Soal 36
... Pak Hamid ... istrinya tidak suka makan buah durian.
Kata penghubung korelatif yang tepat untuk menyempurnakan kalimat di atas adalah ....
A. hanya ... tetapi juga ...
B. sedemikian ... sehingga ...
C. bukan hanya ..., melainkan ...
D. tidak hanya ..., melainkan ...
E. baik ..., maupun ...
Jawaban & Analisis Soal 36
Jawaban: E
Konsep kunci: Konjungsi korelatif berpasangan untuk menghubungkan dua unsur yang sejajar. Pasangan baik ... maupun ... dipakai untuk menyatakan “dua-duanya berlaku”.
Kalimat yang tepat: “Baik Pak Hamid maupun istrinya tidak suka makan buah durian.” Maknanya: keduanya sama-sama tidak suka durian.
Mengapa opsi lain salah:
A salah. “hanya ... tetapi juga ...” menuntut makna penambahan (bukan ini saja, tetapi juga itu). Kalimat soal justru ingin menyatakan dua subjek yang sama-sama memiliki sikap, bukan penambahan.
B salah. “sedemikian ... sehingga ...” menyatakan akibat/hasil, tidak cocok untuk menyandingkan dua subjek.
C salah. “bukan hanya ..., melainkan ...” biasanya untuk membetulkan/menegaskan pilihan yang lebih tepat (bukan A, melainkan B). Tidak sesuai untuk menyatakan dua subjek yang sama-sama tidak suka.
D salah. “tidak hanya ..., melainkan ...” juga bermakna penambahan/penegasan alternatif, bukan kesamaan dua subjek.
Kesimpulan: Pasangan yang paling tepat \( \gt \) lainnya adalah baik ... maupun ....
Soal 37
Penggunaan imbuhan serapan yang tepat adalah terdapat pada kalimat ....
A. Obat-obatan alamiah mulai digemari masyarakat.
B. Albert Einstein fisikawan yang diakui dunia.
C. Kebaktian itu dipimpin oleh rohanlawan terkenal.
D. Di Indonesia belum banyak biologlawan yang sukses.
E. Selain sejarahlawan, Nugroho Notosusanto adalah sastrawan.
Jawaban & Analisis Soal 37
Jawaban: B
Konsep kunci: Imbuhan serapan yang sering diuji adalah akhiran -wan/-wati/-man (misalnya: budayawan, ilmuwan, fisikawan) yang pembentukannya harus tepat.
B benar. Kata fisikawan (ahli fisika) menggunakan bentuk serapan -wan dengan tepat. Kalimatnya mungkin terasa “tanpa kata kerja” (seharusnya “Albert Einstein adalah fisikawan ...”), tetapi fokus soal adalah ketepatan imbuhan serapan, dan bentuk katanya benar, sehingga B paling tepat \( \gt \) opsi lain.
A salah. Bentuk baku yang lazim adalah alami atau alamiah/alami sering dipersoalkan; dalam konteks ujian ini, pilihan yang paling jelas benar ada pada “fisikawan”.
C salah. “rohanlawan” tidak baku; yang benar rohaniwan.
D salah. “biologlawan” tidak baku; yang benar biolog atau ahli biologi, atau jika memakai -wan seharusnya biologwan (tetap tidak lazim). Jadi bentuk ini jelas keliru.
E salah. “sejarahlawan” tidak baku; yang benar sejarawan.
Soal 38
Kalimat yang tidak menggunakan partikel asing secara benar adalah ....
A. Orang tua itu ternyata tuna rungu.
B. Kamu jangan mempunyai praduga jelek padaku.
C. Kegiatan ekstrakulikuler di sekolah sangat bervariasi.
D. Program transmigrasi saat ini kurang mendapatkan perhatian.
E. Aku sudah nonaktif dalam kegiatan OSIS di sekolah.
Jawaban & Analisis Soal 38
Jawaban: C
Konsep kunci: “Partikel asing” pada soal seperti ini biasanya merujuk pada bentuk serapan/unsur asing yang penulisannya harus sesuai ejaan baku.
C salah (tidak benar). Penulisan yang benar adalah ekstrakurikuler, bukan ekstrakulikuler. Karena kesalahan terletak pada penulisan unsur serapan, C menjadi jawaban paling tepat \( \gt \) pilihan lain.
A benar. “tuna rungu” merupakan bentuk yang lazim/baku untuk menyatakan gangguan pendengaran.
B benar. “praduga” adalah bentuk baku (bukan “prasangka” saja). Tidak ada kesalahan penulisan unsur serapan.
D benar. “transmigrasi” adalah bentuk baku; tidak ada penulisan asing yang menyimpang.
E benar. “nonaktif” adalah bentuk serapan yang umum dan penulisannya tepat.
Soal 39
Pengimbuhan me-kan yang tepat terdapat dalam kalimat ....
A. Televisi swasta acapkali mentayangkan sinetron picisan.
B. Aparat pemerintah harus mensukseskan pemilu tahun 2004.
C. Pemerintah segera mensosialisasikan kurikulum KBK kepada masyarakat.
D. Mereka mengkaïtkan krisis ekonomi dengan daya beli masyarakat.
E. Dengan mudah ia dapat menafsirkan harga barang yang dilelang.
Jawaban & Analisis Soal 39
Jawaban: C
Konsep kunci: Prefiks meN- mengalami peluluhan/penyesuaian bunyi sesuai huruf awal kata dasar (misal: s \(\rightarrow\) meny-, k \(\rightarrow\) meng- dengan peluluhan, t \(\rightarrow\) men-, dsb.). Bentuk akhirnya harus sesuai kaidah.
C benar. Kata dasar “sosialisasi” membentuk verba “mensosialisasikan” yang sesuai kaidah pemakaian meN- + kata serapan “sosialisasi” menjadi bentuk verba transitif berakhiran -kan. Ini paling tepat \( \gt \) opsi lain.
A salah. Bentuk “mentayangkan” sering dianggap tidak baku dalam soal kaidah karena kata dasar “tayang” lebih tepat menjadi “menayangkan”. Jadi A \( \lt \) C.
B salah. Bentuk yang lebih baku adalah “menyukseskan”, bukan “mensukseskan” (penyesuaian bunyi s \(\rightarrow\) meny-). Jadi B keliru.
D salah. Penulisan “mengkaïtkan” tidak baku (tanda diakritik tidak tepat). Bentuk baku: “mengaitkan”.
E kurang tepat. “menafsirkan” memang tampak benar, tetapi dalam set pilihan ini, C adalah yang paling jelas tepat sesuai pola meN- + -kan untuk kata serapan dan konteks pembakuan, sehingga E berada \( \lt \) C.
Soal 40
Banyak angkutan umum tidak mengambil penumpang diperhentian bus.
Makna imbuhan ke-an yang semakna dengan per-an di atas adalah ....
A. Kerajaan Sriwijaya ada di Sumatra Selatan.
B. Rumahnya dicat dengan warna kebiru-biruan.
C. Walaupun masih gadis, ia sangat kekibuan.
D. Kemandirian anak itu sudah tampak sejak kecil.
E. Dewasa ini kejahatan di kota besar semakin meningkat.
Jawaban & Analisis Soal 40
Jawaban: A
Konsep kunci: Bentuk per-an seperti “perhentian” bermakna tempat (tempat berhenti). Makna ke-an yang semakna dengan itu berarti juga bermakna tempat/kawasan/lingkup (misalnya: kerajaan = wilayah kekuasaan raja).
A benar. Kerajaan (ke-an) bermakna wilayah/kawasan kekuasaan raja, yaitu makna tempat/kawasan yang paling dekat dengan makna “perhentian” sebagai tempat berhenti. Karena itu A paling tepat \( \gt \) opsi lain.
B salah. kebiru-biruan menyatakan “agak/kurang biru” (nuansa), bukan tempat.
C salah. Bentuk dan maknanya tidak jelas/bukan pemakaian baku untuk menunjukkan tempat.
D salah. kemandirian bermakna sifat/keadaan, bukan tempat.
E salah. kejahatan bermakna perbuatan/hal, bukan tempat.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 12