Cermati dua kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor \(21\) dan \(22\)!
Cerpen 1
Sudah 20 tahun ia tidak pulang dan itu bukan waktu sekejap. Ia menyadari benar hal itu. Tapi kepedihan yang pernah menggores jiwanya itulah yang sulit disusir. Ia tetap menyimpannya di tiap sudut hatinya yang rapuh.
“Pulang sajalah. Mungkin itu lebih baik bagimu,” kata sang istri ketika surat senada datang lagi untuk kali kedua, ketujuh, dan entah keberapa lagi.
(Emak, Engkos Kosasih)
Cerpen 2
Tanah gembur berpasir demikian empuk terangkat mata cangkul. Sobekan matahari pukul sebelas menyelip di sela dahan mangga. Kebun mungil yang digadai Pak Usman kuhiasi tanaman apa saja. Pada lingkaran batas kebun dengan rimbunnya berderet rumpunan pisang, pohon nangka, singkong, dan rambutan. Di sela pohon mangga kutanami kunyit, kencur, temulawak, laos, cabe, tomat, dan beberapa jenis tanaman buat kebutuhan dapur dan obat-obatan.
(“Sepasang Mata Tua” dalam Lalat-lalat dan Burung-Burung Bangkai, N. Marewo)
21. Perbedaan kedua kutipan tersebut adalah ....
| A. | Cerpen 1: Sudut pandang orang pertama | Cerpen 2: Sudut pandang orang ketiga |
| B. | Cerpen 1: Berlatar waktu | Cerpen 2: Berlatar tempat |
| C. | Cerpen 1: Bertema cinta | Cerpen 2: Bertema kedaerahan |
| D. | Cerpen 1: Bernilai sosial | Cerpen 2: Bernilai moral |
| E. | Cerpen 1: Tidak memiliki konflik | Cerpen 2: Konflik terlihat jelas |
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Kutipan Cerpen 1 menonjolkan waktu (misalnya “Sudah 20 tahun...”, lalu surat “kali kedua, ketujuh, dan entah keberapa lagi”) sehingga pembaca diarahkan pada rentang waktu dan pengulangan peristiwa. Kutipan Cerpen 2 justru menonjolkan tempat melalui deskripsi kebun dan unsur alam (tanah, matahari, dahan mangga, batas kebun, deretan tanaman). Karena itulah perbedaan paling tepat adalah “Cerpen 1 berlatar waktu, Cerpen 2 berlatar tempat”.
Alasan opsi lain kurang tepat:
A tidak tepat karena Cerpen 1 menggunakan “ia” (bukan “aku”) sehingga bukan sudut pandang orang pertama.
C tidak tepat: Cerpen 1 lebih kuat pada kepedihan dan permintaan pulang, bukan tema cinta; Cerpen 2 dominan deskripsi kebun, bukan “kedaerahan”.
D tidak dapat disimpulkan dari kutipan; nilai sosial/moral tidak menjadi pembeda utama yang tampak jelas.
E tidak tepat: Cerpen 1 justru memuat konflik batin (kepedihan yang sulit disusir), sedangkan Cerpen 2 tidak menampilkan konflik jelas dalam kutipan.
22. Hal dalam cerpen (\(1\)) yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah ...
| A. | Sulit melupakan peristiwa yang telah melukai hati. |
| B. | Jika sudah di rantau, sulit untuk pulang ke kampung halaman. |
| C. | Istri selalu memberikan solusi atas permasalahan suami. |
| D. | Orang tua mengirimkan surat kepada anaknya yang dirantau. |
| E. | Anak yang merantau selalu diminta pulang oleh orang tua. |
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: Dalam Cerpen 1 ada kalimat “surat senada datang lagi untuk kali kedua, ketujuh, dan entah keberapa lagi.” Ini menunjukkan adanya surat yang berulang dari pihak keluarga (umumnya orang tua) kepada anak yang berada jauh/merantau. Peristiwa “orang tua mengirimkan surat kepada anaknya yang dirantau” adalah hal yang wajar dijumpai dalam kehidupan sehari-hari (komunikasi keluarga saat anak jauh dari rumah), sehingga paling sesuai dengan isi kutipan.
Alasan opsi lain kurang tepat:
A memang ada “kepedihan”, tetapi itu lebih berupa konflik batin yang spesifik; sementara bukti paling konkret dalam kutipan adalah “surat senada” yang datang berulang.
B menyatakan “sulit pulang”, padahal kutipan lebih menekankan “tidak pulang” dan adanya ajakan pulang, bukan kesulitan teknis/halangan pulang.
C terlalu mutlak (“selalu”), sedangkan kutipan hanya menunjukkan istri memberi saran, bukan pola umum “selalu”.
E juga mungkin terjadi, tetapi dalam kutipan bukti yang paling jelas adalah tindakan pengiriman surat (bentuk komunikasi), bukan pernyataan “selalu diminta pulang”.
Cermati teks cerpen berikut untuk menjawab soal nomor \(23\) s.d. \(25\)!
(\(1\)) Hati-hati bus melaju dengan kecepatan tinggi. Malina berdiri sambil berpegangan pada sandaran kursi, bergerak ke depan, ke arah sopir yang berambut sekusar debu.
(\(2\)) Tepat di belakang sopir itu, ia bertanya dengan suara yang sengaja dikeraskan: Di mana tempat perhentian terakhir bus ini.
(\\(3\)) Bus mendadak berhenti.
(\(4\)) Malina hampir saja tersungkur ke depan dan ia bersungut-sungut.
(\(5\)) Sopir bus membalikkan badannya, menatap Malina dingin, sembari membelalakkan matanya.
23. Pembuktian watak tokoh sopir yang emosional terdapat pada kalimat bernomor ....
| A. | (\(1\)) dan (\(2\)) |
| B. | (\(1\)) dan (\(3\)) |
| C. | (\(2\)) dan (\(4\)) |
| D. | (\(3\)) dan (\(5\)) |
| E. | (\(4\)) dan (\(5\)) |
Jawaban & Analisis (Klik)
Jawaban: D
Analisis: Watak “emosional” sopir tampak melalui reaksi yang keras dan menunjukkan ketegangan. Kalimat (\(3\)) “Bus mendadak berhenti” menggambarkan tindakan tiba-tiba yang dapat menunjukkan respons spontan/keras dari sopir. Kalimat (\(5\)) memperkuatnya: sopir “menatap Malina dingin” dan “membelalakkan matanya”, ciri ekspresi yang menunjukkan emosi kuat (marah/tersinggung). Karena bukti paling jelas mengenai emosi sopir ada pada tindakan mendadak dan ekspresi mata, maka pilihan (\(3\)) dan (\(5\)) paling tepat.
Alasan opsi lain kurang tepat:
A dan B lebih banyak menggambarkan situasi bus serta gerak Malina, bukan bukti emosi sopir yang kuat.
C memuat pertanyaan Malina dan reaksi Malina, bukan sopir.
E memuat (\(4\)) yang menggambarkan Malina hampir tersungkur; itu bukan bukti watak sopir, melainkan akibat kejadian.
24. Nilai moral yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ...
| A. | Memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan. |
| B. | Bertanggung jawab terhadap risiko pekerjaan. |
| C. | Kesantunan dalam bertegur sapa. |
| D. | Kreativitas memerlukan biaya yang mahal. |
| E. | Membantu penumpang untuk mendapatkan pelayanan. |
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Dalam kutipan, bus melaju kencang dan berhenti mendadak sehingga penumpang hampir tersungkur. Ini mengarahkan pembaca pada tuntutan bahwa sopir harus bertanggung jawab atas cara berkendara karena menyangkut keselamatan penumpang. Jadi nilai moral yang paling sesuai adalah “bertanggung jawab terhadap risiko pekerjaan”.
Alasan opsi lain kurang tepat:
A dan E tidak tampak karena tidak ada tindakan menolong atau membantu pelayanan.
C bisa dibahas, tetapi fokus kutipan lebih pada keselamatan/risiko berkendara daripada etika sapaan.
D tidak berkaitan dengan isi kutipan.
25. Amanat yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ...
| A. | Kita harus bertanggung jawab atas perbuatan kita! |
| B. | Tolong-menolonglah dalam mengatasi kesulitan! |
| C. | Janganlah takut menghadapi ketenaran! |
| D. | Dalam bertegur sapa hendaklah mempertahankan kesatuan! |
| E. | Setiap perbuatan sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu. |
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Kecenderungan sopir yang mengemudi cepat dan bereaksi mendadak menimbulkan risiko bagi penumpang. Dari situ, amanat yang paling tepat adalah bahwa setiap tindakan—terutama yang berdampak pada orang lain—harus disertai tanggung jawab. Opsi A merumuskan amanat itu secara paling langsung: bertanggung jawab atas perbuatan sendiri.
Alasan opsi lain kurang tepat:
B tidak didukung peristiwa tolong-menolong dalam kutipan.
C tidak berhubungan dengan isi.
D tidak sesuai konteks kutipan.
E memang searah, tetapi amanat yang paling kuat dalam kutipan lebih menekankan konsekuensi tindakan dan tanggung jawab sopir terhadap keselamatan penumpang.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10