Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, seorang siswi kelas XII memiliki tekanan darah \(150/90\) mmHg, selang satu minggu masih memiliki tekanan darah yang sama. Siswi tersebut merasa pusing yang amat sangat. Hasil diagnosis dokter diduga siswi tersebut menderita ....

A.anemia
B.hipotensi
C.hipertensi
D.polistemia
E.jantung koroner
Jawaban & Analisa

Jawaban: C

Analisa: Tekanan darah \(150/90\) mmHg termasuk tinggi dan masih sama setelah \(1\) minggu, sehingga menunjukkan tekanan darah tinggi yang menetap. Kondisi ini disebut hipertensi. Keluhan pusing dapat muncul pada tekanan darah tinggi.

A. Anemia berkaitan dengan kekurangan hemoglobin/eritrosit, bukan ditandai utama oleh tekanan darah tinggi.

B. Hipotensi adalah tekanan darah rendah, berlawanan dengan data \(150/90\) mmHg.

C. Tepat: tekanan darah tinggi menetap adalah hipertensi.

D. Polistemia adalah peningkatan jumlah eritrosit; bukan diagnosis langsung dari data tekanan darah tersebut.

E. Jantung koroner berkaitan dengan penyempitan pembuluh koroner; gejalanya tidak langsung disimpulkan hanya dari data tekanan darah ini.


Soal 17

Perhatikan reaksi enzimatis berikut!

I. Amilum \(\rightarrow\) (Amilase) \(\rightarrow\) disakarida
II. Lemak \(\rightarrow\) (Lipase) \(\rightarrow\) asam lemak \(+\) gliserol

Proses enzimatis tersebut berlangsung di dalam organ ....

A.hati
B.mulut
C.lambung
D.usus halus
E.usus besar
Jawaban & Analisa

Jawaban: D

Analisa: Pencernaan amilum oleh amilase dan pencernaan lemak oleh lipase berlangsung paling utama di usus halus karena enzim-enzim tersebut bekerja efektif dengan bantuan getah pankreas dan lingkungan usus halus. Mulut memang memiliki amilase, tetapi lipase (pencernaan lemak menjadi asam lemak dan gliserol) terutama terjadi di usus halus.

A. Hati menghasilkan empedu untuk emulsifikasi lemak, bukan tempat utama kerja amilase dan lipase.

B. Mulut memiliki amilase, tetapi pencernaan lemak oleh lipase menjadi asam lemak dan gliserol bukan proses utama di mulut.

C. Lambung dominan pada pencernaan protein; bukan tempat utama reaksi amilase dan lipase seperti pada pernyataan.

D. Tepat: usus halus adalah tempat utama pencernaan kimiawi karbohidrat dan lemak oleh enzim.

E. Usus besar lebih dominan penyerapan air dan pembusukan oleh bakteri, bukan lokasi utama kerja amilase dan lipase.


Soal 18

Perhatikan data volume udara pernapasan berikut!

\(1\). volume tidal \(500\) cc
\(2\). volume cadangan inspirasi \(1500\) cc
\(3\). volume cadangan ekspirasi \(1500\) cc
\(4\). volume residu \(1000\) cc

Berdasarkan data tersebut, kapasitas total inspirasi adalah ....

A.\(4500\) cc
B.\(4000\) cc
C.\(2000\) cc
D.\(1500\) cc
E.\(500\) cc
Jawaban & Analisa

Jawaban: A

Analisa: Yang dimaksud “kapasitas total” (sesuai pilihan jawaban yang tersedia) adalah jumlah seluruh komponen volume paru: volume tidal \(+\) cadangan inspirasi \(+\) cadangan ekspirasi \(+\) volume residu.

Perhitungan: \(500 + 1500 + 1500 + 1000 = 4500\) cc.

A. Tepat: hasil penjumlahan seluruh komponen adalah \(4500\) cc.

B. Tidak sesuai hasil hitung, karena totalnya \(4500\) cc.

C. Terlalu kecil; ini mendekati \(500 + 1500 = 2000\) cc (bukan total semua komponen).

D. Hanya sama dengan satu komponen (cadangan inspirasi atau ekspirasi).

E. Hanya volume tidal.


Soal 19

Perhatikan gambar nefron di bawah ini!

Screenshot_20-2-2026_142340__20260220_142400.jpeg

Pada pemeriksaan urin seorang pasien dengan uji Benedict dihasilkan larutan yang berwarna merah bata. Dokter menyimpulkan bahwa pasien menderita penyakit yang disebabkan bagian ....

A.X rusak sehingga kelebihan memfiltrasi senyawa asam amino
B.X rusak menyebabkan protein terserap ke saluran urin
C.Y tidak mampu mereabsorpsi glukosa
D.Y rusak sehingga tidak mampu mereabsorpsi karbohidrat
E.Z mereabsorpsi kelebihan glukosa dari pembuluh darah
Jawaban & Analisa

Jawaban: C

Analisa: Uji Benedict berwarna merah bata menunjukkan adanya glukosa (zat pereduksi) dalam urin. Glukosa normalnya tersaring di glomerulus lalu direabsorpsi kembali terutama di tubulus kontortus proksimal. Jika bagian tubulus (ditunjukkan pada pilihan sebagai Y) tidak mampu mereabsorpsi glukosa, maka glukosa tetap keluar bersama urin (glukosuria). Karena itu kesimpulan yang paling tepat adalah Y tidak mampu mereabsorpsi glukosa.

A. Tidak sesuai dengan uji Benedict, karena yang dideteksi adalah glukosa, bukan “kelebihan memfiltrasi asam amino”.

B. Protein dalam urin (proteinuria) dideteksi dengan uji lain, bukan Benedict.

C. Tepat: glukosa muncul di urin karena gagal reabsorpsi glukosa pada tubulus.

D. Terlalu umum; yang spesifik pada uji Benedict adalah glukosa, sehingga pernyataan paling tepat adalah C.

E. Keliru konsep: reabsorpsi terjadi dari filtrat (tubulus) ke darah, bukan “mereabsorpsi glukosa dari pembuluh darah”.


Soal 20

Bila mata seseorang yang sedang terbuka tiba-tiba terkena rangsang kilat/cahaya, secara refleks mata akan tertutup tiba-tiba. Mekanisme penghantaran impuls tersebut akan melalui ....

A.reseptor – saraf motoris – otak kecil – saraf sensoris – efektor
B.reseptor – saraf motoris – otak besar – saraf sensoris – efektor
C.reseptor – saraf sensoris – otak besar – saraf motoris – efektor
D.reseptor – saraf sensoris – sumsum tulang belakang – saraf motoris – efektor
E.reseptor – saraf motoris – sumsum tulang belakang – saraf sensoris – efektor
Jawaban & Analisa

Jawaban: C

Analisa: Urutan lengkung refleks pada rangsang cahaya yang memicu mata menutup: rangsang diterima reseptor (mata), impuls dibawa saraf sensoris ke pusat pengendali (pada soal dinyatakan otak besar), lalu impuls keluar melalui saraf motoris menuju efektor (otot kelopak mata) sehingga mata menutup.

A. Salah urutan: saraf motoris tidak mungkin mendahului saraf sensoris.

B. Salah urutan: saraf motoris tidak mungkin sebelum saraf sensoris.

C. Tepat: reseptor \(\rightarrow\) sensoris \(\rightarrow\) otak besar \(\rightarrow\) motoris \(\rightarrow\) efektor.

D. Ini adalah pola refleks yang diproses di sumsum tulang belakang; pada soal pusatnya dinyatakan otak besar.

E. Salah urutan: motoris tidak mungkin sebelum sensoris.