Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 26

Suasana yang tergambar pada kutipan drama tersebut adalah….

  1. menyedihkan
  2. menyenangkan
  3. mengharukan
  4. menegangkan
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis opsi:

  • A (menyedihkan): Situasinya memang serius karena “keadaan ayah kritis”, tetapi yang paling ditonjolkan dalam dialog adalah kepanikan, keputusan cepat, dan konflik tindakan, bukan penggambaran kesedihan yang mendalam.
  • B (menyenangkan): Jelas tidak sesuai karena adegan berisi kondisi kritis dan pertentangan.
  • C (mengharukan): “Mengharukan” biasanya menonjolkan rasa haru/tersentuh karena kasih sayang atau pengorbanan. Kutipan ini lebih menekankan urgensi dan ketegangan keputusan medis.
  • D (menegangkan): Tepat. Ada situasi darurat (“nafas ayah berhenti”, “keadaan ayah kritis”), Danar panik dan berteriak, lalu berlari keluar, sementara Dodi mengejar. Rangkaian ini membangun suasana tegang.

Catatan format: Jika suatu saat ada tanda perbandingan, tulis sebagai \( \gt \) dan \( \lt \).

Soal 27

Malam Selasa, \(16\) September \(2007\) Marwan nonton TV hingga larut malam hingga lupa tidak belajar. Akibatnya pada pagi harinya ia tidak dapat mengerjakan ulangan matematika. Marwan mendapat nilai \(40\). Ia merasa malu dan menyesal.

Tulisan di buku harian yang tepat sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah....

  1. Acara TV pada malam Selasa (\(16\) September \(2007\)) memang sangat menarik hatiku. Kuikuti acaranya hingga larut malam. Dan aku tak akan lupa belajar matematika agar aku tidak menyesal.
  2. Malam Selasa (\(16\) September \(2007\)) aku nonton acara. Meskipun pagi harinya aku ulangan matematika. Aku tidak menyesal karena nilai \(40\) tak pernah aku dapatkan.
  3. Malam Selasa (\(16\) September \(2007\)) aku terlenadeng acara TV yang memesona. Aku lupa belajar matematika. Nilai \(40\) sebagai hadiahku. Ah, alangkah malunya diriku. Aku menyesal ....
  4. Malam Selasa (\(16\) September \(2007\)) adalah malam mengesankan bagiku. Acara TV kutonton hingga larut malam. Pagi harinya aku tak mendapatkan nilai \(40\). Nilai yang menurutku sangat memalukan.
Analisa & Jawaban

Isi ilustrasi: menonton TV sampai larut, lupa belajar, nilai \(40\), malu dan menyesal.

A ada penyesalan, tetapi lebih berupa janji “agar tidak menyesal”, tidak menegaskan fakta nilai \(40\) dan rasa malu secara kuat.

B bertentangan karena menyatakan “tidak menyesal”.

C memuat “lupa belajar”, “nilai \(40\)”, “malu”, dan “menyesal” secara langsung. Paling sesuai.

D tidak tepat karena kalimat “tak mendapatkan nilai \(40\)” bertentangan dengan ilustrasi (seharusnya mendapat nilai \(40\)).

Jawaban: C


Soal 28

Ytc. Gumilang
Jalan Yos Sudarso No. \(37\)
Surabaya

Salam kangen,

Di Banyumas, aku juga dalam keadaan segar dan sehat. Setelah dua bulan aku pindah ke Banyumas, kamu tidak pernah berlibur. Sibuk dengan tugas sekolah, ya? Aku ingin sekali berbagi cerita seperti dulu.

Kalimat pembuka yang tepat untuk mengawali surat pribadi tersebut adalah....

  1. Hai, apa kabar, Gum? Bagaimana kabar Bapak dan Ibu di sana? Aku berharap sehat-sehat selalu.
  2. Saya akan memberitahukan pada Gumilang bahwa sekolah di Banyumas berbeda dengan di Surabaya.
  3. Dengan datangnya surat ini, aku akan mengabarkan bahwa keadaanku sehat-sehat saja.
  4. Bersama dengan surat ini, aku akan bercerita tentang sekolahku di SMP Banyumas.
Analisa & Jawaban

Pembuka surat pribadi yang baik biasanya berupa sapaan + menanyakan kabar penerima/keluarganya (akrab dan wajar).

A paling sesuai: sapaan akrab, menanyakan kabar, dan doa.

B terlalu formal (“Saya akan memberitahukan...”), tidak cocok untuk surat pribadi akrab.

C pembuka seperti surat resmi (“Dengan datangnya surat ini...”), kurang personal.

D juga bernuansa formal (“Bersama dengan surat ini...”), kurang natural untuk surat pribadi.

Jawaban: A


Soal 29

Begini, Ira, rencanaku ke Lampung kayaknya akan gagal. Sekarang ku ditugasi kepala sekolah sebagai anggota Paskibraka pada upacara Hari Kesaktian Pancasila di kecamatan sehingga aku latihan setiap hari Sabtu dan Minggu. Oleh karena itu, jika aku nanti tidak sampai rumahmu, maafkan aku, ya! ....

Sahabatmu,
Vina

Penutup surat tersebut yang tepat adalah....

  1. Demikian informasi dari saya. Harap menjadikan maklum.
  2. Cukup sekian dulu. Semoga menjadikan periksa adanya.
  3. Sekian dulu Sobat tercinta. Sampai jumpa besok atau lusa.
  4. Sekian dulu kabar dariku. Mudah-mudahan kamu tidak kecewa.
Analisa & Jawaban

Isi surat: Vina membatalkan rencana berkunjung dan meminta maaf. Penutup yang tepat seharusnya ramah dan menenangkan penerima.

A gaya resmi, tidak cocok untuk surat sahabat.

B ungkapan tidak lazim (“menjadikan periksa adanya”).

C menjanjikan bertemu “besok atau lusa”, padahal rencana ke Lampung gagal.

D paling sesuai: penutup akrab dan selaras dengan permintaan maaf (berharap Ira tidak kecewa).

Jawaban: D


Soal 30

Yth. Pengurus OSIS
SMP SELAYANG PANDANG
di Bandar Sakti

Dengan hormat,
....rekan-rekan OSIS SMP Selayang Pandang untuk menghadiri acara rapat yang diselenggarakan pada:

hari/tanggal : Rabu, \(10\) Februari \(2005\)
waktu : \(13.30\) WIB
tempat : Sekretariat OSIS SMP Selayang Pandang
acara : pembentukan panitia lomba penemuan teknologi sederhana.

Atas kehadiran rekan-rekan, saya ucapkan terima kasih.

Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian awal surat dinas tersebut adalah....

  1. Kami menggarapkan kesediaan.
  2. Harapan kami bahwa.
  3. Untuk menghadiri acara
  4. Dengan segala senang hati
Analisa & Jawaban

Bagian rumpang berada setelah “Dengan hormat,” dan sebelum frasa “...rekan-rekan OSIS ... untuk menghadiri ...”.

Kalimat yang paling tepat adalah bentuk permohonan/undangan yang lengkap, dan dari pilihan yang ada, frasa yang paling pas untuk menyambung struktur itu adalah “Harapan kami bahwa” sehingga menjadi:

“Harapan kami bahwa rekan-rekan OSIS ... untuk menghadiri ...”

A salah ejaan dan tidak baku (“menggarapkan”).

C membuat kalimat jadi janggal karena “Untuk menghadiri acara rekan-rekan ...” tidak tepat.

D tidak sesuai fungsi (bukan kalimat undangan).

Jawaban: B