Teks 1 (untuk soal 20 s.d. 22)
(1) Sekor kancil berpapasan dengan seekor siput di pinggir kali. Kancil yang sombong meledek siput, betapa lambannya, betapa tak bisa cepatnya. “O iya, beranikan kau adu balap lari denganku?” kata si kancil. Dia tahu siput pasti menolak, karena tak mungkin bisa menang.
(2) Di luar dugaan, siput menerima tantangan itu. Siput membuat sebuah strategi. Siput mengajak teman-temannya mempermalukan kancil. Caranya sepanjang sisi sungai, siput berbaris rapi. Jika kancil memanggil, maka siput yang ada di depan kancil harus menjawabnya.
(3) Pertandingan dimulai. Keduanya langsung lari. Kancil langsung berlari secepatnya. Setelah beberapa jauh, napas kancil mulai terengah-engah. Dia berhenti dan memanggil siput. Saat dipanggil siput menjawab dan bergerak lamban di depan kancil.
(4) Kancil kembali berlari sekuat tenaga. Ketika lelah, kancil berhenti sambil memanggil siput lagi. Dia mengira pasti siput ada di belakangnya. Rupanya, dugaan kancil salah. Siput yang sudah punya strategi selalu menjawab di depan kancil.
(5) Kancil berlari kembali. Lebih cepat, dan lebih cepat lagi. Akhirnya, dia menjadi lelah sendiri. Kelelahan itu membuat kancil akhirnya menyerah. Semua penghuni hutan yang menontoninya pun terkejut. Siput menyambut kemenangan.
20. Tokoh utama teks cerita tersebut adalah ....
- kancil dan semut
- kelinci dan kancil
- siput dan kancil
- kelinci dan semut
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis:
- Tokoh utama adalah tokoh yang paling dominan muncul dan menjadi pusat peristiwa.
- Kancil dan siput terus muncul dari awal hingga akhir: tantangan lomba, strategi, pertandingan, hingga hasil.
- A dan D salah karena “semut” tidak ada dalam teks.
- B salah karena “kelinci” juga tidak ada dalam teks.
21. Penyebab konflik pada teks tersebut adalah ....
- Siput mengajari kancil supaya menang
- Kancil mengajak siput bertanding lari
- Siput mengajak kancil bertanding lari
- Kancil mengajari siput supaya menang
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis:
- Konflik (masalah/pertentangan) mulai terjadi ketika ada pemicu peristiwa utama.
- Pemicunya tampak jelas pada paragraf (1): kancil mengejek lalu menantang, “beranikan kau adu balap lari denganku?”.
- B tepat karena itulah awal konflik: tantangan lomba lari memicu rangkaian strategi dan pertandingan.
- A dan D tidak sesuai (tidak ada “mengajari supaya menang” dalam teks).
- C salah karena yang menantang duluan adalah kancil, bukan siput.
22. Amanat yang terkandung pada kutipan cerita tersebut adalah ....
- Kita harus menghindari sikap angkuh!
- Kelelahan akan membuat orang menyerah!
- Orang muda harus menghormati yang lebih tua!
- Tidak perlu cepat-cepat, yang penting selamat!
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis:
- Pesan moral cerita terlihat dari sifat tokoh dan akibat yang diterimanya.
- Kancil digambarkan sombong dan meremehkan siput. Pada akhirnya kancil justru kalah dan menyerah.
- Itu menegaskan amanat: jangan angkuh/sombong dan jangan meremehkan orang lain.
- B hanya menyebut akibat fisik (lelah) tanpa pesan moral utamanya.
- C dan D tidak didukung oleh isi cerita.
Teks 2 (untuk soal 23 dan 24)
(1) Buku ini bercerita tentang kisah kelahiran beliau pada abad ke-8 H di Tunisia. (2) Beliau kemudian hijrah ke Afrika Utara ketika wabah penyakit menyerang tanah kelahirannya. (3) Gairah intelektual Ibnu Khaldun didukung oleh perkembangan keilmuan dari Afrika Utara sampai Andalusia atau Spanyol. (4) Pada usia 45 tahun, Ibnu Khaldun mulai menulis. (5) Kitab itu selesai dalam waktu lima bulan dan menjadi sebuah karya yang fenomenal. (6) Uraian kehidupan Ibnu Khaldun disajikan secara sederhana namun ditulis dengan ketelitian sehingga buku tersebut enak dibaca. (7) Pembaca dapat dengan mudah memahami alurnya karena fase kehidupan dan aktivitas beliau disajikan dengan apik dalam buku ini.
23. Pernyataan yang berupa keunggulan buku pada teks tersebut ditandai dengan nomor ....
- (3) dan (5)
- (4) dan (6)
- (5) dan (7)
- (6) dan (7)
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis:
- “Keunggulan buku” berarti kalimat yang menilai kualitas buku (mudah dipahami, enak dibaca, penyajian apik, dll.).
- (6) jelas menilai kualitas penyajian: “disajikan secara sederhana namun ... enak dibaca.”
- (7) juga keunggulan: “Pembaca dapat dengan mudah memahami alurnya ... disajikan dengan apik.”
- (3) berisi informasi latar perkembangan keilmuan, bukan penilaian buku.
- (4) dan (5) lebih berupa fakta proses/hasil penulisan, bukan keunggulan cara penyajian.
24. Rumusan simpulan pada teks tersebut adalah ....
- Buku mengulas kisah kelahiran Ibnu Khaldun.
- Ibnu Khaldun menulis kitab dalam waktu lima bulan.
- Uraian kehidupan Ibnu Khaldun ditulis dengan teliti.
- Pembaca dapat dengan mudah memahami alur cerita buku.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis:
- Simpulan harus mewakili isi teks secara menyeluruh (isi buku + kesan/penilaian utamanya).
- Teks memuat ringkas isi (kisah hidup Ibnu Khaldun) dan ditutup dengan penilaian bahwa penyajiannya sederhana, teliti, enak dibaca, serta mudah dipahami (kalimat 6–7).
- D paling mewakili karena merangkum hasil akhir yang ditekankan: buku mudah dipahami alurnya karena penyajian fase kehidupan dan aktivitasnya apik.
- A terlalu sempit (hanya kelahiran).
- B hanya satu fakta (lama penulisan), bukan simpulan umum.
- C hanya satu aspek (ketelitian), belum mencakup “mudah dipahami/enak dibaca” yang menjadi penekanan akhir.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP (Paket Lengkap):
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 10