Soal 37
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 37 s.d. 39!
\( (1) \) Rasanya berat untuk berpikiran bahwa orang seperti dia bisa melakukan tindakan tak terpuji.
\( (2) \) Tapi apa boleh buat, ada dugaan kuat bahwa paling tidak ia telah berbuat salah yang membuatnya begitu resah.
\( (3) \) Dan inilah peristiwa yang mengawali dugaan itu, seperti berulang kali diceritakan ibu.
\( (4) \) “Waktu itu, kelihatan sekelebatan orang keluar.”
\( (5) \) “Waktu mau balik, tiba-tiba ada perasaanku tidak enak.”
\( (6) \) “Lalu saya ke tempat menyimpan kendaraan ayah.”
\( (7) \) “Ternyata bukan Darmın.”
Bukti latar tempat dalam kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat bernomor …
- \( (4) \)
- \( (5) \)
- \( (6) \)
- \( (7) \)
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Latar tempat ditandai oleh keterangan lokasi/ruang terjadinya peristiwa. Kalimat \( (6) \) menyebut tempat secara jelas: “ke tempat menyimpan kendaraan ayah”, yang menunjukkan lokasi kejadian.
- A — Salah. “kelihatan sekelebatan orang keluar” menunjukkan peristiwa, tetapi tidak menyebut tempat spesifik.
- B — Salah. “tiba-tiba ada perasaanku tidak enak” adalah perasaan, bukan tempat.
- C — Benar. Ada keterangan tempat eksplisit.
- D — Salah. “Ternyata bukan Darmın” adalah hasil pengenalan/penegasan, bukan tempat.
Soal 38
Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah …
- sekelebat bayangan mencurigakan
- kecurigaan kepada seseorang
- tindakan yang tidak terpuji
- kewaspadaan yang berlebihan
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Konflik yang muncul dalam kutipan adalah konflik batin/masalah berupa dugaan kuat bahwa seseorang (orang “seperti dia”) telah berbuat salah. Kalimat \( (1) \)–\( (3) \) menegaskan beratnya pikiran dan adanya dugaan kuat, lalu kutipan ibu menjadi pemicu dugaan itu. Ini menunjukkan kecurigaan kepada seseorang.
- A — Salah. “sekelebat bayangan” hanya peristiwa pemicu, bukan inti konflik.
- B — Benar. Inti masalah: muncul dugaan/kecurigaan bahwa seseorang telah berbuat salah.
- C — Salah. “tindakan tak terpuji” adalah label/kemungkinan tindakan, tetapi konflik yang tampak dalam kutipan adalah proses curiga/dugaan, bukan tindakan itu sendiri yang diperlihatkan.
- D — Salah. Tidak ada penanda bahwa kewaspadaan “berlebihan”; yang ada adalah perasaan tidak enak dan pengecekan yang memicu dugaan.
Soal 39
Amanat pada kutipan cerpen tersebut adalah …
- Membantu orang yang ditimpa masalah.
- Memafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas.
- Jangan menyimpan barang tidak pada tempatnya.
- Jangan menuduh kalau tidak ada bukti, waspada boleh saja.
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: Kutipan menonjolkan “dugaan kuat” terhadap seseorang dan pemicu dugaan berasal dari peristiwa yang “sekelebatan orang keluar” serta pengecekan “tempat menyimpan kendaraan”. Amanat yang paling sesuai adalah bersikap hati-hati: jangan mudah menuduh tanpa bukti, meskipun tetap boleh waspada.
- A — Salah. Tidak ada peristiwa membantu orang yang ditimpa masalah.
- B — Salah. Tidak ada tindakan memaafkan dalam kutipan.
- C — Salah. Kutipan tidak membahas barang disimpan tidak pada tempatnya sebagai pesan utama.
- D — Benar. Paling selaras dengan tema dugaan/kecurigaan dan perlunya bukti.
Soal 40
Perhatikan kedua kutipan novel berikut!
| Kutipan Novel 1 | Kutipan Novel 2 |
|---|---|
|
Aku meninggalkannya... Dan bertanya, apakah yang telah kulakukan itu benar atau salah. Membikinnya marah atau jengkel, benar atau salah? Dan apa sebenarnya yang kuingini ketika dulu ia kuhindarkan ke rumah? Ya ya ... aku ingin mengembalikkannya. Aku ingin menaklukkannya, lelaki yang kaya, bandel dan terkenal suka merendahkan orang lain itu. Entah demi sahabatku Tining, entah untuk kepuasanku sendiri. |
“Tiba-tiba seperti halilintar menggila,” pikirnya. Pikiran yang terang dan tegas dalam hati Hasan, seakan-akan sinar ilham yang terang benderang menyebabkan tabir gelap dalam jiwa yang bimbang. Terang, terang sekali seakan-akan pikirannya. Berpikirlah ia: “Ayah sudah tidak ada lagi. Tapi aku, ibu, Fatimah masih ada, masih hidup. Kalau Tuhan betul-betul kasih sayang manusia seperti kata Rusli dan Anwar …” |
Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah …
| Pilihan | Kutipan Novel 1 | Kutipan Novel 2 |
|---|---|---|
| A | Sarat dengan nilai budaya, menggunakan gaya hiperbola | Sarat dengan nilai sosial, menggunakan gaya deskriptif |
| B | Sarat dengan nilai keagamaan, menggunakan gaya deskriptif | Sarat dengan nilai sosial, menggunakan gaya hiperbola |
| C | Sarat dengan nilai moral, menggunakan gaya deskriptif | Sarat dengan nilai keagamaan, menggunakan gaya hiperbola |
| D | Sarat dengan nilai sosial, menggunakan gaya deskriptif | Sarat dengan nilai budaya, menggunakan gaya hiperbola |
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis:
- Kutipan Novel 1 berisi pergulatan batin tokoh tentang benar-salah, marah-jengkel, dan motif tindakan (“benar atau salah?”). Ini menonjolkan nilai moral (pertimbangan etis) dan disampaikan dengan uraian langsung tentang pikiran/perasaan tokoh (cenderung deskriptif).
- Kutipan Novel 2 memuat perenungan tentang Tuhan (“Kalau Tuhan betul-betul kasih sayang…”) sehingga menonjolkan nilai keagamaan. Gaya bahasanya memakai penguatan berlebih/majas yang mencolok seperti “halilintar menggila”, “sinar ilham yang terang benderang”, yang merupakan ciri hiperbola.
Analisis opsi:
- A — Salah. Kutipan 1 tidak dominan nilai budaya; Kutipan 2 justru keagamaan, bukan budaya.
- B — Salah. Kutipan 1 bukan nilai keagamaan; Kutipan 2 tidak terutama nilai sosial.
- C — Benar. Kutipan 1: moral + deskriptif; Kutipan 2: keagamaan + hiperbola.
- D — Salah. Kategorinya terbalik dan tidak sesuai isi kedua kutipan.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 10