Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Kutipan untuk Soal 11 s.d. 13

Maka bertambah heran Raja mendengar tutur kata Dimnah dan bertitahlah Raja menyuruh Dimnah duduk lebih dekat kepadanya, kemudian Raja pun bersabda. “Manusia tabiatnya dua macam. Ada yang lekas panas seperti ular yang berbisa. Jika kebetulan ia terpijak dan tiada ia menggigit, janganlah diulangi memijaknya sekali lagi. Ketika itu tak dapat tidak ia pasti menggigit. Kedua, orang yang dingin tabiatnya. Tetapi sebagai ranting yang kering, apabila lama dipergosokkan tentu keluar juga api dari padanya. Oleh sebab itu apabila Raja lupa menghormati seseorang yang sesungguhnya patut dihormati, janganlah ia terus menerus lupa. Lebih lekas ditebusnya kelupaan itu lebih baik baginya.”

Sumber: Hikayat Kalilah dan Dimnah, 1971


Soal 11. Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah ....

A. sifat manusia penyabar ibarat kayu

B. nasihat raja kepada Dimnah

C. kemarahan raja kepada Dimnah

D. raja heran mendengar ucapan Dimnah

E. tabiat manusia seperti ular

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Isi kutipan didominasi oleh sabda Raja yang menjelaskan tabiat manusia serta cara bersikap agar tidak menimbulkan akibat buruk: manusia ada yang “lekas panas”, ada yang “dingin” tetapi bisa berubah bila terus diprovokasi; raja juga diingatkan untuk segera menebus kelupaan menghormati orang yang patut dihormati. Semua itu berbentuk petuah/anjuran.

Opsi D hanya menyebut pengantar (“Raja heran...”), padahal itu bukan isi utama, melainkan pembuka sebelum nasihat. Opsi E terlalu sempit karena hanya mengambil satu perumpamaan “ular” dan mengabaikan bagian “ranting kering” serta pesan etika menghormati orang. Opsi A tidak tepat karena tidak ada “penyabar ibarat kayu”; yang ada “ranting kering” sebagai perumpamaan orang “dingin” yang bisa “keluar api”. Opsi C juga salah karena tidak ada kemarahan raja. Karena itu, B paling menaungi seluruh isi; cakupan B \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) karena hanya memotong bagian tertentu.


Soal 12. Nilai moral yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah ....

A. raja yang peduli terhadap penderitaan rakyatnya

B. kesetiaan rakyat kepada raja dengan cara menjunjung raja mereka tinggi

C. mengingatkan raja agar tidak lupa menghormati yang patut dihormati

D. rakyat yang patuh dan hormat kepada rajanya dengan mengikuti segala perintahnya

E. raja yang bertanggung jawab membantu rakyatnya dalam berbagai masalah dan keperluan

Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Bagian moral paling eksplisit terdapat pada kalimat: “apabila Raja lupa menghormati seseorang yang sesungguhnya patut dihormati, janganlah ia terus menerus lupa. Lebih lekas ditebusnya kelupaan itu lebih baik baginya.” Ini adalah ajaran etika: jangan terus menerus mengabaikan penghormatan kepada orang yang pantas dihormati, dan segera perbaiki kesalahan/kelupaan.

Opsi A dan E membahas kepedulian/tanggung jawab pada rakyat, tetapi tidak dibicarakan dalam kutipan. Opsi B dan D membahas loyalitas dan kepatuhan rakyat, padahal fokus kutipan adalah nasihat bagi raja dalam menyikapi tabiat manusia dan etika menghormati. Karena itu, C paling tepat; ketepatan C \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam kesesuaian dengan pesan eksplisit kutipan.


Soal 13. Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ....

A. Raja yang bijaksana harus mengetahui tabiat setiap manusia.

B. Rakyat harus menuruti perintah rajanya.

C. Setiap manusia pasti mempunyai tabiat yang berbeda-beda.

D. Manusia hendaknya memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukannya.

E. Seorang pemimpin tidak boleh menginjak-injak rakyatnya.

Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Amanat adalah pesan yang dapat ditarik sebagai pedoman sikap. Kutipan menekankan: jika melakukan kekeliruan (misalnya “lupa menghormati”), jangan dibiarkan berlarut-larut; “lebih lekas ditebusnya kelupaan itu lebih baik baginya.” Makna “menebus kelupaan” sejalan dengan memperbaiki kesalahan secepatnya.

Opsi A memang relevan sebagian (raja perlu paham tabiat manusia), tetapi pesan akhir yang paling normatif dan aplikatif adalah segera memperbaiki kelalaian/kesalahan. Opsi C terlalu umum dan hanya mengulang informasi awal. Opsi B dan E tidak menjadi fokus amanat dalam kutipan. Karena itu, D paling tepat; kekuatan D sebagai pesan moral \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam mengikat keseluruhan pesan kutipan.


Teks untuk Soal 14 s.d. 16

(1) Ia seorang yang tak suka kepada keramaian. (2) Ia senang duduk dalam kamarnya menyendiri, buat mengarang cerita, menulis syair, atau berpikir. (3) Yang belakangan inilah paling sering diperbuatnya. (4) Maklum, orang tak setiap hari bisa mengarang. (5) Apalagi orang seperti dia yang kerap kali duduk-duduk saja, terpisah dari dunia ramai. (6) Tapi pikirannya produktif dan makin banyak kertas yang ditulisnya. (7) Istrinya suka akan tabiatnya yang demikian itu.

Tikus dan Manusia, Trisno Sumarjo


Soal 14. Kalimat pembuktian watak tokoh yang rajin terdapat pada nomor ....

A. (1) dan (2)

B. (1) dan (3)

C. (2) dan (3)

D. (4) dan (5)

E. (6) dan (7)

Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Watak “rajin” dibuktikan oleh aktivitas yang menunjukkan produktivitas dan kebiasaan menghasilkan karya. Kalimat (6) menyatakan secara langsung tokoh “produktif” dan “makin banyak kertas yang ditulisnya”, yang menunjukkan ia tekun menulis dan terus bekerja. Kalimat (7) menguatkan bahwa kebiasaan itu menetap sebagai “tabiatnya”.

Kalimat (1) dan (2) lebih menunjukkan sifat suka menyendiri dan aktivitas yang mungkin dilakukan, bukan bukti kuat kerajinan yang berulang. Kalimat (3) menyatakan “paling sering diperbuatnya” tetapi tidak sejelas bukti hasil kerja seperti (6). Kalimat (4) dan (5) adalah komentar umum dan penjelas situasi. Maka, pembuktian paling kuat untuk “rajin” terdapat pada (6) dan (7). Kekuatan bukti E \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) karena kurang menunjukkan produktivitas yang konkret.


Soal 15. Pendeskripsian watak tokoh dapat diketahui dari ....

A. uraian langsung

B. gerak-gerik tokoh

C. percakapan dengan tokoh lain

D. lingkungan tempat tinggal tokoh

E. jalan pikiran tokoh

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Dalam kutipan, pengarang menyebutkan sifat tokoh secara eksplisit melalui narasi: “Ia seorang yang tak suka kepada keramaian”, “Tapi pikirannya produktif”, “Istrinya suka akan tabiatnya...”. Ini adalah teknik penokohan dengan cara uraian langsung (direct characterization), bukan terutama lewat dialog atau aksi dramatis.

Karena watak tokoh dinyatakan terang-terangan oleh pengarang, opsi A paling tepat. Ketepatan A \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) karena tidak dominan dipakai dalam kutipan.


Soal 16. Sudut pandang yang digunakan pengarang adalah ....

A. orang pertama pelaku utama

B. orang pertama pelaku sampingan

C. orang ketiga serbatahu

D. orang ketiga pelaku utama

E. orang ketiga pelaku sampingan

Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Kutipan menggunakan kata ganti “ia” dan pengarang menceritakan tokoh dari luar, serta mengetahui keadaan batin/mental tokoh: “pikirannya produktif”. Ini menunjukkan pengarang memiliki akses ke pengetahuan tokoh dan menguraikan kebiasaan tokoh secara menyeluruh. Ciri tersebut sesuai dengan sudut pandang orang ketiga serbatahu.

Pilihan orang pertama gugur karena tidak ada “aku”. Pilihan orang ketiga pelaku utama/sampingan biasanya terbatas pada pengamatan lahiriah, sedangkan kutipan menyingkap “pikiran” tokoh. Maka C paling tepat; kesesuaian C \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) dalam kecocokan dengan ciri penceritaan.