Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 21

Watak tokoh Herman adalah…..

  1. pemarah
  2. penyabar
  3. pembohong
  4. pemfitnah
Jawaban & Analisis

Catatan penting: Pada gambar, soal nomor 21 tidak disertai kutipan/teks yang memuat perilaku tokoh Herman. Karena stimulusnya tidak ada, watak Herman tidak bisa dipastikan hanya dari pertanyaan dan opsi.

Yang dibutuhkan agar bisa menjawab tepat: kutipan cerita (atau bagian teks) yang menampilkan tindakan/ucapan Herman.

Analisis opsi (mengapa tidak dapat dipilih tanpa teks):

  • A pemarah: perlu bukti Herman mudah tersulut/berkata kasar.
  • B penyabar: perlu bukti Herman menahan emosi/tenang menghadapi masalah.
  • C pembohong: perlu bukti Herman berkata tidak sesuai fakta dengan sengaja.
  • D pemfitnah: perlu bukti Herman menuduh orang lain tanpa dasar/menyebarkan tuduhan palsu.

Soal 22

Kutipan cerita:

“Saya betul-betul sedang memerlukan uang itu, paman!” pinta Danuri setengah mengemis.

“Ah, kamu kemarin! Begitu saja kamu tidak percaya! Aku kan pamanmu!” Tak akan uangmu kubawa lari. Sarman berteriak dan menunjuk-nunjuk keponakannya. Sementara Danuri bukan main terkejutnya mendengar teriakan pamannya yang membuat warga di kampungnya keluar rumah, melongokkan kepala keluar rumah Sarman. Hatinya terkiris mendengar ucapan pamannya. Terlebih lagi, ketika segera teringat Mawarni yang tergolek di rumah sakit terserang demam berdarah. Gadis mungil putrinya yang masih lima tahun harus masuk rumah sakit. Uang simpanannya habis untuk membeli obat. Harapannya uang yang dipinjam pamannya dapat dikembalikan. Meskipun ia telah menagih pamannya dengan cara baik-baik, hasilnya nihil.

Namun, ia tidak kehabisan akal! Ia ingat warga di kampungnya mempunyai kebiasaan menabung di koperasi. Jika ada warga yang kesulitan keuangan, dengan mudah uang dapat dipinjam. Tolong-menolong menjadi bagian dalam kehidupan mereka, meskipun Sarman tidak masuk hitungan.

Amanat yang tepat sesuai kutipan cerita tersebut adalah…

  1. Jangan mengelak dari tanggung jawab!
  2. Berbuat baik belum tentu mendapat balasan.
  3. Sebaiknya kita mengurus diri sendiri!
  4. Perlu menaruh kepercayaan kepada orang lain.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi:

  • A: Kutipan tidak menekankan “tanggung jawab” sebagai pesan utama. Fokusnya pada kebaikan Danuri yang tidak dibalas dan upaya mencari jalan lain.
  • B: Tepat. Danuri berharap uang pinjaman dikembalikan, tetapi “hasilnya nihil”. Meski begitu ia tetap memilih jalan baik (koperasi/tolong-menolong). Ini menegaskan bahwa berbuat baik tidak selalu langsung dibalas baik.
  • C: Bertentangan dengan isi kutipan. Di akhir justru ditekankan “tolong-menolong menjadi bagian dalam kehidupan mereka”.
  • D: Ada unsur kepercayaan (paman mengaku tidak akan lari), tetapi inti amanat bukan “percaya”, melainkan sikap berbuat baik/tetap menolong meski tidak dibalas.

Soal 23

Nilai adat yang terdapat dalam kutipan cerita tersebut adalah…..

  1. Berbaik sangka mendapat pahala
  2. Kebiasaan menabung untuk saling menolong
  3. Hutang-piutang tidak bermanfaat
  4. Marah tidak menyelesaikan masalah
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi:

  • A: Tidak menjadi kebiasaan adat yang ditunjukkan secara eksplisit dalam kutipan.
  • B: Tepat. Kutipan menyebut warga “mempunyai kebiasaan menabung di koperasi” dan saat ada kesulitan uang “dapat dipinjam”, sebagai bentuk tolong-menolong.
  • C: Kutipan tidak mengajarkan “hutang-piutang tidak bermanfaat”; yang ditonjolkan adalah mekanisme koperasi untuk membantu.
  • D: Benar sebagai nasihat umum, tetapi bukan “nilai adat” yang dinyatakan sebagai kebiasaan masyarakat dalam kutipan.

Soal 24

Cerita 1

“Kamu, siswa pintar ya?” ejek Indah, ketua kelas. Begitu juga teman-teman yang lain yang mengejek Dita sebagai penyontek ulung. “Aku tidak menyotek, sungguh! Aku mengerjakan sendiri!” sanggah Dita sambil menekan rasa takut.

Cerita 2

Sani telah berusaha sedapat-dapatnya supaya Saniah dapat dan suka akan pergaulan hidup di rumah itu. Akan tetapi, terlalu susah! Tabiat Saniah hampir tak dapat diubah lagi. Oleh karena itu sering terjadi perselisihan antara kedua orang itu. Saniah terus marah dan berang jika Asri mencela ini dan itu.

Perbedaan karakter tokoh pada kedua cerita tersebut adalah…

  1. Dita bersifat penyayang sedangkan Saniah pemarah.
  2. Dita bersifat sombong sedangkan Saniah pemarah.
  3. Dita bersifat pemaaf sedangkan Saniah rajin.
  4. Dita bersifat rajin sedangkan Saniah penakut.
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis opsi:

  • A: Bagian “Saniah terus marah dan berang” jelas menunjukkan pemarah. Untuk Dita, kutipan menunjukkan ia membela diri dan tetap memilih mengerjakan sendiri; opsi yang tersedia tidak memuat “jujur/berani/tegas”, sehingga A menjadi yang paling mendekati dibanding opsi lain (meski sifat “penyayang” tidak dinyatakan tegas).
  • B: Dita tidak sombong; ia justru menyangkal tuduhan dan merasa takut.
  • C: Dita pemaaf tidak tampak, dan Saniah rajin juga tidak disebut; yang tampak justru Saniah mudah marah.
  • D: “Saniah penakut” tidak sesuai karena yang ditonjolkan adalah “marah dan berang”.

Catatan: Jika tersedia opsi “Dita jujur/berani” vs “Saniah pemarah”, itu akan lebih tepat sesuai kutipan.


Soal 25

Kutipan drama:

(1) Dodi: Alat bantu pernapasan itu harus dipasang jika nafas ayah berhenti. (berbisik di telinga Danar)

(2) Danar: Jangan, jangan dulu! Kita harus tunggu Ibu! (setengah berteriak) Mengapa?

(3) Dodi: Keadaan ayah kritis, Danar. Ibu masih di bandara. Tadi ibu sudah kutelepon. Ibu setuju dengan tindakan medis yang terbaik.

(4) Danar: Aku tidak bertanggungjawab jika terjadi sesuatu dengan ayah. (berlari keluar ruangan)

(5) Dodi: Kita semua harus bertanggungjawab, Danar! (mengejar Danar yang keluar dari ruangan)

Bukti watak Dodi tegas ditandai dengan nomor…..

  1. (1) dan (3)
  2. (1) dan (5)
  3. (2) dan (4)
  4. (2) dan (5)
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi:

  • A (1) dan (3): (1) tegas karena ada kata “harus”. Namun (3) lebih dominan memberi penjelasan/argumentasi (informatif), bukan penegasan sikap.
  • B (1) dan (5): Paling jelas menunjukkan ketegasan. (1) berisi keputusan/tindakan medis yang “harus” dilakukan. (5) juga menegaskan prinsip “harus bertanggungjawab”. Dua-duanya berupa penekanan sikap dan tindakan.
  • C (2) dan (4): Itu dialog Danar, bukan Dodi.
  • D (2) dan (5): (2) bukan Dodi, sehingga tidak bisa menjadi bukti watak Dodi.