Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Untuk menjawab soal nomor \( 7 \) s.d. \( 9 \) perhatikan puisi berikut!

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan, aku tidak tahu apa nasib waktu?

Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras?

Bernama tajam

Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya

Kepastian

Ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini

Aku suka pada mereka yang berani hidup

Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam

Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu...

Waktu jalan, aku tidak tahu apa nasib waktu!

(Chairil Anwar)


Soal 7. Suasana dalam puisi tersebut adalah ....

A. romantis

B. kesunyian

C. semangat

D. bimbang

E. haru

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Puisi dibuka dan ditutup dengan kalimat tanya “aku tidak tahu apa nasib waktu!”, yang menegaskan rasa tidak pasti dan gelisah. Nuansa ini menunjukkan kebimbangan batin yang lebih dominan daripada suasana lain. Karena itu, “bimbang” \( \gt \) “semangat” atau “haru” sebagai suasana utama.

A kurang tepat karena tidak ada fokus relasi romantis. B ada unsur malam, tetapi malam di sini justru dipenuhi “mimpi” dan ketegangan, bukan sunyi yang tenang. C ada kekaguman pada “mereka yang berani hidup”, namun tetap berada di bawah payung ketidakpastian (bimbang). E kurang kuat karena tidak ada ledakan emosi haru yang dominan.


Soal 8. Kata nasib waktu dalam puisi tersebut melambangkan ....

A. perjuangan

B. pandangan hidup

C. penderitaan

D. kemerdekaan

E. masa depan

Jawaban dan Analisis

Jawaban: E

Analisis: “Waktu jalan” menandakan waktu terus bergerak, sedangkan “aku tidak tahu apa nasib waktu” menyatakan ketidakpastian terhadap apa yang akan terjadi kemudian. Dalam konteks ini, “nasib waktu” paling tepat dimaknai sebagai nasib yang akan datang, yaitu “masa depan”. Makna “masa depan” \( \gt \) makna lain karena langsung berhubungan dengan konsep waktu yang bergerak.

A dan D memang dekat dengan tema kemerdekaan, tetapi teks tidak menyebut “nasib perjuangan” secara langsung; yang ditekankan adalah nasib “waktu” (arah yang akan datang). B terlalu umum. C tidak ditonjolkan sebagai lambang utama dalam frasa tersebut.


Soal 9. Maksud larik pertama puisi tersebut adalah ....

A. akhir peristiwa yang terjadi

B. akhir sebuah perjuangan

C. akhir sebuah kematian

D. nasib akhir seorang prajurit

E. gugurnya seorang prajurit

Jawaban dan Analisis

Jawaban: B

Analisis: Larik pertama “Waktu jalan, aku tidak tahu apa nasib waktu?” menyiratkan ketidakpastian hasil/ujung dari proses yang sedang berjalan. Di bagian lain puisi ada “mimpinya kemerdekaan”, sehingga proses yang dimaksud kuat terkait masa perjuangan menuju kemerdekaan. Karena itu, maksud yang paling pas adalah ketidakpastian tentang ujung (akhir) perjuangan. Maka B \( \gt \) opsi lain.

A terlalu umum dan tidak mengikat pada tema kemerdekaan. C, D, dan E terlalu spesifik pada kematian prajurit, padahal larik pertama menekankan “waktu” dan ketidakpastian arah, bukan peristiwa gugur tertentu.


Soal 10. Cermati penggalan naskah drama berikut!

Ibu : “Jamal, anak ibu!”

Jamal : “Ibu, selama ini Ibu ke mana saja? Jamal rindu sama Ibu.”

Ibu : (tersenyum lembut) “Kau kelihatan sedikit kurus.”

Jamal : “Ibu juga, Ibu terlihat lebih gemuk dan terlihat beda sekali tidak seperti biasanya”

Ibu : “Kau sekarang kelihatannya dewasa, Jamal. Selamat masih rajin, kan? Betapa pun berat hidup yang kita jalani, apabila kita tidak kembali kepada-Nya, semuanya akan sia-sia, Nak. Kita ini hidup karena diembuskan napas oleh-Nya, anakku.”

Watak tokoh Jamal dalam penggalan naskah drama tersebut adalah ....

A. peduli

B. tanggung jawab

C. rajin

D. rendah diri

E. rendah hati

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Jamal menunjukkan perhatian emosional yang jelas kepada ibunya: “Jamal rindu sama Ibu.” Ia juga menanggapi kondisi ibunya (“Ibu juga... terlihat beda...”), yang menandakan adanya kepedulian. Sifat “peduli” \( \gt \) opsi lain karena langsung tampak dari tuturan Jamal.

B tidak ditunjukkan melalui tindakan memikul kewajiban. C hanya disebut oleh Ibu sebagai pertanyaan, bukan sifat yang dibuktikan Jamal dalam dialog. D tidak terlihat karena Jamal tidak merendahkan diri. E (rendah hati) tidak tampak dominan pada kutipan singkat ini.