Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Paket Soal PBM: Huruf Kapital, Diksi, dan Keefektifan Kalimat


Soal 1

Teks:

¹Gili Trawangan terletak di desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.
²Trawangan termasuk kawasan strategis provinsi (KSP) bersama dengan Gili Meno dan Gili Air, atau yang sering disebut "Pesona Gili Tramena" (Trawangan, Meno, dan Air).
³Gili Trawangan merupakan yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terletak di sebelah Barat Laut Lombok.
⁴Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Gili Trawangan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berpopulasi sekitar 2.089 jiwa dengan rasio laki-laki dan perempuan sebesar 1,08.
⁵Gili Trawangan dikelola oleh Dinas Pariwisata Lombok.

Pertanyaan: Penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat nomor ….

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
  5. (5)
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: C (3)

Analisis inti:

  • Kesalahan kapital ada pada frasa “Barat Laut Lombok” di kalimat (3).
  • “Barat laut” pada konteks itu adalah arah mata angin (keterangan letak), bukan nama wilayah administratif resmi (bukan nama diri).
  • Penulisan yang lebih tepat: “barat laut Lombok” (huruf kecil untuk “barat laut”).

Ulasan opsi lain:

  • (1): “Kecamatan Pemenang” dan “Kabupaten Lombok Utara” adalah nama wilayah administratif, kapital tepat.
  • (2): Nama julukan “Pesona Gili Tramena” adalah nama diri/julukan, kapital wajar.
  • (4): “Provinsi Nusa Tenggara Barat” adalah nama resmi, kapital tepat.
  • (5): “Dinas Pariwisata Lombok” sebagai nama instansi ditulis kapital, masih dapat diterima.

Soal 2

Teks:

¹Pendidikan berdasarkan Sisdiknas bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
²Namun kenyataannya, kondisi sosial dan kultural masyarakat kita akhir-akhir ini memang sangat dikhawatirkan.
³Masyarakat kita menghadapi krisis kronis dan hilangnya perilaku positif termakan zaman diganti perilaku negatif yang cenderung destruktif.
⁴Untuk itu, pendidikan karakter menjadi semakin mendesak untuk diterapkan dalam lembaga pendidikan kita.
⁵Sekolah merupakan suatu wadah yang sangat tepat sekali untuk mengembangkan pendidikan karakter bagi anak.
⁶Belajar akuntansi, misalnya, tidak hanya sekadar terampil dalam berhitung, tetapi juga menumbuhkan karakter rasional, kejujuran, objektif, terbuka, dan tekun lewat pelajaran akuntansi.
⁷Sehubungan dengan hal tersebut, perlu […].

Pertanyaan: Pernyataan yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (7) adalah ….

  1. disiapkan guru yang andal untuk melaksanakan pendidikan karakter di sekolah
  2. dikembangkan strategi yang tepat untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam mata pelajaran
  3. diciptakan mata pelajaran khusus yang membelajarkan pendidikan karakter di sekolah
  4. dipersiapkan sarana dan prasarana yang sangat memadai untuk melaksanakan pendidikan karakter
  5. dipersiapkan manajemen sekolah yang memungkinkan pelaksanaan pendidikan karakter
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: B

Analisis inti (kesesuaian dengan alur):

  • Kalimat (4)–(6) menekankan bahwa pendidikan karakter mendesak diterapkan dan bisa terintegrasi dalam pembelajaran (contoh: akuntansi menumbuhkan karakter).
  • Maka, kelanjutan paling logis: perlu strategi integrasi pendidikan karakter dalam mata pelajaran, bukan membuat mapel baru.
  • Opsi B menyambung langsung dengan contoh di kalimat (6).

Ulasan opsi lain:

  • A: penting, tetapi teks lebih menekankan pola integrasi dalam pembelajaran, bukan fokus pada “guru andal” saja.
  • C: bertentangan dengan gagasan bahwa karakter bisa tumbuh melalui mapel yang ada (contoh akuntansi).
  • D: sarpras mendukung, tetapi tidak menjadi benang merah wacana.
  • E: manajemen sekolah relevan, tetapi kurang tepat sebagai simpulan langsung dari contoh integrasi pada mapel.

Soal 3

Pertanyaan: Kata kejujuran dalam kalimat (6) seharusnya …

  1. dibiarkan saja (sudah benar)
  2. dihilangkan
  3. diikuti kata perilaku
  4. didahului kata sifat
  5. diganti dengan kata jujur
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: A

Analisis inti:

  • Deret pada kalimat (6) menyebut karakter/nilai: “rasional, kejujuran, objektif, terbuka, dan tekun”.
  • “Kejujuran” adalah nomina abstrak yang tepat untuk menyebut nilai karakter, sejajar dengan “rasional/objektif/terbuka/tekun” sebagai sifat/karakter.
  • Mengganti menjadi “jujur” justru membuat deret menjadi tidak seragam bentuknya (ada nomina dan adjektiva tercampur tanpa alasan kuat).

Ulasan opsi lain:

  • B: menghilangkan “kejujuran” mengurangi makna daftar karakter.
  • C: “kejujuran perilaku” tidak lazim; lebih tepat “perilaku jujur”, tetapi itu mengubah struktur dan kebutuhan kalimat.
  • D: “kata sifat” sebelum “kejujuran” tidak diperlukan (mis. “tinggi kejujuran” tidak pas).
  • E: “jujur” mungkin semakna, tetapi tidak paling tepat untuk menjaga bentuk deret dan formalitas.

Soal 4

Pertanyaan: Kata yang harus dihilangkan pada kalimat (5) adalah …

Kalimat (5): “Sekolah merupakan suatu wadah yang sangat tepat sekali untuk mengembangkan pendidikan karakter bagi anak.”

  1. merupakan
  2. suatu
  3. sekali
  4. untuk
  5. bagi
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: C (sekali)

Analisis inti:

  • Frasa “sangat tepat sekali” mengandung pleonasme (penguatan ganda).
  • “Sangat” sudah berfungsi menguatkan “tepat”, sehingga “sekali” menjadi berlebihan.
  • Perbaikan: “Sekolah merupakan suatu wadah yang sangat tepat untuk mengembangkan pendidikan karakter bagi anak.”

Ulasan opsi lain:

  • A: “merupakan” masih lazim dalam definisi (“Sekolah merupakan wadah …”).
  • B: “suatu” memang bisa dihilangkan juga untuk merampingkan, tetapi yang paling jelas salah/berlebihan adalah “sekali”.
  • D: “untuk” diperlukan untuk menyatakan tujuan.
  • E: “bagi anak” masih relevan sebagai sasaran.

Soal 5

Pertanyaan: Kalimat (2) perlu disempurnakan dengan cara …

Kalimat (2): “Namun kenyataannya, kondisi sosial dan kultural masyarakat kita akhir-akhir ini memang sangat dikhawatirkan.”

  1. mengganti kata kondisi dengan keadaan
  2. mengganti kata dikhawatirkan dengan mengkhawatirkan
  3. menghilangkan kata sangat
  4. menghilangkan kata memang
  5. menambah kata ekonomi setelah sosial
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: B

Analisis inti (ketepatan bentuk kata):

  • Struktur “kondisi … dikhawatirkan” membuat pelaku khawatir tidak jelas dan terasa pasif tidak perlu.
  • Yang dimaksud teks: kondisi itu menimbulkan kekhawatiran (bersifat mengkhawatirkan).
  • Lebih tepat: “Namun kenyataannya, kondisi sosial dan kultural masyarakat kita akhir-akhir ini memang sangat mengkhawatirkan.”

Ulasan opsi lain:

  • A: “kondisi” vs “keadaan” tidak memperbaiki inti masalah.
  • C: menghapus “sangat” hanya mereduksi penekanan, bukan memperbaiki ketidaktepatan bentuk.
  • D: menghapus “memang” bisa membuat kalimat lebih ringkas, tetapi problem utama tetap pada “dikhawatirkan”.
  • E: menambah “ekonomi” adalah perluasan isi yang tidak dituntut oleh kalimat.

Soal 6

Teks:

¹Pendidikan karakter tidak harus dimasukkan dalam kegiatan ekstra kurikuler.
²Oleh karena itu, kerja sama semua pihak sangat diperlukan.
³Di sekolah pendidikan karakter menjadi tanggung jawab kepala sekolah.
⁴Sekolah harus mengupayakan agar perundungan tidak terjadi antarsiswa.
⁵Pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah tidak boleh mengalami antiklimaks.

Pertanyaan: Penulisan kata yang salah terdapat pada kalimat nomor …

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
  5. (5)
Lihat Jawaban & Analisis

Kunci: A (1)

Analisis inti:

  • Kalimat (1) menulis “ekstra kurikuler”.
  • Bentuk yang tepat adalah “ekstrakurikuler” (serangkai), sesuai kaidah penulisan unsur serapan yang sudah mapan sebagai satu kata.

Ulasan opsi lain:

  • (2): “kerja sama” (dua kata) merupakan bentuk baku dalam banyak rujukan, sehingga masih dapat diterima.
  • (3): tidak ada kesalahan ejaan kata; hanya bisa dipertajam dengan koma setelah “sekolah”, tetapi itu bukan “penulisan kata”.
  • (4): “antarsiswa” sudah benar (antar- + siswa menjadi serangkai).
  • (5): “antiklimaks” sudah baku.