Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Paket Soal: Teks Mangrove (Pilihan Ganda)

Bacaan:
¹Pencemaran dan kerusakan lingkungan merupakan ancaman yang menimbulkan kerugian besar, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global.
²Kerusakan tersebut terjadi di wilayah darat, laut, udara, dan wilayah antara darat dan laut.
³Kerusakan yang parah terjadi pada hutan mangrove.
⁴Padahal, dari situs resmi UNESCO melaporkan tentang mangrove yang merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
⁵Ekosistem itu […] pada kesejahteraan dan pelindungan masyarakat pesisir dari berbagai […], misalnya gelombang, badai, tsunami, kenaikan air laut, dan erosi garis pantai.
⁶Kerusakan mangrove yang tidak diatasi, berdampak pada percepatan kenaikan permukaan air laut.
⁷Cepat atau lambat, luas hutan mangrove di dunia berkurang drastis.
⁸Jika tidak segera diatasi, diperkirakan hutan mangrove habis pada tahun \(2050\).


Soal 1

Kata yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (5) adalah ….

Kalimat (5): “Ekosistem itu […] pada kesejahteraan dan pelindungan masyarakat pesisir dari berbagai […], misalnya gelombang, badai, tsunami, kenaikan air laut, dan erosi garis pantai.”

  1. berpengaruh; kejadian
  2. berefek; akibat
  3. berimbas; bencana
  4. berakibat; musibah
  5. berkontribusi; ancaman
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: E

Analisis inti (ketepatan pasangan kata):

  • Blank 1 membutuhkan verba yang lazim berpasangan dengan “pada”. Bentuk yang paling wajar dan formal: “berkontribusi pada” atau “berpengaruh pada”.
  • Blank 2 harus cocok dengan contoh: gelombang, badai, tsunami, kenaikan air laut, erosi garis pantai. Itu bukan “kejadian/akibat” (terlalu umum), melainkan hazard yang mengancam pesisir; diksi yang paling pas: “ancaman” (atau “bencana”).
  • Kalimat menjadi padu: “Ekosistem itu berkontribusi pada kesejahteraan dan pelindungan … dari berbagai ancaman ….”

Ulasan tiap opsi:

  • A (berpengaruh; kejadian): “berpengaruh pada” benar secara pola, tetapi “dari berbagai kejadian” tidak tepat karena contoh yang disebut adalah jenis bahaya/risiko, bukan sekadar “kejadian”.
  • B (berefek; akibat): “berefek pada” terdengar kurang baku untuk teks formal, dan “dari berbagai akibat” salah logika; gelombang/badai/tsunami adalah pemicu/ancaman, bukan “akibat”.
  • C (berimbas; bencana): “berimbas pada” bisa, tetapi nuansanya cenderung akibat lanjutan (imbas), bukan fungsi positif ekosistem. “dari berbagai bencana” cukup masuk, namun pasangan verbanya kurang selaras dengan makna “manfaat/peran”.
  • D (berakibat; musibah): “berakibat pada kesejahteraan” janggal karena “berakibat” umumnya untuk dampak negatif; selain itu “musibah” bernuansa peristiwa yang menimpa (lebih sempit) dan kurang presisi untuk daftar hazard pesisir.
  • E (berkontribusi; ancaman): paling logis, baku, dan sesuai makna (mangrove memberi kontribusi dan melindungi dari ancaman pesisir).

Soal 2

Penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor ….

  1. 1
  2. 2
  3. 4
  4. 6
  5. 7
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: D (kalimat 6)

Analisis inti:

  • Kalimat (6) berbunyi: “Kerusakan mangrove yang tidak diatasi, berdampak pada percepatan kenaikan permukaan air laut.”
  • Koma di antara subjek dan predikat tidak diperlukan. Subjeknya adalah “Kerusakan mangrove yang tidak diatasi”, predikatnya “berdampak”.
  • Bentuk efektifnya: “Kerusakan mangrove yang tidak diatasi berdampak pada percepatan kenaikan permukaan air laut.”

Ulasan opsi lain (mengapa bukan):

  • Kalimat 1: koma untuk pemerincian (“lokal, nasional, maupun global”) masih wajar.
  • Kalimat 2: koma pada daftar unsur wilayah masih sesuai.
  • Kalimat 4: ada koma setelah “Padahal,” yang bisa dibenarkan sebagai pengantar. Masalah kalimat ini lebih pada keefektifan struktur, bukan koma.
  • Kalimat 7: “Cepat atau lambat, …” koma setelah keterangan pengantar masih lazim.

Soal 3

Kalimat berikut perlu dimasukkan ke dalam bacaan:

“Mangrove efektif sebagai penyerap karbon.”

Kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat nomor ….

  1. 1
  2. 2
  3. 4
  4. 6
  5. 7
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: C (setelah kalimat 4)

Analisis inti (alur gagasan):

  • Kalimat (3) menyatakan fokus kerusakan pada mangrove.
  • Kalimat (4) mulai mengenalkan mangrove berdasarkan rujukan (“situs resmi UNESCO”) dan menyebut sifatnya sebagai ekosistem subur di pesisir.
  • Kalimat baru “Mangrove efektif sebagai penyerap karbon.” paling padu jika ditempelkan tepat setelah pengenalan/definisi itu, sebelum kalimat (5) yang menguraikan kontribusi mangrove pada kesejahteraan dan perlindungan pesisir.
  • Jika diletakkan setelah (6) atau (7), kalimat baru akan terasa “menyela” bagian yang sudah masuk ke dampak kerusakan dan prediksi habisnya mangrove.

Ulasan tiap opsi:

  • Setelah 1: terlalu dini; bacaan belum mengerucut ke mangrove.
  • Setelah 2: masih umum; mangrove belum disebut sebagai fokus kerusakan.
  • Setelah 4: paling mulus karena masih dalam bagian pengenalan/karakteristik mangrove, lalu dilanjutkan manfaat lain di (5).
  • Setelah 6: kurang padu; (6) sudah bicara dampak kerusakan mangrove, lalu tiba-tiba kembali ke fungsi penyerap karbon.
  • Setelah 7: lebih tidak padu; (7) dan (8) adalah penutup tentang penurunan luas dan prediksi tahun habis.

Soal 4

Manakah yang merupakan kalimat efektif dari kalimat (4)?

  1. Padahal, situs resmi UNESCO melaporkan tentang mangrove yang merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
  2. Padahal, dari situs resmi UNESCO melaporkan mangrove yang merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
  3. Sedangkan, situs resmi UNESCO melaporkan bahwa mangrove merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
  4. Padahal, situs resmi UNESCO melaporkan tentang mangrove merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
  5. Padahal, situs resmi UNESCO melaporkan bahwa mangrove yang merupakan ekosistem yang subur di pesisir.
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: C

Analisis inti (keefektifan struktur):

  • Kalimat (4) asli bermasalah karena subjeknya kabur (“dari situs resmi UNESCO melaporkan…”) dan frasa “melaporkan tentang” membuat struktur tidak rapi.
  • Kalimat efektif harus memiliki subjek jelas dan hubungan isi-laporan tepat, umumnya memakai “bahwa”.
  • Opsi C membentuk struktur paling bersih: Subjek = “situs resmi UNESCO”, Predikat = “melaporkan”, Isi laporan = klausa setelah “bahwa”.

Ulasan tiap opsi:

  • A: “melaporkan tentang mangrove yang …” masih cenderung bertele-tele; “melaporkan tentang” kurang efektif dibanding “melaporkan bahwa …”.
  • B: struktur salah karena “dari situs” bukan subjek yang dapat “melaporkan” (subjeknya hilang).
  • C: paling efektif (subjek jelas, predikat tepat, isi laporan berupa klausa dengan “bahwa”).
  • D: salah susun; “melaporkan tentang mangrove merupakan …” tidak padu secara gramatikal.
  • E: “bahwa mangrove yang merupakan …” membuat klausa relatif “yang” tidak perlu; lebih efektif langsung “bahwa mangrove merupakan …”.