Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 15

Bacalah dengan saksama puisi berikut kemudian kerjakan soal nomor 15 dan 16!

Ke Blora ia akan menikmati

Ke Blora ia akan kembali bermimpi

Masa kanak dan cinta yang gagal

Ia terlalu hafal

Isi yang terdapat dalam puisi tersebut adalah ….

  1. Blora yang menjadi impian
  2. Blora yang tidak menjanjikan kehidupan yang baik
  3. Blora yang menjanjikan
  4. Blora yang menjanjikan kehidupan
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis opsi:

  • A — Benar. Larik “Ke Blora ia akan kembali bermimpi” menunjukkan Blora diposisikan sebagai tujuan yang diidealkan/diimpikan untuk kembali (menjadi “impian” bagi tokoh lirik).
  • B — Salah. Tidak ada pernyataan Blora “tidak menjanjikan kehidupan yang baik”. Puisi justru menonjolkan kerinduan/keinginan kembali.
  • C — Kurang tepat. “menjanjikan” terlalu umum dan tidak tegas ditunjukkan oleh larik; yang lebih kuat justru tema “impian/kerinduan kembali”.
  • D — Salah. Puisi tidak menyatakan “menjanjikan kehidupan”; isi puisi lebih tentang ingatan masa kecil dan cinta gagal yang “terlalu hafal”.

Soal 16

Citraan yang menonjol pada larik ke-\( 1 \) kutipan puisi tersebut adalah ….

  1. penglihatan
  2. pendengaran
  3. perasaan
  4. perabaan
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Larik “Ke Blora ia akan menikmati” menonjolkan pengalaman batin/emosional (rasa menikmati), bukan gambaran yang dominan berupa melihat, mendengar, atau meraba.

  • A — Salah. Tidak ada unsur “melihat” yang ditonjolkan pada larik pertama.
  • B — Salah. Tidak ada unsur bunyi/suara pada larik pertama.
  • C — Benar. Kata “menikmati” lebih dekat pada rasa/emosi (citraan perasaan).
  • D — Salah. Tidak ada unsur sentuhan/tekstur.

Soal 17

Puisi yang memiliki rima bebas adalah ….

  1. Tak seorang mampu melempar senyum
    Bunga mekar di segala jalan
    Tak seorang tahu sebuah hati
    Cinta terpendam di masa lalu
  2. Segala kesedarannya tersaji hijau muda
    Melayang di lembaran surat musim bunga
    Berita dari jauh
    Sebelum kapal angkat sauh
  3. Lagu pekerja malam
    Sesayup sampai embun
    Antara damo menderam
    Pantun demi pantun
  4. Pada keramik pada nama itu
    Kulihat kembali wajahmu
    Mataku belum totol, ternyata
    Untuk sesuatu yang tak ada
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Rima bebas berarti bunyi akhir larik tidak mengikuti pola persajakan yang teratur. Pada opsi (A), bunyi akhir larik beragam (senyum/jalan/hati/lalu) dan tidak membentuk keteraturan rima.

Analisis opsi:

  • A — Benar. Akhir larik tidak membentuk pola rima yang ajek.
  • B — Salah. Masih tampak kecenderungan kesamaan bunyi pada beberapa larik (misalnya “muda/bunga” lalu “jauh/sauh”), sehingga tidak se-“bebas” (A) pada pola bunyi akhir.
  • C — Salah. Ada kecenderungan pengulangan bunyi akhir pada beberapa larik (misal “embun/pantun”), sehingga lebih berpola dibanding (A).
  • D — Salah. Meskipun bervariasi, opsi ini masih punya kemiripan bunyi pada sebagian larik (itu/wajahmu), sehingga kurang kuat sebagai contoh paling jelas dibanding (A).

Soal 18

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!

Tadi pagi aku ngamuk. Rasanya ini amukanku yang tersadyat sepanjang sejarah. Kesel...banget. Sumbernya, yah, siapa lagi kalau bukan si Ijah. Itu pembantu baru yang suka bikin orang serumah. Bayangkan saja, makalah kewiraian yang sudah setengah mati kubuat, seenaknya saja dibuang ke tempat sampah. Dia tidak tahu betapa besarnya pengorbananku untuk membuat makalah itu. Tiga malam nyaris tidak tidur bahkan, sinetron yang setiap Minggu malam selalu kunantikan kehadirannya, kali ini terpaksa aku cuekin. Eh.....tahu-tahu kerja kerasku dilempar ke tempat sampah. Gimana aku tidak kesal. Bar kamarku berantakan kayak kapal pecah, juga gak apa-apa asal kertas-kertas berhargaku aman. Ijah, Ijah, kamu kira gampang bikin makalah, segampang bikin sambal terasi?

Tokoh Ijah dalam kutipan cerpen tersebut, diketahui dengan cara ….

  1. dialog antar tokoh
  2. diceritakan tokoh lain
  3. diceritakan pengarang
  4. pelukisan tindakan
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Tokoh “Ijah” dikenalkan melalui narasi tokoh “aku” (tokoh lain) yang menceritakan Ijah sebagai pembantu baru dan penyebab masalah. Tidak ada dialog langsung dengan Ijah pada kutipan.

  • A — Salah. Tidak ada dialog dua tokoh yang memperkenalkan Ijah secara langsung.
  • B — Benar. Ijah diketahui dari penuturan tokoh “aku” (tokoh lain dalam cerita) yang mengomentari dan menilai Ijah.
  • C — Salah. Yang bercerita di kutipan adalah tokoh “aku”, bukan narator serba tahu “pengarang”.
  • D — Salah. Pelukisan tindakan biasanya ditunjukkan lewat aksi tokoh yang tampak; pada kutipan ini, Ijah tidak ditampilkan beraksi langsung, hanya diceritakan.

Soal 19

Lelaki buta itu kemudian mencoba naik kembali ke jalan. Anak-anak itu membantu dengan menarik tangan. Lelaki itu menolak bantuan tersebut. Anak-anak juga membantu mengambilkan sandal jepitnya dan memasangkan di kakinya. Ia mulai tampak menggigil kedinginan. Karena hampir seluruh tubuhnya basah. Untung selokan ini tidak berisi air comberan tapi air irigasi untuk mengairi puluhan petak sawah di sebelah selatan kampung itu.

Latar tempat peristiwa dalam cerpen tersebut adalah ….

  1. jalan raya
  2. selokan
  3. sawah
  4. kampung
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Teks menegaskan lokasi kejadian yang dialami tokoh: “selokan ini tidak berisi air comberan…”. Walau disebut jalan, sawah, dan kampung, tempat peristiwa yang paling langsung menjadi lokasi utama pada kutipan adalah selokan.

  • A — Salah. Jalan hanya disebut sebagai tempat yang ingin dinaiki kembali, bukan lokasi utama peristiwa yang diceritakan.
  • B — Benar. Selokan disebut eksplisit dan menjadi tempat tokoh basah serta menggigil.
  • C — Salah. Sawah hanya disebut sebagai tujuan aliran air irigasi, bukan tempat tokoh berada.
  • D — Salah. Kampung hanya keterangan wilayah (“sebelah selatan kampung”), bukan latar tempat utama.

Soal 20

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 20 dan 21!

“Aku heran, mengapa kau diam saja, Her? Padahal jelas-jelas Jono memfitnahmu!” Geram Dorman melihat si Herman yang tetap tenang menghadapi Jono yang jelas menuduh menggelapkan uang koperasi. “Biarkan sajalah dulu. Biarkan Jono puas melampiaskan perasaannya,” jawab Herman mencoba memberi alasan pada Dorman. “Ah dasar, Jono tak tahu diri. Kerjanya mencari-cari kesalahan orang. Dengan dia tidak terpilih menjadi ketua koperasi lagi, itu tandanya….” “Sudah-sudah, jangan kau lanjutkan! Nanti akan kujelaskan tentang keuangan koperasi kepadamu Jono.” Herman mencoba membatasi pembicaraan Dorman.

Konflik yang terjadi pada kutipan cerita tersebut adalah ….

  1. kemarahan Jono kepada Dorman masalah keuangan
  2. kesabaran Herman menghadapi kelakuan Dorman
  3. ketidaksenangan Jono terhadap pengurus koperasi
  4. keangkuhan Herman membuat Jono memfitnahnya
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Kutipan menunjukkan Jono menuduh/memfitnah Herman menggelapkan uang koperasi, yang dipicu ketidakpuasan (ia “tidak terpilih menjadi ketua koperasi lagi”). Jadi konflik utamanya adalah ketidaksenangan/ketidakpuasan Jono yang memicu tuduhan kepada pihak pengurus.

  • A — Salah. Yang marah dalam kutipan justru Dorman; dan Jono memfitnah Herman, bukan Dorman.
  • B — Salah. Herman sabar menghadapi Jono, bukan “kelakuan Dorman”. Dorman yang geram justru membela Herman.
  • C — Benar. Ketidaksenangan Jono (tidak terpilih jadi ketua) memunculkan tuduhan pada pengurus/keuangan koperasi.
  • D — Salah. Tidak ada bukti “keangkuhan Herman” sebagai sebab; yang terlihat adalah Herman tenang dan menahan Dorman agar situasi tidak memanas.