Soal 36
Perhatikan tema berikut!
Tema: Upaya mengatasi kelangkaan pupuk urea
Rumusan masalah berdasarkan tema tersebut adalah ….
- Apa penyebab kelangkaan pupuk urea?
- Kapan terjadi kelangkaan pupuk urea?
- Bagaimana mengatasi kelangkaan pupuk urea?
- Mengapa kelangkaan pupuk urea harus cepat diatasi?
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Tema menekankan upaya mengatasi kelangkaan pupuk urea. Rumusan masalah yang paling sesuai harus berupa pertanyaan yang langsung mengarah pada cara/strategi penyelesaiannya, yaitu “bagaimana mengatasi …”.
- A — Kurang tepat. Menanyakan penyebab (mengapa/apa sebab), bukan fokus “upaya mengatasi”.
- B — Kurang tepat. Menanyakan waktu kejadian, bukan solusi.
- C — Benar. Selaras dengan kata kunci tema: “upaya mengatasi”.
- D — Kurang tepat. Menanyakan alasan harus cepat, bukan langkah mengatasi.
Soal 37
Bacalah simpulan karya ilmiah berikut!
Hasil riset Lembaga Kesehatan Masyarakat di Finlandia menyebutkan penduduk yang paling banyak menyantap buah-buahan dan sayur-sayuran segar berisiko paling kecil terhadap penyakit apa pun. Penduduk yang menghabiskan 20 buah apel berisiko mengidap penyakit kronis seperti kanker paru-paru, merosot \( 20 \) \(\text{–}\) \( 60 \) persen.
Saran berdasarkan simpulan karya ilmiah adalah ….
- Buah apel telah banyak disantap oleh masyarakat Finlandia selama 25 tahun.
- Hendaknya kita mengonsumsi satu buah apel per hari untuk mengurangi risiko terhadap penyakit.
- Jangan menyantap buah-buahan dan sayur-sayuran karena berisiko paling kecil terhadap penyakit apa pun.
- Menghabiskan lebih banyak buah apel risikonya mengidap penyakit kronis seperti kanker paru-paru.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: “Saran” adalah anjuran yang dapat dilakukan pembaca berdasarkan temuan. Simpulan menekankan konsumsi buah/sayur segar menurunkan risiko penyakit, dan konsumsi apel menurunkan risiko penyakit kronis. Opsi B berbentuk anjuran (“Hendaknya…”) dan masih sejalan dengan temuan.
- A — Salah. Ini pernyataan fakta tambahan yang tidak ada dalam simpulan, bukan saran.
- B — Benar. Bentuk anjuran dan selaras dengan hasil riset.
- C — Salah. Bertentangan: simpulan justru menyatakan buah/sayur segar menurunkan risiko.
- D — Salah. Bertentangan: simpulan menyatakan risiko justru “merosot” (menurun).
Soal 38
Cermatilah kalimat berikut!
Para hadirin, banjir sudah menjadi langganan di daerah kita.
Perbaikan kalimat tersebut adalah ….
- Hadirin, banjir sudah menjadi langganan di daerah kita.
- Hadirin sekalian, banjir sudah menjadi langganan di daerah kita.
- Hadirin dan hadirat, banjir sudah menjadi langganan di daerah kita.
- Para hadirin sekalian, banjir sudah menjadi langganan di daerah kita.
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Ungkapan sapaan yang tepat adalah “Hadirin” (tanpa “para”). Kata para digunakan untuk nomina yang menyatakan orang jamak, tetapi “hadirin” sendiri sudah bermakna jamak (orang-orang yang hadir), sehingga “para hadirin” menjadi tidak efektif/berlebih.
- A — Benar. Paling ringkas dan efektif.
- B — Kurang tepat. “sekalian” sering dianggap mubazir karena “hadirin” sudah mencakup semua yang hadir.
- C — Kurang tepat. Bisa dipakai untuk menyapa laki-laki dan perempuan, tetapi soal menuntut perbaikan dari bentuk “para hadirin” yang mubazir; pilihan paling tepat adalah menghapus “para”.
- D — Salah. Lebih mubazir: “para” + “sekalian” (keduanya berlebih).
Soal 39
Cermatilah penulisan kalimat berikut!
Tubagus Chasan Sochib, ayahanda gubernur Banten, ratu Atut Chosiyah, meninggal dunia di rumah sakit Sari Asih, Serang.
Perbaikan penulisan yang tepat dari kalimat tersebut adalah ….
- Tubagus Chasan Sochib, Ayahanda Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, meninggal dunia di rumah sakit Sari Asih, Serang.
- Tubagus Chasan Sochib, ayahanda gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah meninggal dunia di rumah sakit Sari Asih, Serang.
- Tubagus Chasan Sochib, ayahanda Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, meninggal dunia di Rumah Sakit Sari Asih, Serang.
- Tubagus Chasan Sochib, ayahanda gubernur Banten, ratu Atut Chosiyah, meninggal dunia di Rumah Sakit Sari Asih, Serang.
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: Perbaikan utama ada pada penggunaan huruf kapital untuk nama diri dan penulisan yang tepat: Ratu Atut Chosiyah (nama orang) harus diawali huruf kapital pada “Ratu”, sedangkan keterangan jabatan gubernur Banten bukan nama lembaga/jabatan resmi yang ditulis sebagai nama diri dalam kalimat ini, sehingga tetap huruf kecil. Nama instansi Rumah Sakit Sari Asih ditulis dengan huruf kapital.
- A — Salah. “Ayahanda Gubernur Banten” tidak tepat kapitalisasinya (ayahanda bukan nama diri), dan “rumah sakit” seharusnya kapital jika bagian dari nama instansi.
- B — Salah. Kurang tanda koma setelah “Ratu Atut Chosiyah” (keterangan aposisi menjadi rancu) dan “rumah sakit” belum dibenarkan sebagai nama instansi.
- C — Kurang tepat. “Gubernur Banten” dikapitalisasi sebagai jabatan, padahal pada konstruksi ini lebih tepat sebagai keterangan (huruf kecil) dan inti soal biasanya menekankan pembetulan “Ratu” dan “Rumah Sakit”.
- D — Benar. Kapitalisasi “Ratu” dan “Rumah Sakit” tepat, serta struktur aposisi tetap jelas.
Soal 40
Cermatilah kalimat berikut!
Di toko Sabrina dijual tiga jenis ponsel Nokia Samsung dan Black Berry
Penggunaan tanda baca yang tepat pada kalimat tersebut adalah ….
- Di toko Sabrina dijual tiga jenis ponsel; Nokia, Samsung dan Black Berry.
- Di toko Sabrina dijual tiga jenis ponsel: Nokia, Samsung, dan Black Berry.
- Di toko Sabrina dijual tiga jenis ponsel, Nokia, Samsung, dan Black Berry.
- Di toko Sabrina dijual tiga jenis ponsel Nokia, Samsung, dan Black Berry.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Kalimat menyajikan perincian “tiga jenis ponsel”, sehingga tepat memakai tanda titik dua \( : \) sebelum daftar, lalu memisahkan unsur perincian dengan koma, termasuk koma sebelum “dan”.
- A — Salah. Tanda titik koma tidak tepat untuk memperkenalkan perincian seperti ini.
- B — Benar. Struktur perincian paling baku: titik dua + daftar dengan koma.
- C — Kurang tepat. Koma setelah “ponsel” membuat “Nokia, Samsung, dan Black Berry” seolah aposisi, bukan perincian yang diperkenalkan jelas.
- D — Salah. Tidak ada pemisah yang jelas antara “Nokia” dan “Samsung” sehingga daftar rancu.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 10