Soal 17
Cermati kutipan berikut!
Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedangkan kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. Samar-samar dia sadari bahwa dia telah kehilangan adiknya: Paijo tercinta! Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam di dalam hati. Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung-gedung itu ....
Latar suasana pada cuplikan cerita tersebut terdapat pada kalimat ....
A. Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung-gedung itu memancarkan kilauan lampu.
B. Pak Pong menatap kota dengan dendam di dalam hatinya penuh benci dan marah.
C. Samar-samar dia sadari bahwa dia telah kehilangan adiknya yang sangat disayangi.
D. Lampu-lampu berkilau terasa menusuk-nusuk matanya, kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya.
E. Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam, karena ia telah kehilangan adiknya.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Analisis: “Latar suasana” adalah keadaan batin/nuansa emosi yang dibangun oleh pengarang (misalnya muram, tertekan, perih, mencekam) melalui pilihan kata yang menggambarkan rasa dan suasana.
Kalimat pada opsi D memuat citraan yang langsung menciptakan suasana batin yang perih dan menekan: “menusuk-nusuk” dan “menyayat-nyayat”. Ini bukan sekadar informasi tempat (Jakarta/Bina Graha), bukan sekadar peristiwa (kehilangan adik), melainkan nuansa emosional yang terasa.
Uji opsi:
A dominan latar tempat (Jakarta, Bina Graha, gedung-gedung), bukan suasana batin.
B menyatakan emosi tokoh (dendam), tetapi tidak sekuat D dalam membangun suasana melalui citraan inderawi.
C menyatakan peristiwa/kesadaran (kehilangan adik), bukan latar suasana.
D paling jelas membangun suasana (nuansa perih/tertekan) dengan kata-kata yang “mengiris”.
E mencampur peristiwa dan sebab (kehilangan adik), lebih dekat ke isi peristiwa daripada suasana yang dibangun.
Citraan yang langsung membangun nuansa batin bobotnya \( \gt \) informasi tempat atau peristiwa, maka D paling tepat.
Soal 18
Kutipan cerpen berikut untuk mengerjakan nomor 18 s.d. 20. Bacalah kutipan berikut dengan saksama!
Nyonya Marta kejetit. Tangan kirinya kejetit karena berdesak-desakan dengan beberapa orang yang ingin lebih dulu mendapatkan formulir pendaftaran kursus bahasa. Ia lihat semacam noda biru di atas kulitnya yang cantik. Waktu ia menyentuhnya, terasa amat nyeri.
Polisi itu tidak seperti banyak polisi yang diceritakan oleh orang-orang selama ini. Ia seorang penolong. Ia tersenyum. Ia memegang tangan Nyonya Marta. Dilihatnya noda biru. Ia menggelengkan kepalanya. Nyonya Marta cepat menerangkan dengan panjang lebar bagaimana kecelakaan itu terjadi. Tetapi setelah bicara panjang, nyonya Marta tiba-tiba pucat. Suaranya gemetar. “Nyonya itu tampak semakin pucat. Ia ingin bicara tapi suaranya tidak kedengaran. Polisi itu mengambil inisiatif, memegang tangannya. Baru Nyonya Marta sadar bahwa ia berada di tengah jalan.”
“Kepala saya pusing.”
Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ...
A. Rasa nyeri yang dirasakan di tangan Nyonya Marta.
B. Kemarahan polisi pada Nyonya Marta yang mengalami kecelakaan.
C. Keterangan Nyonya Marta tentang noda biru di tangannya.
D. Kegelisahan Nyonya Marta karena ditegur oleh polisi.
E. Pertolongan polisi terhadap Nyonya Marta tanpa pamrih.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Analisis: Konflik adalah ketegangan/masalah yang dialami tokoh. Dalam kutipan, masalah yang menjadi pusat ketegangan awal adalah kondisi fisik Nyonya Marta: tangannya “kejetit”, muncul “noda biru”, dan saat disentuh “terasa amat nyeri”. Itu yang memicu rangkaian peristiwa berikutnya (polisi memeriksa dan menolong).
Uji opsi:
A sesuai dengan inti masalah yang paling nyata dan pertama kali muncul.
B tidak sesuai karena polisi digambarkan “seorang penolong”, bukan marah.
C hanya bagian penjelasan, bukan konflik.
D tidak didukung; tidak ada “teguran” polisi.
E adalah tindakan bantuan, bukan konflik.
Masalah yang memicu ketegangan cerita bobotnya \( \gt \) uraian tambahan atau tindakan penolong, maka A paling tepat.
Soal 19
Penyebab konflik berdasarkan kutipan tersebut adalah ...
A. Nyonya Marta berdesak-desakan antre formulir.
B. Nyonya Marta ditegur oleh polisi.
C. Rasa nyeri pada noda biru di tangan Nyonya Marta.
D. Tangan Nyonya Marta kejetit.
E. Karena mengalami kecelakaan, kepala Nyonya Marta pusing.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Analisis: Pertanyaan meminta “penyebab konflik”, yakni akar peristiwa yang menimbulkan masalah. Kutipan menyatakan tangan Nyonya Marta kejetit karena berdesak-desakan dengan beberapa orang yang ingin lebih dulu mendapatkan formulir. Jadi, berdesak-desakan antre itulah sebab awal yang melahirkan kejetit, noda biru, dan nyeri.
Uji opsi:
A tepat karena dinyatakan langsung sebagai sebab: “kejetit karena berdesak-desakan”.
B tidak ada dalam teks.
C adalah akibat yang dirasakan (nyeri), bukan penyebab awal.
D adalah bentuk konflik/kejadian, tetapi penyebabnya adalah desak-desakan.
E adalah akibat lanjutan (pusing), bukan sebab awal.
Sebab yang eksplisit disebutkan dalam teks bobotnya \( \gt \) akibat yang muncul setelahnya, maka A benar.
Soal 20
Peristiwa akibat konflik berdasarkan kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. Nyonya Marta pingsan dan sadar ketika ia berada di tengah jalan.
B. Ketidakberdayaan Nyonya Marta dalam mengatasi kecelakaan.
C. Nyonya Marta mengalami kecelakaan di tengah jalan.
D. Nyonya Marta ditolong polisi yang sedang bertugas.
E. Nyonya Marta pucat karena kehilangan suaranya.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Analisis: “Akibat konflik” berarti peristiwa yang terjadi sebagai dampak dari masalah yang dialami tokoh (kejetit, noda biru, nyeri, kondisi memburuk). Dalam kutipan, akibat yang paling jelas berupa rangkaian tindakan adalah polisi memeriksa dan membantu: memegang tangan, melihat noda biru, lalu mengambil inisiatif menolong saat Nyonya Marta pucat dan suaranya tidak terdengar. Ini terangkum tepat oleh opsi D.
Uji opsi:
A tidak didukung: teks tidak menyatakan “pingsan”.
B terlalu abstrak dan tidak berupa peristiwa spesifik yang tampak.
C tidak tepat karena “kecelakaan” disebut dalam penjelasan, tetapi akibat konflik yang tampak dalam kutipan adalah tindakan pertolongan polisi.
D tepat dan sesuai peristiwa dominan: polisi menolong Nyonya Marta.
E hanya bagian gejala (pucat/kehilangan suara), sedangkan pertanyaan meminta peristiwa akibat; tindakan pertolongan lebih representatif.
Peristiwa yang paling menonjol dan konkret bobotnya \( \gt \) gejala yang hanya sebagian, maka D paling tepat.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10