Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 41. Cermati paragraf berikut!

Walaupun ayahnya seorang pengusaha hebat dan terkenal di bidang ekspor-impor, Julia tetap bersikap rendah hati. Ia sangat memamerkan kekayaan yang dimiliki orang tuanya. Ia tidak mau hanya menadahkan tangan. Kini ia akan menyelesaikan pendidikan dari jerih payahnya sendiri dan memperoleh nilai sangat memuaskan.

Frasa yang tepat untuk mengganti frasa yang bercetak miring tersebut adalah ....

A. pengusaha tekun, akan memamerkan, telah menyelesaikan

B. seorang yang berkuasa, telah memamerkan, akan menyelesaikan

C. pengusaha kaya, tidak memamerkan, telah menyelesaikan

D. pengusaha rajin, ingin memamerkan, sudah menyelesaikan

E. orang yang berkuasa, tidak memamerkan, ingin menyelesaikan

Jawaban dan Analisis

Jawaban: C

Analisis: Paragraf ingin menonjolkan sifat Julia yang “rendah hati” dan “tidak mau menadahkan tangan”. Maka frasa pengganti harus membuat isi paragraf logis dan tidak bertentangan.

(1) “pengusaha hebat” paling tepat diganti menjadi “pengusaha kaya” karena konteksnya ayah terkenal di bidang ekspor-impor dan memiliki kekayaan; ini membuat latar lebih masuk akal.

(2) Kalimat “Julia tetap bersikap rendah hati” bertentangan jika diikuti “Ia sangat memamerkan kekayaan...”. Agar selaras, frasa itu harus menjadi “tidak memamerkan”. Kesesuaian makna ini \( \gt \) pilihan yang membuat paragraf kontradiktif.

(3) Di akhir paragraf disebut “memperoleh nilai sangat memuaskan”, sehingga lebih logis jika proses pendidikannya sudah tuntas: “telah menyelesaikan”. Bentuk ini lebih tepat \( \gt \) “akan/ingin” karena “akan/ingin” belum menunjukkan hasil yang sudah diraih.

Jadi rangkaian yang paling padu adalah “pengusaha kaya, tidak memamerkan, telah menyelesaikan” (opsi C). Opsi lain \( \lt \) karena masih menyisakan pertentangan makna atau ketidakselarasan waktu peristiwa.


Soal 42. Cermati paragraf berikut!

Sudah sekian tahun Pak Ibnu meninggal dunia, tetapi orang masih mengenangnya. Ia orang yang sangat taat menjalankan ibadah dan sangat dermawan. Walaupun ia kaya-raya, namun ia tetap rendah hati. Ia sangat peduli dengan orang lain terlebih orang-orang yang berada di sekitarnya.

Peribahasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua.

B. Karena nila setitik rusak susu sebelanga.

C. Bunga yang harum itu ada juga durinya.

D. Belakang parang pun kalau diasah pasti tajam juga.

E. Buruk muka cermin dibelah.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Isi paragraf menegaskan bahwa Pak Ibnu sudah meninggal, tetapi tetap dikenang karena kebaikan (taat beribadah, dermawan, rendah hati, peduli). Peribahasa yang paling tepat harus menyatakan bahwa kebaikan seseorang akan tetap diingat meskipun orangnya sudah tiada.

Peribahasa A tepat karena maknanya: walau tubuh sudah dikubur, budi baik tetap dikenang. Kesesuaian makna ini \( \gt \) opsi lain.

B membahas satu kesalahan merusak semuanya. C membahas sesuatu yang baik tetapi punya sisi buruk. D membahas hasil dari latihan/usaha. E membahas menyalahkan pihak lain. Semuanya \( \lt \) relevan dibanding A.


Soal 43. Cermati paragraf berikut!

Banyak orang yang gugur di ... saat bangsa kita berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Mereka mengorbankan harta dan nyawa untuk kemerdekaan bangsa. Walaupun nama mereka tidak tercatat sebagai pahlawan, tetapi jasa-jasa mereka tetap dikenang. Mereka gugur sebagai ..., walau tanpa tanda jasa.

Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraf rumpang tersebut adalah ....

A. medan perang, bunga negara

B. medan perang, bunga bangsa

C. medan laga, bunga musa

D. medan tempur, anak bangsa

E. medan laga, bunga keluarga

Jawaban dan Analisis

Jawaban: B

Analisis: Rumpang pertama berada pada konteks perjuangan merebut kemerdekaan dan “gugur”, sehingga ungkapan yang paling tepat adalah “medan perang” (tempat pertempuran). Rumpang kedua menjelaskan mereka yang gugur demi bangsa walau tanpa gelar pahlawan; ungkapan yang lazim untuk pejuang muda/putra terbaik bangsa adalah “bunga bangsa”.

Opsi B memberikan rangkaian yang paling padu: “gugur di medan perang” dan “gugur sebagai bunga bangsa”. Kecocokan idiom dan nuansa nasionalnya \( \gt \) opsi lain.

A kurang umum dibanding “bunga bangsa”. C memuat “bunga musa” yang tidak tepat. D memang masuk akal, tetapi “anak bangsa” kurang kuat sebagai ungkapan baku untuk “gugur sebagai ...” dibanding “bunga bangsa”. E tidak sesuai karena “bunga keluarga” tidak sejalan dengan konteks perjuangan bangsa, sehingga \( \lt \) B.


Soal 44. Cermati paragraf berikut!

Pulang ke rumah ia menatap sekeliling. “Mana anak baru itu?” dalam hati Bu Diba .... Setelah bertemu Mbok Warsiyah yang setia menjadi orang sibuk membantu Bu Diba mengurus rumah dan .... yang diasuh Bu Diba, segera ia bertanya, “Mana Yayak, War?”

Kata ulang yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. berdegup-degup, siswa-siswi

B. berdebar-debar, hewan-hewan

C. berpikir-pikir, siswa-siswi

D. bertanya-tanya, anak-anak

E. tertawa-tawa, orang-orang

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Rumpang pertama mengikuti kalimat “Mana anak baru itu?” yang terjadi “dalam hati”. Ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan isi hati yang dipenuhi pertanyaan adalah “bertanya-tanya”. Ini menggambarkan kebingungan/penasaran, bukan detak jantung atau tawa.

Rumpang kedua: “mengurus rumah dan .... yang diasuh Bu Diba” paling logis adalah “anak-anak” karena yang dicari adalah “anak baru” dan konteksnya mengasuh. Maka rangkaian “bertanya-tanya, anak-anak” paling tepat dan maknanya \( \gt \) pilihan lain.

A dan C salah karena “siswa-siswi” tidak sesuai konteks “diasuh”. B salah karena “hewan-hewan” tidak sejalan dengan pertanyaan “Mana anak baru itu?”. E tidak sesuai karena situasinya bukan suasana tertawa. Semua opsi tersebut \( \lt \) dibanding D.


Soal 45. Cermati paragraf berikut!

Seseorang perlu disiplin dalam masalah ... waktu karena hal itu merupakan salah satu penentu keberhasilan seseorang. Jika seseorang sudah memiliki disiplin yang baik, ... sebanyak apa pun tidak akan menjadi beban baginya.

Kata serapan yang baku untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. manajemen, aktivitas

B. manajemen, aktifitas

C. menejemen, aktivitas

D. menejemen, aktifitas

E. managemen, aktifitas

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Yang ditanyakan adalah bentuk kata serapan yang baku. Bentuk baku dalam bahasa Indonesia adalah “manajemen” (bukan “menejemen/managemen”) dan “aktivitas” (bukan “aktifitas”).

Jika kedua kata diisi dengan bentuk baku, paragraf menjadi runtut: disiplin dalam “manajemen waktu” dan “aktivitas” sebanyak apa pun tidak membebani. Ketepatan ejaan baku ini \( \gt \) pilihan lain, sedangkan bentuk tidak baku berada pada tingkat \( \lt \) karena menyimpang dari kaidah.