Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

This text is for questions 32 to 35

Regent’s permits add to deforestation : study

Forestry activists have warned of a sharp increase in the national deforestation rate if the government fails to deal with the overlapping permits issued for forest concessions and industrial timber forest.

Greenpeace Indonesia’s latest study found about 18.4 million hectares of forest concession areas and forest production had mostly been occupied by plantation and mining companies. Thanks to permits issued by regents.

“It is an illegal practice. The regents have no rights to issue permits for plantation companies to operate or occupy forest concessions and industrial area. Only the Forestry Ministry can do that,” Greenpeace National Coordinator Vanda Mutia Dewi told the Jakarta Post on Monday.

The government has allocated a total of 60.91 million hectares for forest concession or for production forests.

“With the overlapping permits, illegal occupation of the forest concession areas and industrial forest will contribute more to the national deforestation rate than illegal logging practice,” she said. (The Jakarta Post)


soal 32.

The text is about ….

Athe rights of a regent to issue permits
Bforest concessions and timber industries
Cdeforestation and illegal loggings productions
Dthe overlapping permits issued by the regents
Ethe government’s failure in dealing with illegal loggings
Jawaban & Analisis

Kunci: D

Alasan inti: Judul dan paragraf awal menekankan “overlapping permits” (izin tumpang tindih) yang dikeluarkan bupati (regents) dan dampaknya pada deforestasi. Jadi topik utama adalah izin tumpang tindih tersebut.

A. Teks memang menyebut “regents have no rights”, tetapi itu argumen pendukung untuk menilai izin tersebut ilegal. Fokusnya bukan membahas hak bupati secara umum, melainkan masalah izin tumpang tindih. Maka \(D \gt A\).

B. Forest concessions dan industrial timber forest disebut sebagai konteks area yang terdampak, bukan topik utama.

C. Deforestasi disebut, tetapi sebagai akibat. Pemicu yang digarisbawahi teks adalah “overlapping permits”, sehingga D lebih tepat daripada C, \(D \gt C\).

D. Tepat: izin tumpang tindih yang dikeluarkan regents menjadi inti persoalan dari awal sampai kutipan penutup.

E. Teks tidak fokus pada kegagalan menangani “illegal logging” saja; bahkan disebut bahwa dampak izin tumpang tindih bisa lebih besar daripada illegal logging. Jadi E menyempitkan isu.


soal 33.

National deforestation is more the result of ….

Aillegal loggings
Billegal practice
Ctimber industries
Doverlapping permits
Eplantation and mining companies
Jawaban & Analisis

Kunci: D

Bukti teks: “With the overlapping permits, illegal occupation … will contribute more to the national deforestation rate than illegal logging practice.” Ini menunjukkan faktor yang ditekankan sebagai penyumbang besar adalah “overlapping permits”.

A. Illegal logging disebut sebagai pembanding (“than illegal logging”), bahkan dinyatakan kontribusinya lebih kecil daripada dampak izin tumpang tindih. Jadi D \(\gt\) A.

B. “illegal practice” terlalu umum; teks menyebut praktik ilegal itu berupa penerbitan izin oleh regents dan okupasi ilegal akibatnya. Opsi yang paling spesifik adalah D.

C. Industri kayu disebut sebagai area/jenis hutan (industrial timber forest), bukan penyebab langsung yang disorot.

D. Tepat karena disebut eksplisit sebagai pemicu kontribusi besar terhadap deforestasi.

E. Perusahaan perkebunan dan tambang memang disebut “occupied” area, tetapi teks menekankan mereka bisa masuk karena izin dari regents. Penyebab kunci yang ditonjolkan tetap izin tumpang tindih, sehingga \(D \gt E\).


soal 34.

According to Vanda Mutia Dewi, ….

Aissuing permits should be stopped
Bnational deforestation is decreasing sharply
Cthe regents have conducted more than their rights
Dtimber industries are the cause of illegal loggings
Ebeing an autonomy, the regents have rights to issue permits
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Bukti teks: Vanda berkata: “The regents have no rights to issue permits … Only the Forestry Ministry can do that.” Artinya bupati bertindak melampaui kewenangannya (melebihi haknya).

A. Tidak dinyatakan eksplisit “should be stopped” dalam kutipan. Yang dinyatakan tegas adalah “no rights” (tidak berwenang). Kesimpulan “harus dihentikan” mungkin masuk akal, tetapi tidak sekuat C yang langsung sejalan dengan makna kutipan; \(C \gt A\).

B. Kebalikannya: teks justru memperingatkan peningkatan tajam deforestasi.

C. Tepat karena “no rights” menunjukkan mereka melakukan sesuatu di luar kewenangannya.

D. Tidak ada pernyataan timber industries menyebabkan illegal logging.

E. Bertentangan langsung dengan kutipan (bupati tidak berhak). Maka E \(\lt\) C.


soal 35.

“… fails to deal with overlapping permits issued for forest concessions and industrial timber forest.” (Paragraph 1) The underlined word means ….

Aproperty
Boperation
Cpermission
Dconception
Eexploitation
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Alasan inti: “Concession” dalam konteks kehutanan berarti hak/izin yang diberikan pemerintah kepada pihak tertentu untuk mengelola atau memanfaatkan area hutan. Dari opsi yang ada, padanan terdekat adalah “permission”.

A. “property” berarti kepemilikan, bukan izin/hak kelola.

B. “operation” berarti kegiatan operasi, bukan izin yang diberikan.

C. Tepat karena paling mendekati makna “hak/izin konsesi” (izin pengelolaan/pemanfaatan).

D. “conception” tidak terkait; itu kata berbeda makna (gagasan/konsepsi).

E. “exploitation” adalah tindakan pemanfaatan/eksploitasi, bukan izin itu sendiri. Jadi \(C \gt E\).