Baca juga
- Pesantren Al-Karomah Kediri
- Manfaat Jangka Panjang Pesantren Tahfidz bagi Masa Depan Anak: Bekal Karakter, Ilmu, dan Ketenangan Hati
- Pesantren Putra Putri Darul Huda Trenggalek
- PPIT Al-Huda Wonogiri
Soal 37
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 37 s.d. 39!
\( (1) \) Rasanya berat untuk berpikiran bahwa orang seperti dia bisa melakukan tindakan tak terpuji.
\( (2) \) Tapi apa boleh buat, ada dugaan kuat bahwa paling tidak ia telah berbuat salah yang membuatnya begitu resah.
\( (3) \) Dan inilah peristiwa yang mengawali dugaan itu, seperti berulang kali diceritakan ibu.
\( (4) \) “Waktu itu, kelihatan sekelebatan orang keluar.”
\( (5) \) “Waktu mau balik, tiba-tiba ada perasaanku tidak enak.”
\( (6) \) “Lalu saya ke tempat menyimpan kendaraan ayah.”
\( (7) \) “Ternyata bukan Darmın.”
Bukti latar tempat dalam kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat bernomor …
- \( (4) \)
- \( (5) \)
- \( (6) \)
- \( (7) \)
Soal 38
Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah …
- sekelebat bayangan mencurigakan
- kecurigaan kepada seseorang
- tindakan yang tidak terpuji
- kewaspadaan yang berlebihan
Soal 39
Amanat pada kutipan cerpen tersebut adalah …
- Membantu orang yang ditimpa masalah.
- Memafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas.
- Jangan menyimpan barang tidak pada tempatnya.
- Jangan menuduh kalau tidak ada bukti, waspada boleh saja.
Soal 40
Perhatikan kedua kutipan novel berikut!
| Kutipan Novel 1 | Kutipan Novel 2 |
|---|---|
|
Aku meninggalkannya... Dan bertanya, apakah yang telah kulakukan itu benar atau salah. Membikinnya marah atau jengkel, benar atau salah? Dan apa sebenarnya yang kuingini ketika dulu ia kuhindarkan ke rumah? Ya ya ... aku ingin mengembalikkannya. Aku ingin menaklukkannya, lelaki yang kaya, bandel dan terkenal suka merendahkan orang lain itu. Entah demi sahabatku Tining, entah untuk kepuasanku sendiri. |
“Tiba-tiba seperti halilintar menggila,” pikirnya. Pikiran yang terang dan tegas dalam hati Hasan, seakan-akan sinar ilham yang terang benderang menyebabkan tabir gelap dalam jiwa yang bimbang. Terang, terang sekali seakan-akan pikirannya. Berpikirlah ia: “Ayah sudah tidak ada lagi. Tapi aku, ibu, Fatimah masih ada, masih hidup. Kalau Tuhan betul-betul kasih sayang manusia seperti kata Rusli dan Anwar …” |
Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah …
| Pilihan | Kutipan Novel 1 | Kutipan Novel 2 |
|---|---|---|
| A | Sarat dengan nilai budaya, menggunakan gaya hiperbola | Sarat dengan nilai sosial, menggunakan gaya deskriptif |
| B | Sarat dengan nilai keagamaan, menggunakan gaya deskriptif | Sarat dengan nilai sosial, menggunakan gaya hiperbola |
| C | Sarat dengan nilai moral, menggunakan gaya deskriptif | Sarat dengan nilai keagamaan, menggunakan gaya hiperbola |
| D | Sarat dengan nilai sosial, menggunakan gaya deskriptif | Sarat dengan nilai budaya, menggunakan gaya hiperbola |
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 10