Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

1. In behavioral research, individuals be motivated when they want to pick up relevant information and focus on clearly defined objectives.

Terjemahan

Level 1

Dalam penelitian perilaku, individu menjadi termotivasi ketika mereka ingin mengambil informasi yang relevan dan memusatkan perhatian pada tujuan yang didefinisikan dengan jelas.

Level 2

Tujuan yang didefinisikan dengan jelas menjadi titik fokus ketika informasi yang relevan diambil; pada kondisi itulah, dalam penelitian perilaku, individu menjadi termotivasi karena mereka ingin melakukannya.


2. Learners often need guidance to find credible sources, yet many struggle and wait passively instead of taking initiative.

Terjemahan

Level 1

Pembelajar sering membutuhkan bimbingan untuk menemukan sumber yang kredibel, namun banyak yang berjuang dan menunggu secara pasif alih-alih mengambil inisiatif.

Level 2

Alih-alih mengambil inisiatif, banyak pembelajar menunggu secara pasif dan berjuang; karena itu, untuk menemukan sumber yang kredibel, mereka sering membutuhkan bimbingan.


3. Comparative studies compare multiple conditions to disconnect assumptions from evidence, while participants may admit uncertainty when predictions fail.

Terjemahan

Level 1

Studi komparatif membandingkan berbagai kondisi untuk memisahkan asumsi dari bukti, sementara para peserta dapat mengakui ketidakpastian ketika prediksi gagal.

Level 2

Ketika prediksi gagal, ketidakpastian dapat diakui oleh peserta; dan untuk memisahkan asumsi dari bukti, berbagai kondisi dibandingkan dalam studi komparatif.


4. Researchers frequently try to set parameters that give structure to analysis and delete irrelevant variables.

Terjemahan

Level 1

Peneliti sering berusaha menetapkan parameter yang memberi struktur pada analisis dan menghapus variabel yang tidak relevan.

Level 2

Variabel yang tidak relevan dihapus dan struktur analisis diberikan melalui parameter yang ditetapkan, sesuatu yang sering diupayakan oleh peneliti.


5. Through systematic review, scholars find patterns that were previously found in earlier studies and compare them to newer data.

Terjemahan

Level 1

Melalui tinjauan sistematis, para sarjana menemukan pola yang sebelumnya ditemukan dalam studi terdahulu dan membandingkannya dengan data yang lebih baru.

Level 2

Dengan data yang lebih baru, pola-pola tersebut dibandingkan setelah sebelumnya ditemukan dalam studi terdahulu; melalui tinjauan sistematis, pola itu kembali ditemukan oleh para sarjana.


6. Critical literacy encourages students to appreciate quality information rather than be bombarded by excessive stimuli they barely notice.

Terjemahan

Level 1

Literasi kritis mendorong siswa untuk menghargai informasi yang berkualitas daripada dibombardir oleh rangsangan berlebihan yang hampir tidak mereka sadari.

Level 2

Alih-alih dibombardir oleh rangsangan berlebihan yang nyaris tidak disadari, siswa didorong oleh literasi kritis untuk menghargai informasi yang berkualitas.


7. Time-use research shows people spend long periods to scroll digital platforms before they realize how much attention they waste.

Terjemahan

Level 1

Penelitian penggunaan waktu menunjukkan bahwa orang menghabiskan waktu yang lama untuk menggulir platform digital sebelum mereka menyadari betapa banyak perhatian yang mereka sia-siakan.

Level 2

Betapa banyak perhatian yang disia-siakan baru disadari setelah waktu yang lama dihabiskan untuk menggulir platform digital, sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian penggunaan waktu.


8. In communication studies, users post content that shapes how audiences feel, which educators aim to reduce when negative effects hear repeatedly.

Terjemahan

Level 1

Dalam studi komunikasi, pengguna memposting konten yang membentuk bagaimana audiens merasakan sesuatu, yang berupaya dikurangi oleh pendidik ketika dampak negatif terdengar berulang kali.

Level 2

Ketika dampak negatif terdengar berulang kali, para pendidik berupaya mengurangi pengaruhnya; sebab itu, dalam studi komunikasi, perasaan audiens dibentuk oleh konten yang diposting pengguna.


9. Empirical findings say that individuals use technology more effectively after they install tools designed to help self-regulation.

Terjemahan

Level 1

Temuan empiris menyatakan bahwa individu menggunakan teknologi secara lebih efektif setelah mereka memasang alat yang dirancang untuk membantu pengaturan diri.

Level 2

Setelah alat yang dirancang untuk membantu pengaturan diri dipasang, teknologi digunakan secara lebih efektif oleh individu, sebagaimana dinyatakan oleh temuan empiris.


10. Overall, academic interventions aim to stay sustainable by integrating these behavioral insights into evidence-based practices.

Terjemahan

Level 1

Secara keseluruhan, intervensi akademik bertujuan untuk tetap berkelanjutan dengan mengintegrasikan wawasan perilaku ini ke dalam praktik berbasis bukti.

Level 2

Agar tetap berkelanjutan, wawasan perilaku ini diintegrasikan ke dalam praktik berbasis bukti, yang menjadi tujuan dari intervensi akademik secara keseluruhan.