi abu/menjadi tiada). Kalimat esai yang paling sesuai adalah pernyataan umum yang menangkap inti rasa dan tema puisi: penyair sangat mencintai seseorang.
Uji opsi:
A tepat karena merangkum tema utama tanpa menambah klaim baru.
B terlalu absolut dan tidak didukung; puisi justru menyampaikan gagasan melalui metafora.
C benar secara sebagian (ada isyarat/metafora), tetapi bukan inti pesan; inti adalah cinta sederhana.
D terlalu menyempitkan dan menambah makna “hanya” yang tidak dinyatakan.
E terlalu mutlak; puisi membahas kata/isyarat “tak sempat”, bukan “semua kata diucapkan”.
Pernyataan yang langsung merangkum tema dominan bobotnya \( \gt \) pernyataan yang menambah kata mutlak (“hanya”, “semua”), maka A paling sesuai.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10