Soal 21
Supernova adalah sebuah superimajinatif. Sungguh tidak lazim bagi dunia sastra Indonesia. Ditulis dengan gaya pop, tetapi syarat dengan problema filsafat dan teori-teori ilmiah. Baru kali ini dalam sastra Indonesia, seseorang penulis mampu mengartikulasikan labirin kehidupan kontemporer secara eksperimentif dengan gaya yang hampir science fiction.
Dalam kutipan tersebut hal yang diresensi adalah ….
Jawaban dan Analisis Soal 21
Jawaban: D
Fokus kutipan: Kutipan membahas cara penulisan: “ditulis dengan gaya pop”, “problema filsafat dan teori-teori ilmiah”, “mengartikulasikan … secara eksperimentif”, “gaya yang hampir science fiction”. Semua itu menunjuk pada gaya penulisan dan karakter penyajian cerita.
Mengapa D paling tepat: Unsur yang direviu adalah gaya (style) penulisan: campuran pop dengan tema filsafat-ilmiah, eksperimental, bernuansa fiksi ilmiah.
Evaluasi opsi lain:
A (kepengarangan pengarang) lebih ke riwayat/posisi pengarang; kutipan tidak membahas latar penulis.
B (kesimpulan) biasanya berupa ringkasan akhir penilaian; kutipan ini berisi uraian gaya, bukan simpulan akhir.
C (kekurangan-keunggulan) bisa saja muncul dalam resensi, tetapi kutipan tidak membandingkan plus-minus secara eksplisit; yang dominan adalah deskripsi gaya.
E (bahasa pengarang) terlalu sempit; kutipan membahas “gaya pop” dan “eksperimental” sebagai gaya penulisan keseluruhan, bukan sekadar pilihan diksi/kalimat.
Soal 22
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMU tingkat DKI Jakarta akan membentuk pengurus baru periode \(2004\)-\(2006\). Untuk itu, sekretaris MGMP tersebut menyusun proposal untuk mencari dana.
Kalimat berisi tujuan yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah ….
Jawaban dan Analisis Soal 22
Jawaban: A
Kunci ilustrasi: Ada rencana membentuk pengurus baru periode \(2004\)-\(2006\), dan sekretaris menyusun proposal untuk mencari dana. Jadi kalimat “tujuan” harus menunjukkan maksud kegiatan secara jelas, biasanya ditandai kata “untuk …”.
Mengapa A tepat: A secara langsung menyatakan tujuan (“untuk membentuk pengurus baru … periode \(2004\)-\(2006\)”) dan isinya sesuai dengan ilustrasi (pembentukan pengurus baru).
Evaluasi opsi lain:
B tidak sesuai ilustrasi karena menambahkan “mengaktifkan kembali” dan menyebut tingkat MGMP berbeda dari konteks kalimat awal.
C berbicara tujuan menyusun program kerja, padahal ilustrasi menekankan pembentukan pengurus dan penyusunan proposal dana.
D menambahkan alasan baru (“menampung kreativitas”) yang tidak disebut dalam ilustrasi.
E lebih berupa pernyataan rencana (informatif), bukan kalimat tujuan yang tegas, dan menambah “program kerja” tanpa dasar langsung dari ilustrasi.
Soal 23
Penggunaan istilah yang tepat pada kalimat ….
Jawaban dan Analisis Soal 23
Jawaban: C
Prinsip istilah tepat: istilah harus sesuai bidang dan bentuk katanya tepat digunakan pada konteks kalimat.
Mengapa C tepat: “linguis” adalah istilah untuk ahli bahasa. Konteks kalimat membahas bahasa Tondano, sehingga penggunaan istilah “linguis” tepat.
Evaluasi opsi lain:
A kurang tepat karena “pendekatan komunikasi” tidak lazim untuk “menggerakkan kebersihan”; yang lebih tepat biasanya “pendekatan persuasif/sosialisasi/komunikatif”, bukan sekadar “komunikasi” sebagai istilah.
B salah bentuk istilah: “produktifitas” tidak baku; bentuk baku “produktivitas”. Selain itu, kalimatnya juga rancu (“pada musim Tornado hampir punah”).
D salah karena “aktivitas” adalah kegiatan, bukan orang. Untuk orang yang bergerak, lebih tepat “aktivis”.
E “ego” kurang tepat sebagai sifat; yang tepat “egois”. “Ego” adalah konsep/unsur kepribadian, bukan kata sifat untuk perilaku.
Soal 24
Penggunaan kata yang baku terdapat pada kalimat ….
Jawaban dan Analisis Soal 24
Jawaban: C
Uji kebakuan: memilih kalimat yang memakai kata baku (ejaan benar menurut bentuk yang lazim dipakai dalam ragam baku).
Mengapa C tepat: Kata “pikirkan” baku dan kalimatnya efektif.
Evaluasi opsi lain:
A “nasehat” tidak baku; bentuk baku: “nasihat”.
B “jadual” tidak baku; bentuk baku: “jadwal”.
D “keman” tidak baku; bentuk baku: “ke mana”.
E “jaman” tidak baku; bentuk baku: “zaman”.
Soal 25
Penulisan kata serapan yang tepat terdapat dalam kalimat ….
Jawaban dan Analisis Soal 25
Jawaban: A
Dasar penilaian: kata serapan harus ditulis sesuai ejaan baku.
Mengapa A tepat: “mengonversi” (sering juga ditulis “mengonversi” sebagai bentuk baku) adalah bentuk serapan yang sesuai kaidah (konversi → mengonversi). Dalam pilihan ini, bentuk yang diuji adalah penulisan “konversi” dengan penyesuaian menjadi “mengkonversi/mengonversi”; dibanding pilihan lain, A paling mendekati bentuk baku dan konteks kalimatnya juga jelas.
Evaluasi opsi lain:
B “mengeksport” tidak baku; bentuk baku: “mengekspor”.
C “ekosistim” tidak baku; bentuk baku: “ekosistem”.
D “Infestasi” tidak tepat untuk konteks ekonomi; selain itu penggunaan kapital di tengah kalimat tidak tepat.
E “Obyek” tidak baku; bentuk baku: “objek”.
Catatan penting: Dalam ragam baku, bentuk yang benar adalah “mengonversi”, bukan “mengkonversi”. Jika soal ini mengikuti kaidah ejaan baku ketat, maka A seharusnya ditulis “mengonversi”. Pilihan lain jelas salah ejaannya, sehingga maksud soal tetap mengarah ke A sebagai yang “paling tepat” dibanding yang lain.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 12