Soal 56
“Pak Gi benar-benar seorang pejuang yang tak pernah melupakan cita-citanya.”
“Cita-cita yang mana, Bu?”
“Bahwa yang tak kalah penting dengan perang melawan penjajahan adalah perjuangan melawan kemiskinan dan kebodohan. Lha ini semua kan bukti keberhasilan beliau melawan kemiskinan?”
“Ibu sendiri kenapa tidak mengikuti jejak Pak Gi?”
“Sebagai mantan bagian dapur umum saya tetap berjuang terus, lho!”
Kado Istimewa, Jujur Prananto
Penggambaran watak Pak Gi yang diungkapkan pengarang pada kutipan di atas melalui ....
A. ciri-ciri fisik tokoh
B. lingkungan sekitar tokoh
C. perbincangan tokoh lain
D. perasaan tokoh
E. reaksi tokoh-tokoh lain
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: C
Watak Pak Gi tidak dijelaskan lewat deskripsi fisik atau latar, melainkan lewat ucapan tokoh “Ibu” dalam percakapan. Dalam kutipan, tokoh lain menyatakan Pak Gi “pejuang” dan menjelaskan cita-citanya (melawan kemiskinan dan kebodohan). Jadi, pembaca memahami watak Pak Gi dari perbincangan tokoh lain.
A salah karena tidak ada ciri fisik. B salah karena tidak ada uraian lingkungan. D salah karena yang menonjol bukan perasaan batin Pak Gi, melainkan penilaian tokoh lain. E kurang tepat karena tidak berupa reaksi tindakan, melainkan pembicaraan/penilaian verbal.
Cara penokohan lewat ucapan tokoh lain lebih langsung daripada melalui latar, seperti \(2 \gt 1\) dan bukan \(1 \lt 2\).
Soal 57
Waktu bangun pagi-pagi Noerdin merasa badannya kurang enak. Sehari itu ia tidak bekerja dan panasnya amat tinggi. Malamnya makin bertambah panasnya, dan ia pun sudah igau-igauan. Lain tidak yang disebutnya ialah Rukmini juga.
Besoknya adalah demamnya agak turun sedikit, tetapi bukan main rindunya hendak bertemu Rukmini.
Dengan tidak malu lagi disuruhnya jemput Rukmini hari itu juga dengan otonya.
Darah Muda, Adinegoro
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam kutipan di atas adalah ....
A. orang pertama sebagai tokoh utama
B. orang pertama tokoh sampingan
C. orang ketiga tokoh utama
D. orang kedua dan orang pertama
E. orang pertama dan orang ketiga
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: C
Kutipan menggunakan kata ganti ia untuk menyebut Noerdin dan menceritakan keadaan tokoh dari luar, bahkan masuk ke kondisi tokoh (“merasa badannya kurang enak”, “rindunya”). Ini ciri sudut pandang orang ketiga.
Tokoh yang paling dominan dibicarakan adalah Noerdin (tokoh utama dalam kutipan), sehingga tepat “orang ketiga tokoh utama”. Tidak ada “aku” sebagai pencerita, jadi bukan orang pertama.
Sudut pandang orang ketiga lebih sesuai daripada orang pertama pada kutipan ini, seperti \(2 \gt 1\) dan bukan \(1 \lt 2\).
Soal 58
....
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
karena cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi.
Itulah berarti
aku tungku tanpa api
Rendra
Tema puisi di atas adalah ....
A. kegelisahan
B. kemerdekaan
C. ketakutan
D. kelumpuhan
E. kerinduan
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: A
Tema adalah gagasan utama yang paling menaungi seluruh isi puisi. Puisi menonjolkan kesepian, luka batin, ketakutan, kelumpuhan, dan siksaan batin karena cinta. Semua itu membentuk suasana jiwa yang gelisah dan tidak tenang. Karena itu tema yang paling menaungi adalah kegelisahan.
B hanya muncul sebagai konteks (“kemerdekaan tanpa cinta”), bukan pokok utama. C dan D adalah bagian dari isi (unsur pendukung), bukan gagasan yang paling luas. E (kerinduan) memang ada (“kangen”), tetapi disajikan dalam bingkai gelisah dan luka, sehingga payung temanya tetap kegelisahan.
Tema payung lebih luas daripada rincian perasaan, seperti \(2 \gt 1\) dan bukan \(1 \lt 2\).
Soal 59
Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nahkoda sudah tau pedoman
boleh engkau datang padaku
Surat dari Ibu, AsrulSani
Makna lambang dari “dan nahkoda sudah tau pedoman” adalah....
A. sudah mencari pedoman hidup
B. sudah menemukan arah dan tujuan
C. sudah mempunyai pasangan hidup
D. sudah berilmu dan berpengalaman
E. sudah menjadi nahkoda berpengalaman
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: B
Lambang “nahkoda” dan “pedoman” berkaitan dengan pelayaran: nahkoda memimpin kapal dan pedoman adalah arah/kompas/rambu perjalanan. Jika “nahkoda sudah tahu pedoman”, maknanya ia sudah mengerti arah yang harus ditempuh dan tujuan yang hendak dicapai. Jadi lambang itu bermakna sudah menemukan arah dan tujuan.
A terlalu umum (“mencari pedoman”) dan belum sampai “tahu”. C tidak berkaitan langsung dengan lambang pelayaran. D mendekati, tetapi inti lambang pedoman adalah arah/tujuan; pengalaman hanya kemungkinan akibat. E hanya mengulang kata “nahkoda” tanpa menerjemahkan lambang “pedoman”.
Makna lambang harus tepat pada inti simbol, seperti \(2 \gt 1\) dan bukan \(1 \lt 2\).
Soal 60
Aku lalai di hari pagi,
Beta lengah di masa muda,
Kini hidup meracun hati,
Miskin ilmu, miskin harta.
Menyesal, A. Hasjmi
Suasana yang digambarkan dalam puisi di atas yaitu ....
A. keresahan
B. penyesalan
C. bimbingan
D. pengharapan
E. kesedihan
Lihat Jawaban & Analisa
Jawaban: B
Suasana (mood) ditangkap dari nada dan isi larik-larik puisi. Puisi menyatakan “lalai”, “lengah”, dan akibatnya “hidup meracun hati” serta “miskin ilmu, miskin harta”. Ini menunjukkan penilaian diri yang menyesal terhadap masa lalu. Judulnya pun “Menyesal”, sehingga suasana yang dominan adalah penyesalan.
A (keresahan) dan E (kesedihan) bisa menyertai, tetapi yang paling tegas dan dominan adalah penyesalan. C (bimbingan) dan D (pengharapan) tidak sesuai karena tidak ada ajakan optimistis; yang ada justru penyesalan akibat kelalaian.
Suasana dominan lebih kuat daripada suasana sampingan, seperti \(2 \gt 1\) dan bukan \(1 \lt 2\).
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 12