Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

soal 11

Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal nomor \(11\) dan \(12\)!

Pada April ini, mata dunia akan menyaksikan wajah Indonesia dari dekat. Kepala negara dan pemerintahan dari \(109\) negara diundang untuk menghadiri rangkaian kegiatan peringatan enam puluh Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung pada \(19\)-\(24\) April \(2015\). Peristiwa akan diliput oleh sekitar seribu wartawan dari dalam dan luar negeri. Kita harus memanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperlihatkan pada dunia bahwa Indonesia telah menjadi negara demokratis, aman, bersih, dan damai. Wajah Indonesia yang seperti itulah yang menjadi rute keseluruhan cita-cita para tokoh pemprakarsa KAA di Bandung pada \(1955\) di era Presiden Soekarno, setelah bangsa-bangsa di kawasan Asia Afrika itu berjuang melepaskan diri dari belenggu peradaban yang bernama kolonialisme.

Opini penulis dalam kutipan tersebut adalah ....

A. Peringatan enam puluh tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) diadakan di Jakarta dan Bandung.

B. Wajah Indonesia menjadi rute keseluruhan cita-cita para tokoh pemprakarsa KAA di Bandung.

C. Bangsa-bangsa Asia Afrika berjuang melepaskan diri dari belenggu peradaban.

D. Kepala negara dan pemerintahan dari \(109\) yang diundang menghadiri kegiatan peringatan KAA.

E. Kita harus memperlihatkan pada dunia bahwa Indonesia telah menjadi negara demokratis, aman, bersih, dan damai.

Jawaban dan Analisa

Jawaban: E

Analisa: Opini penulis biasanya ditandai oleh kalimat bernada ajakan/penilaian/keharusan (misalnya “harus”, “sebaiknya”), bukan sekadar data faktual. Pada kutipan, kalimat “Kita harus memanfaatkan ... untuk memperlihatkan ...” jelas berisi sikap/anjuran penulis. Pilihan E mengutip inti ajakan tersebut, sehingga merupakan opini.

A. Fakta: informasi tempat penyelenggaraan KAA.

B. Lebih bersifat penjelasan isi kutipan, tetapi masih berupa uraian (tidak sejelas kalimat ajakan “kita harus”).

C. Fakta/sejarah: perjuangan bangsa Asia Afrika dari kolonialisme.

D. Fakta: jumlah \(109\) negara yang diundang.

E. Opini: mengandung unsur keharusan (“kita harus”) dan tujuan yang dinilai penting oleh penulis.

Catatan simbol wajib: kalimat ajakan/opini \(\gt\) kalimat fakta, dan fakta \(\lt\) opini.


soal 12

Keberpihakan penulis pada isi kutipan tersebut kepada ....

A. tokoh pemprakarsa

B. para undangan

C. para tokoh

D. wartawan peliput

E. pemerintah Indonesia

Jawaban dan Analisa

Jawaban: E

Analisa: Keberpihakan penulis terlihat dari penekanan bahwa Indonesia harus memanfaatkan momentum agar dunia melihat Indonesia sebagai “demokratis, aman, bersih, dan damai”. Fokus ini berpihak pada citra dan kepentingan Indonesia sebagai negara/penyelenggara (pemerintah Indonesia) yang ingin menunjukkan wajah baik di mata dunia, bukan pada wartawan, undangan, atau tokoh pemprakarsa semata.

A. Tokoh pemprakarsa disebut sebagai latar sejarah, bukan pihak yang didorong kepentingannya.

B. Para undangan hanya disebut sebagai tamu \(109\) negara, tidak menjadi sasaran keberpihakan.

C. “Para tokoh” terlalu umum dan bukan fokus ajakan penulis.

D. Wartawan hanya disebut sebagai peliput, bukan pihak yang dibela/didukung.

E. Tepat: penulis mendorong upaya Indonesia (pemerintah/negara) menampilkan citra baik di hadapan dunia.

Catatan simbol wajib: kepentingan citra Indonesia \(\gt\) kepentingan pihak lain, dan pihak lain \(\lt\) citra Indonesia.


soal 13

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor \(13\) s.d. \(15\)!

\((1)\) Warga Jakarta merindukan kawasan yang hijau. \((2)\) Tentu saja pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah banyak merubah kawasan menjadi ruang terbuka hijau atau taman-taman yang cantik. \((3)\) Meskipun demikian, di sisi lain semakin banyak kampung yang hilang dan menjadi bangunan. \((4)\) Proyek-proyek gedung mengamplifikasi nuansa hijau kota dengan menempelkan poster hutan, pepohonan, atau apa pun yang bernuansa alam di pagar yang mengelilingi proyek. \((5)\) Tujuannya agar warga tetap merasa nyaman di tengah kota yang kian sumpek.

Ide pokok paragraf tersebut adalah ....

A. pengubahan kawasan hijau

B. pembangunan gedung

C. penghilangan kampung

D. kenyamanan kota

E. suasana kota yang sumpek

Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Analisa: Ide pokok adalah gagasan yang paling menaungi seluruh kalimat. Paragraf membahas kerinduan kawasan hijau, upaya pemerintah menyediakan RTH, sisi lain kampung hilang jadi bangunan, hingga proyek gedung “mengamplifikasi” nuansa hijau dengan poster—semua itu bermuara pada tujuan: agar warga tetap merasa nyaman di kota yang makin sumpek (kalimat \((5)\)). Jadi, gagasan besarnya adalah “kenyamanan kota” sebagai tujuan dari berbagai upaya/rekayasa nuansa hijau.

A. Terlalu sempit: hanya menyorot satu bagian (upaya mengubah kawasan menjadi RTH).

B. Hanya salah satu rincian (proyek gedung), bukan gagasan menaungi.

C. Hanya bagian kontras pada kalimat \((3)\), bukan inti keseluruhan.

D. Tepat: tujuan akhirnya agar warga tetap merasa nyaman.

E. “Sumpek” adalah kondisi latar/masalah, sedangkan inti yang dituju adalah kenyamanan.

Catatan simbol wajib: tujuan (kenyamanan) \(\gt\) rincian pendukung, dan rincian \(\lt\) tujuan.


soal 14

Tujuan penulis dalam paragraf tersebut adalah ....

A. mengajak para pembaca untuk menikmati kota Jakarta

B. menginformasikan banyak kawasan menjadi ruang terbuka hijau

C. menjelaskan bahwa banyak kampung yang hilang

D. mengimbau agar masyarakat menciptakan ruang terbuka

E. mengajak masyarakat untuk menikmati kawasan hijau

Jawaban dan Analisa

Jawaban: B

Analisa: Paragraf bersifat informatif: memaparkan kondisi dan upaya yang terjadi (kerinduan warga, perubahan kawasan jadi RTH, kampung hilang, proyek gedung menempel poster hijau, tujuan agar nyaman). Tidak tampak kalimat ajakan langsung seperti “marilah/ayo/hendaknya”. Karena itu, tujuan penulis lebih tepat “menginformasikan” tentang perubahan kawasan menjadi ruang terbuka hijau dan fenomena terkait.

A. Tidak ada ajakan menikmati Jakarta.

B. Tepat: sesuai isi kalimat \((2)\) dan didukung penjelasan berikutnya.

C. Itu hanya salah satu informasi (kalimat \((3)\)), bukan tujuan utama keseluruhan paragraf.

D. Tidak ada imbauan eksplisit agar masyarakat menciptakan RTH.

E. Tidak ada ajakan menikmati kawasan hijau; paragraf lebih memaparkan fenomena.

Catatan simbol wajib: tujuan informatif \(\gt\) tujuan persuasif (pada paragraf ini), dan persuasif \(\lt\) informatif.


soal 15

Kalimat yang menggunakan kata tidak baku terdapat pada kalimat nomor ....

A. \((1)\)

B. \((2)\)

C. \((3)\)

D. \((4)\)

E. \((5)\)

Jawaban dan Analisa

Jawaban: B

Analisa: Kata tidak baku pada teks terdapat pada kalimat \((2)\), yaitu “merubah”. Bentuk baku menurut kaidah adalah “mengubah”. Kalimat lain tidak menunjukkan bentuk tidak baku yang sejelas itu.

A \((1)\). Tidak memuat kata tidak baku yang menonjol.

B \((2)\). Tepat: “merubah” tidak baku, seharusnya “mengubah”.

C \((3)\). Tidak ada bentuk tidak baku yang jelas.

D \((4)\). Diksi “mengamplifikasi” mungkin terasa janggal, tetapi ini masih kata serapan/istilah; soal “tidak baku” pada konteks UN umumnya menunjuk bentuk jelas seperti “merubah”.

E \((5)\). Tidak ada bentuk tidak baku yang jelas.

Catatan simbol wajib: “mengubah” \(\gt\) “merubah” (dalam kebakuan), dan “merubah” \(\lt\) “mengubah”.