Soal 41
Perhatikan kutipan pantun berikut!
Jalan ke Rorotan penuh kerikil
Banyak ditumbuhi alang-alang
[ … ]
[ … ]
Agar menjadi pantun yang baik, larik yang tepat untuk melengkapinya adalah …
- Jangan sia-siakan waktu kecil
Menyesal dikemudian hari - Jika mendapat nilai kecil
Uang jajan pasti melayang - Jika kamu giat berlatih
Mendapat nilai yang memuaskan - Janganlah engkau malas-malas
Kelak susah mencari kerja
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis opsi:
- A: Larik ke-3 “waktu kecil” berima dengan “kerikil” (bunyi -il), tetapi larik ke-4 “kemudian hari” tidak berima dengan “alang-alang” (bunyi -ang), sehingga pola rima pantun tidak utuh.
- B: Tepat. “nilai kecil” berima dengan “kerikil” (bunyi -il), dan “melayang” berima dengan “alang-alang” (bunyi -ang). Pola rima menjadi abab.
- C: “berlatih” tidak berima dengan “kerikil”, dan “memuaskan” tidak berima dengan “alang-alang”.
- D: “malas-malas” tidak berima dengan “kerikil”, dan “kerja” tidak berima dengan “alang-alang”.
Soal 42
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Siul burung Murai bersahutan
di antara barisan tegak pohon karet
[ … ]
hibur petani karet yang sedang bekerja
Larik yang tepat untuk melengkapi bagian puisi yang rumpang tersebut adalah …
- Bernyanyi merdu di alam desaku
- Angin berdesir membelai rambut
- Berwarna keperakan terkena cahaya mentari
- Mengasah cahaya bening hingga sampai dasar
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis opsi:
- A: Paling padu. Dua larik awal membahas bunyi burung (“siul” dan “bersahutan”), sehingga larik pelengkap yang tepat adalah yang masih menguatkan suasana bunyi/nyanyian sebelum ditutup dengan “hibur petani…”.
- B: Masih bernuansa alam, tetapi fokusnya berpindah ke sentuhan angin pada manusia, tidak sekuat A dalam menjaga tema bunyi burung.
- C: Beralih ke deskripsi warna/visual, kurang menyatu dengan tema bunyi “siul” dan “bersahutan”.
- D: Citraannya tidak selaras (lebih cocok untuk air/danau), jauh dari konteks kebun karet dan bunyi burung.
Soal 43
Puisi:
Nak, dunia ini panas
seperti atap kelas kita, sengnya membara
kita berkeringat, punggung basah
kamu suka ngantuk aku tahu
karena beli vitamin, bapakmu tak mampu
tapi dunia tak peduli, Nak
mereka cuma pintar angkat bahu
dan lempar ribuan peluru
Pelajaran untukmu tidak pernah cukup
hidup minta ditimba lebih dalam
meski air sumur selalu mengering
keduk lebih dalam, Nak
akan kau temui orang-orang nanti membunuhmu
dengan tanah dan sampah
galilah terus, Nak
galilah
Maksud puisi tersebut adalah …
- Mencari tambahan pelajaran di luar kelas.
- Siswa yang kesulitan mengikuti pelajar.
- Beratnya perjuangan menuntut ilmu.
- Keluarga yang hidupnya kekurangan.
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis opsi:
- A: Terlalu sempit. Puisi tidak sekadar menyuruh “tambahan pelajaran”, tetapi menggambarkan kerasnya hidup dan perjuangan belajar (“pelajaran… tidak pernah cukup”, “galilah terus”).
- B: Ada gambaran “ngantuk” dan keterbatasan vitamin, namun itu bukan inti maksud puisi.
- C: Tepat. Puisi menekankan bahwa menuntut ilmu dan bertahan hidup itu berat, harus terus berusaha meski banyak hambatan.
- D: Kekurangan ekonomi memang ada sebagai latar, tetapi bukan maksud utama; itu mendukung pesan perjuangan, bukan tujuan pokok.
Soal 44
Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah …
- kesunyian
- keresahan
- keprihatinan
- ketenteraman
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis opsi:
- A: Puisi tidak menonjolkan sepi/sunyi, melainkan kerasnya keadaan dan nasihat untuk terus berjuang.
- B: Unsur resah ada, tetapi yang paling kuat adalah rasa iba dan kepedulian terhadap kondisi anak (“bapakmu tak mampu”, “dunia tak peduli”).
- C: Tepat. Diksi dan isi puisi memunculkan rasa prihatin terhadap kesulitan hidup dan perjuangan belajar.
- D: Bertentangan; suasana puisi tidak tenang, melainkan penuh tekanan dan peringatan.
Soal 45
Kutipan cerpen:
Fitri yakin, yang mengambil uangnya bukan Tineke walaupun uangnya ditemukan di tas Tineke. Tineke berusaha tidak terpancing dengan ejekan teman-temannya dan menenangkan hati dengan membaca buku. Ia ingin segala masalah ini cepat selesai tetapi ia tidak ingin menyusuh Fajar yang sedang bersarapan di kantin. Ia tetap menunggu di kelas.
Sebelum waktu bel tanda masuk berbunyi, Fajar kembali dari kantin. Begitu Fajar masuk, Tineke langsung menanyainya.
“Ada apa, Tin?” tanya Fajar.
Bila melihat sikapnya, Tineke yakin kalau Fajar belum mengetahui masalah yang terjadi di kelasnya. Atau, ia berpura-pura.
“Aku mau tahu tentang uang yang kau masukkan ke tasku, Fajar.”
“Uang, uang apa.?”
“Jar, katakan terus terang, biar masalah yang menimpaku cepat selesai! Aku tahu, kau yang memasukkan uang Fitri ke tasku. Kenapa, Jar?”
“Uang Fitri?”
“Ya.”
“Aku tidak mengerti maksudmu, Tin. O… ya ampun. Aku ingat sekarang. Uang yang berjumlah sepuluh ribu, kan? Itu uang Fitri? Aku kira uang kamu. Aku menemukannya di lantai dekat kaki mejamu. Ya, lantas aku masukkan ke tasku.”
Bukti latar waktu pada kutipan cerpen tersebut adalah …
- Tineke yakin kalau Fajar belum mengetahui masalah yang terjadi di kelasnya.
- Fitri yakin, yang mengambil uangnya bukan Tineke walaupun uangnya ditemukan di tas Tineke.
- Ia ingin segala masalah ini cepat selesai tetapi ia tidak ingin menyusuh Fajar yang sedang bersarapan di kantin.
- Tineke berusaha tidak terpancing dengan ejekan teman-temannya dan menenangkan hati dengan membaca buku.
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis opsi:
- A: Itu menunjukkan dugaan/sikap tokoh, bukan penanda waktu.
- B: Itu inti peristiwa (masalah uang), bukan latar waktu.
- C: Tepat, karena memuat petunjuk waktu/kegiatan yang sedang berlangsung (“Fajar … bersarapan di kantin”), selaras dengan bagian cerita “Sebelum … bel … Fajar kembali dari kantin”.
- D: Menunjukkan tindakan tokoh (membaca buku), tetapi tidak sejelas C sebagai penanda waktu (kegiatan “sedang” pada momen tertentu).
Soal 46
Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah …
- Fitri mencurigai Tineke yang mengambil uangnya karena uangnya ditemukan di tas Tineke.
- Tineke diejek teman-temannya karena selalu diam di kelas dan tidak mau bergaul dengan teman-teman lainnya.
- Fajar berpura-pura tidak mengetahui masalah yang terjadi di kelasnya yang terkait dengan uang Fitri.
- Tineke menuduh Fajar sengaja memasukkan uang Fitri ke dalam tasnya untuk mempermalukannya.
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis opsi:
- A: Tepat. Konflik utama muncul karena uang Fitri ditemukan di tas Tineke sehingga timbul kecurigaan (siapa pelaku sebenarnya).
- B: Ejekan ada, tetapi itu lebih sebagai situasi pendukung, bukan konflik inti cerita yang berpusat pada uang yang hilang.
- C: Ini masih berupa kemungkinan (“atau ia berpura-pura”), bukan konflik utama yang pasti terjadi.
- D: Tineke memang menanyai dan menuduh Fajar memasukkan uang ke tasnya, tetapi “untuk mempermalukannya” tidak dinyatakan tegas dalam kutipan; inti konflik tetap soal kecurigaan karena uang berada di tas Tineke.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 9