Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 36

Berikut ini adalah pernyataan yang berhubungan dengan asal-usul kehidupan:

\(1\). Timbulnya kehidupan hanya mungkin jika telah ada kehidupan sebelumnya.
\(2\). Belatung tidak terbentuk dari daging yang membusuk.
\(3\). Pada atmosfer purba tidak terdapat unsur oksigen.
\(4\). Zat hidup yang paling sederhana berkembang menjadi organisme yang lebih kompleks dalam waktu berjuta-juta tahun.

Pernyataan di atas yang sesuai dengan teori Biologi modern adalah ....

A.\(1\) dan \(2\)
B.\(1\) dan \(3\)
C.\(2\) dan \(3\)
D.\(2\) dan \(4\)
E.\(3\) dan \(4\)
Jawaban & Analisa

Jawaban: E

Analisa: “Teori Biologi modern” tentang asal-usul kehidupan umumnya merujuk pada gagasan evolusi kimia dan perkembangan bertahap kehidupan di bumi purba. Pernyataan \(3\) mendukung kondisi atmosfer purba yang belum mengandung oksigen bebas, dan pernyataan \(4\) sesuai dengan konsep evolusi biologis dari organisme sederhana menjadi lebih kompleks dalam waktu sangat lama. Pernyataan \(1\) dan \(2\) lebih terkait biogenesis (kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya) yang menjelaskan penolakan generatio spontanea, tetapi bukan inti teori modern mengenai awal mula kehidupan pertama.

A. Kurang tepat: \(1\) dan \(2\) menekankan biogenesis, bukan menjelaskan kondisi bumi purba dan evolusi kehidupan awal.

B. Kurang tepat: memuat \(1\) yang fokus pada biogenesis, bukan inti “asal-usul kehidupan pertama”.

C. Kurang tepat: \(2\) lebih ke penolakan generatio spontanea pada kasus belatung, bukan pokok teori modern asal-usul kehidupan.

D. Kurang tepat: \(2\) tidak mewakili teori modern mengenai kemunculan kehidupan awal.

E. Tepat: \(3\) (atmosfer purba tanpa oksigen) dan \(4\) (perkembangan organisme sederhana menjadi kompleks) sesuai kerangka teori modern.


Soal 37

Tahun \(1926\) Muller melakukan eksperimen terhadap lalat buah yang dipengaruhi sinar X. Hasil eksperimen memunculkan variasi fenotip yang tidak pernah dijumpai pada populasi liar, seperti individu tanpa sayap dan bersayap melengkung yang mampu membentuk populasi di laboratorium.

Apakah alasan yang tepat bahwa eksperimen tersebut dapat mempengaruhi keberlangsungan evolusi?

A.Fenotip tersebut bersifat steril dan tidak stabil.
B.Terjadi perubahan fenotip akibat desakan lingkungan.
C.Fenotip tersebut hanya muncul jika dipengaruhi sinar X.
D.Fenotip tersebut di alam tidak adaptif sehingga tidak lolos seleksi alam.
E.Fenotip tersebut hanya berubah sesaat, ketika tidak dipengaruhi sinar X akan kembali normal.
Jawaban & Analisa

Jawaban: D

Analisa: Sinar X dapat menyebabkan mutasi genetik yang memunculkan variasi baru. Variasi ini akan “berpengaruh pada evolusi” jika variasinya dapat diwariskan dan kemudian disaring oleh seleksi alam. Banyak fenotip mutan (misalnya tanpa sayap) mungkin bisa bertahan di laboratorium, tetapi di alam dapat menjadi tidak adaptif sehingga individu tersebut tersingkir oleh seleksi alam. Pernyataan D paling tepat mengaitkan variasi mutasi dengan mekanisme seleksi alam dalam evolusi.

A. Tidak menjadi alasan utama; steril justru membuat sifat tidak diwariskan sehingga tidak berlanjut dalam evolusi.

B. Ini mengarah pada perubahan karena “desakan lingkungan” (cenderung salah konsep untuk sumber variasi genetik).

C. Tidak menjelaskan kaitan dengan seleksi alam; yang penting bukan hanya munculnya, tetapi dampaknya pada kelangsungan dan pewarisan.

D. Tepat: menunjukkan hubungan variasi mutasi dengan seleksi alam; fenotip tidak adaptif akan tersingkir.

E. Keliru: mutasi genetik bukan perubahan sesaat yang otomatis kembali normal.


Soal 38

Perbedaan antara bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern terletak pada ....

A.bahan bakunya
B.prinsip ilmiah yang digunakan
C.produknya
D.kegunaannya
E.prosesnya
Jawaban & Analisa

Jawaban: E

Analisa: Bioteknologi tradisional umumnya menggunakan proses sederhana seperti fermentasi dengan mikroorganisme apa adanya. Bioteknologi modern menekankan proses yang lebih maju seperti kultur jaringan, rekayasa genetika, DNA rekombinan, dan teknik laboratorium yang terkontrol. Jadi pembeda paling jelas dan paling langsung adalah proses/tekniknya.

A. Tidak selalu: bahan baku bisa sama (misalnya susu) tetapi prosesnya berbeda.

B. Benar secara umum, tetapi pada bentuk soal ini pembeda yang paling nyata dan operasional adalah proses/teknik yang digunakan.

C. Tidak selalu: produk bisa sama-sama pangan/obat, yang membedakan adalah cara pembuatannya.

D. Kegunaan bisa tumpang tindih; keduanya dapat digunakan untuk pangan, kesehatan, dan industri.

E. Tepat: tradisional cenderung proses sederhana (fermentasi), modern memakai proses biologi molekuler/rekayasa.


Soal 39

Aplikasi rekayasa genetika di bidang pertanian adalah ....

A.kultur jaringan
B.teknologi hibridoma
C.teknologi kloning
D.fermentasi
E.tanaman transgenik
Jawaban & Analisa

Jawaban: E

Analisa: Rekayasa genetika berarti mengubah/menyisipkan gen untuk mendapatkan sifat tertentu. Di bidang pertanian, penerapan paling khas adalah tanaman transgenik (misalnya tahan hama, tahan herbisida, atau bernilai gizi lebih tinggi).

A. Kultur jaringan adalah perbanyakan klonal in vitro, bukan rekayasa gen secara langsung.

B. Hibridoma digunakan untuk menghasilkan antibodi monoklonal (bidang kesehatan), bukan pertanian.

C. Kloning lebih menekankan penggandaan individu/sel, bukan aplikasi utama rekayasa gen pada pertanian dalam konteks ini.

D. Fermentasi termasuk bioteknologi tradisional, bukan rekayasa genetika.

E. Tepat: tanaman transgenik merupakan hasil rekayasa genetika.


Soal 40

Keberhasilan rekayasa genetika menghasilkan tumbuhan unggul dan pengembangan hasilnya terus-menerus telah meningkatkan kekuatiran banyak kalangan, terutama ahli biologi karena ....

A.menurunkan populasi plasma nutfah
B.memberikan keunggulan yang sesaat pada manusia
C.sifat unggul tidak dapat dipertahankan
D.sifat unggul memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan
E.gen-gen unggul plasma nutfah menjadi inaktif
Jawaban & Analisa

Jawaban: A

Analisa: Kekhawatiran utama dari penggunaan varietas unggul secara luas adalah berkurangnya keanekaragaman genetik (plasma nutfah). Jika pertanian hanya mengandalkan sedikit varietas unggul, varietas lokal dapat tersisih sehingga cadangan genetik menurun dan ekosistem pertanian menjadi lebih rentan terhadap hama/penyakit tertentu.

A. Tepat: penggunaan luas varietas unggul dapat menurunkan keberagaman plasma nutfah.

B. Tidak relevan dan tidak spesifik pada isu biologi/populasi tanaman.

C. Bukan alasan utama kekhawatiran; sifat unggul bisa dipertahankan dengan pemuliaan/produksi benih, sementara isu besar adalah keragaman genetik.

D. Ini justru terdengar sebagai keuntungan, bukan sumber kekhawatiran utama.

E. “Gen menjadi inaktif” bukan dampak umum yang menjadi perhatian utama dibanding hilangnya keragaman plasma nutfah.