Baca juga
- Pesantren Nahdlatussubban Pacitan
- Tujuan Anak Masuk Pesantren: Pendidikan Agama Mendalam, Kemandirian, dan Karakter Kuat untuk Bekal Dunia Akhirat
- Santri Pesantren Bisa Ikut SNBT dan Masuk PTN: Fakta, Syarat, dan Strategi Sukses Nasional
- pesantren Al Falah Abu Lamu
Soal 21
Watak tokoh Herman adalah…..
- pemarah
- penyabar
- pembohong
- pemfitnah
Soal 22
Kutipan cerita:
“Saya betul-betul sedang memerlukan uang itu, paman!” pinta Danuri setengah mengemis.
“Ah, kamu kemarin! Begitu saja kamu tidak percaya! Aku kan pamanmu!” Tak akan uangmu kubawa lari. Sarman berteriak dan menunjuk-nunjuk keponakannya. Sementara Danuri bukan main terkejutnya mendengar teriakan pamannya yang membuat warga di kampungnya keluar rumah, melongokkan kepala keluar rumah Sarman. Hatinya terkiris mendengar ucapan pamannya. Terlebih lagi, ketika segera teringat Mawarni yang tergolek di rumah sakit terserang demam berdarah. Gadis mungil putrinya yang masih lima tahun harus masuk rumah sakit. Uang simpanannya habis untuk membeli obat. Harapannya uang yang dipinjam pamannya dapat dikembalikan. Meskipun ia telah menagih pamannya dengan cara baik-baik, hasilnya nihil.
Namun, ia tidak kehabisan akal! Ia ingat warga di kampungnya mempunyai kebiasaan menabung di koperasi. Jika ada warga yang kesulitan keuangan, dengan mudah uang dapat dipinjam. Tolong-menolong menjadi bagian dalam kehidupan mereka, meskipun Sarman tidak masuk hitungan.
Amanat yang tepat sesuai kutipan cerita tersebut adalah…
- Jangan mengelak dari tanggung jawab!
- Berbuat baik belum tentu mendapat balasan.
- Sebaiknya kita mengurus diri sendiri!
- Perlu menaruh kepercayaan kepada orang lain.
Soal 23
Nilai adat yang terdapat dalam kutipan cerita tersebut adalah…..
- Berbaik sangka mendapat pahala
- Kebiasaan menabung untuk saling menolong
- Hutang-piutang tidak bermanfaat
- Marah tidak menyelesaikan masalah
Soal 24
Cerita 1
“Kamu, siswa pintar ya?” ejek Indah, ketua kelas. Begitu juga teman-teman yang lain yang mengejek Dita sebagai penyontek ulung. “Aku tidak menyotek, sungguh! Aku mengerjakan sendiri!” sanggah Dita sambil menekan rasa takut.
Cerita 2
Sani telah berusaha sedapat-dapatnya supaya Saniah dapat dan suka akan pergaulan hidup di rumah itu. Akan tetapi, terlalu susah! Tabiat Saniah hampir tak dapat diubah lagi. Oleh karena itu sering terjadi perselisihan antara kedua orang itu. Saniah terus marah dan berang jika Asri mencela ini dan itu.
Perbedaan karakter tokoh pada kedua cerita tersebut adalah…
- Dita bersifat penyayang sedangkan Saniah pemarah.
- Dita bersifat sombong sedangkan Saniah pemarah.
- Dita bersifat pemaaf sedangkan Saniah rajin.
- Dita bersifat rajin sedangkan Saniah penakut.
Soal 25
Kutipan drama:
(1) Dodi: Alat bantu pernapasan itu harus dipasang jika nafas ayah berhenti. (berbisik di telinga Danar)
(2) Danar: Jangan, jangan dulu! Kita harus tunggu Ibu! (setengah berteriak) Mengapa?
(3) Dodi: Keadaan ayah kritis, Danar. Ibu masih di bandara. Tadi ibu sudah kutelepon. Ibu setuju dengan tindakan medis yang terbaik.
(4) Danar: Aku tidak bertanggungjawab jika terjadi sesuatu dengan ayah. (berlari keluar ruangan)
(5) Dodi: Kita semua harus bertanggungjawab, Danar! (mengejar Danar yang keluar dari ruangan)
Bukti watak Dodi tegas ditandai dengan nomor…..
- (1) dan (3)
- (1) dan (5)
- (2) dan (4)
- (2) dan (5)
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 10