Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Bacalah kutipan puisi berikut!

Tanah Kelahiran

Antara gundukan pohon pina
Tembang menggema di dua kaki
Burangrang – Tangkuban Perahu
Jamrut di pucuk-pucuk

Citraan pada larik ke-\(2\) puisi tersebut adalah ....

  1. penglihatan
  2. pendengaran
  3. penciuman
  4. perasa
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Larik ke-\(2\) berbunyi “Tembang menggema di dua kaki”. Kata “tembang” (nyanyian) dan “menggema” menunjuk bunyi yang terdengar, sehingga citraannya adalah citraan pendengaran.

  • A salah: tidak ada kata yang menonjolkan bentuk/warna yang dilihat.
  • B (benar) tepat: “tembang” dan “menggema” adalah bunyi.
  • C salah: tidak ada kata yang berkaitan dengan bau.
  • D salah: tidak ada kata yang menunjukkan rasa di lidah atau sentuhan rasa.

Karena “menggema” \( \gt \) menunjuk bunyi, maka jawabannya pendengaran.


Soal 17

Bacalah kutipan puisi berikut!

\((1)\) Lintah merayap melalui urat
\((2)\) Menelan darah seribu liter
\((3)\) Manusia tengadah dalam kematian
\((4)\) Kembali kepada-Nya

Majas pada puisi tersebut terdapat pada larik ke-....

  1. \((1)\)
  2. \((2)\)
  3. \((3)\)
  4. \((4)\)
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Larik \((2)\) “Menelan darah seribu liter” mengandung majas hiperbol (melebih-lebihkan). Ungkapan “seribu liter” tidak mungkin secara nyata, sehingga dipakai untuk menegaskan kesan mengerikan/berlebihan.

  • A kurang kuat sebagai majas utama; lebih berupa gambaran tindakan “lintah merayap”.
  • B (benar) jelas hiperbola: “seribu liter”.
  • C lebih berupa pernyataan suasana/keadaan, bukan majas yang menonjol.
  • D bernuansa religius, tetapi bukan majas yang paling tegas pada kutipan.

Karena “seribu liter” \( \gt \) bentuk berlebihan, majasnya ada pada \((2)\).


Soal 18

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Sulung memelukku. “Papa, lebaran nanti tidak ada Eyong. Pasti tidak enak ya, Pa. Eyong itu baik ya Pa, dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet, sup buntut.”
Bungsu menimpali, “Kita bangga ya Pa. Eyong itu kan tetap cantik sampai tua. Eyong kan turunan putri raja, jadi pasti cantik ya Pa.”

Penggambaran watak tokoh Eyong pada kutipan cerpen tersebut adalah ....

  1. tindakan tokoh
  2. dialog antartokoh
  3. diceritakan langsung
  4. diceritakan tokoh lain
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Watak Eyong (baik, memanjakan, suka memasakkan) muncul dari ucapan tokoh “Sulung” dan “Bungsu”. Jadi, watak tidak dijelaskan narator secara langsung, melainkan tersaji lewat percakapan.

  • A salah: kutipan tidak menampilkan tindakan Eyong secara langsung, yang muncul adalah pembicaraan tentang Eyong.
  • B (benar) tepat: karakter Eyong tergambar melalui dialog.
  • C salah: tidak ada narator yang menyatakan “Eyong itu ...” sebagai uraian langsung.
  • D kurang tepat: yang dipakai adalah dialog (cara penyajian), bukan narasi tokoh lain secara bercerita panjang.

Karena watak muncul dari percakapan, B \( \gt \) C.


Soal 19

Bacalah kutipan cerpen berikut!

\((1)\) Dahulu ketika istriku mulai menempati rumah kontrakanku, ia membersihkan kamar, menaruh barang-barang di tempatnya. \((2)\) Ada tempat tersendiri bagi tiap benda, pakaian, meja, kursi, beras, bumbu, dan ada juga tempat sampah. \((3)\) Samurai ada di lemari. \((4)\) Tempat samurai di dinding diganti dengan hiasan batik yang sempurna bagusnya. \((5)\) Aku kagum dengan kepandaiannya. \((6)\) Baru kali inilah aku tahu, bahwa di dinding lebih pantas ditaruh hiasan daripada sebuah samurai.

Bukti bahwa tokoh istri memiliki watak rajin terdapat pada nomor ....

  1. \((1)\)
  2. \((2)\)
  3. \((3)\)
  4. \((4)\)
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Watak rajin tampak dari kegiatan yang menunjukkan kesungguhan bekerja/beres-beres. Kalimat \((1)\) menyatakan istri “membersihkan kamar” dan “menaruh barang-barang di tempatnya”, ini bukti perilaku rajin.

  • A (benar) langsung menunjukkan aktivitas rajin: membersihkan dan merapikan.
  • B lebih menekankan keteraturan/penataan, namun bukti paling kuat rajin sudah muncul pada \((1)\).
  • C hanya informasi lokasi samurai, tidak menunjukkan rajin.
  • D perubahan hiasan dinding, tidak langsung menunjukkan rajin sebagai kebiasaan utama.

Karena tindakan “membersihkan” \( \gt \) bukti rajin, jawabannya \((1)\).


Soal 20

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Hari berganti ke Magrib. Si nenek yang renta itu masih saja di tempat semula, nyaris tak bergerak, menunggu dedaunan yang selalu saja berguguran di halaman masjid. Tubuh tuanya kusut basah oleh keringat. Napasnya terengah-engah. Ketiga pemuda desa itu tak bisa berbuat lain kecuali menenangkannya.

Latar pada kutipan cerpen tersebut adalah ....

  1. siang hari di depan masjid
  2. pagi hari di halaman masjid
  3. malam hari di sebelah masjid
  4. petang hari di halaman masjid
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: “Magrib” menandai waktu menjelang malam (petang/senja). Tempatnya disebut jelas “di halaman masjid”. Maka latarnya: petang hari di halaman masjid.

  • A salah: bukan siang, melainkan Magrib.
  • B salah: bukan pagi.
  • C kurang tepat: waktunya belum disebut “malam”, dan tempatnya bukan “sebelah masjid” melainkan “halaman masjid”.
  • D (benar) tepat: petang (Magrib) + halaman masjid.

Karena Magrib \( \gt \) petang, jawabannya D.