Baca juga
- Pesantren Darul Istiqomah Trenggalek
- Pesantren Hidayatussolihin Trenggalek
- Pesantren Nuruttaqwa Jabal Noor Trenggalek
- Pesantren Kanzul Ulum 2 Kota Madiun
Soal 46. Cermatilah kalimat berikut!
Saya berharap dapat diterima bekerja di perusahaan Bapak. Atas perhatian dan budi baik Bapak, saya mengaturkan banyak terima kasih.
Perbaikan kalimat yang bercetak miring adalah ....
A. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.
B. Atas budi baik Bapak, saya sampaikan ucapan terima kasih.
C. Atas diterimanya saya bekerja di perusahaan Bapak, saya ucapkan terima kasih.
D. Demikian surat lamaran saya, dan untuk itu saya menyampaikan terima kasih.
E. Dengan diterimanya saya bekerja, saya mengucapkan banyak terima kasih.
Soal 47. Cermatilah kalimat berikut!
Banyak buku lain yang memuat tulisan para anggota Forum Lingkar Pena (FLP), baik di pusat maupun di daerah-daerah. Buku ini bahasanya halus dan lancar. Pengarang berdakwah lewat cerita. Kekuatan visinya jelas. Seluruh royalti buku ini diterima para penulis yang telah menyumbangkan karyanya akan didedikasikan kepada Yusakh Ananda, seorang yang sudah renta, tetapi masih setia menulis sambil berjualan di kantin sekolah.
Kalimat resensi yang berupa keunggulan buku berdasarkan penjelasan tersebut adalah ....
A. Para penulis yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena telah membuat banyak buku di pusat dan daerah.
B. Bahasa yang digunakan halus dan lancar, kekuatan visi cerita disampaikan melalui dakwah.
C. Yusakh Ananda merupakan penulis renta yang tetap berkarya sambil berjualan di kantin sekolah.
D. Seluruh royalti yang diterima penulis anggota FLP akan disumbangkan kepada Yusakh Ananda.
E. Para penulis anggota FLP sangat peduli terhadap visi, dakwah, dan pemakaian bahasa yang halus dan lancar dalam karya mereka.
Soal 48. Baca dan cermati puisi berikut!
Malam pekat, roh
Bersembunyi di balik mimpi, raga
Pulas menanggung lelah
....
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....
A. Kami datang tiba-tiba orang masih tertidur
B. Gempita menggelilat, meliuk, robohkan setiap yang tegak
C. Mereka tertidur dengan nyenyak sekali
D. Musibah disinyalir bersumber dari Gunung Merapi
E. Malapetaka menimpa desa terpencil itu
Soal 49. Cermati kutipan drama berikut!
Hendra : Apa yang sedang kaupikirkan Syam? (duduk di samping Syamsu)
Syamsu : Kalau aku mendengar nasihat ibuku dulu, tentu aku sudah sukses sepertimu. Hidupmu sudah tenang sekarang.
Hendra : Semua ini kudapat dengan kerja keras. Kautahu kan kehidupan orang tuaku. Dapat pagi habis petang.
Syamsu : Aku tahu itu. Lihatlah kehidupanku sekarang. Bagai kerakap tumbuh di batu.
Hendra : Tidak usah kausesali lagi. ... Yang penting kaupikirkan kelanjutan hidupmu untuk masa yang akan datang. Aku akan membantumu, melepaskanmu dari kesulitan ini.
Syamsu : Terima kasih. Kaubenar-benar sahabat sejati.
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi kutipan drama tersebut adalah ....
A. Ada batang cendawan tumbuh
B. Bagai makan buah simalakama
C. Seperti membuang garam ke laut
D. Nasi sudah menjadi bubur
E. Tiada rotan akar pun jadi
Soal 50. Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Dalam karya Iwan Simatupang, Ziarah, misalnya setiap peristiwa yang menimpa tokoh kita terjalin dalam rangkaian yang tidak menunjukkan hubungan kausalitas, karena peristiwa itu hanya terjadi dalam pikiran atau batin tokoh itu. Khayalan dan imajinasi tumpang tindih dengan kejadian yang dialami oleh tokoh ini. Teknik penceritaan tersebut juga digunakan oleh tokoh Putu Wijaya. Hampir semua novelnya bercirikan teknik penceritaan demikian. Dalam Publik, misalnya, Putu Wijaya bercerita tentang banyak tokoh dan para tokohnya mengembangkan peristiwanya sendiri-sendiri.
Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan dalam paragraf tersebut adalah ....
A. Di sini hadir banyak tokoh yang seolah-olah dia berada dalam diri tokoh yang lain.
B. Di sini hadir banyak tokoh, tetapi tidak jelas siapa mana tokoh yang menjadi tokoh utamanya.
C. Pikiran pengarang digunakan oleh tokoh-tokoh yang dihadirkan dari berbagai tingkat dan lingkungan.
D. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam impian para tokoh cerita tidak boleh dianggap sebagai peristiwa nyata.
E. Karena banyak tokoh dalam sebuah cerita dan membingungkan, sebaiknya dijadikan cerpen saja.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10