Soal 26
Cermatilah puisi kontemporer berikut!
DI BLOK APA
Kalau
Chairil Anwar
Binatang jalang
Di blok apa
Tempatnya
Di Ragunan?
(Remy Sylado)
Ciri yang menonjol pada puisi tersebut adalah ....
- kenakalan ide
- tipografi
- membolak-balik kata
- mantra
- menggunakan simbol
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Alasan utama: Puisi ini memelesetkan ungkapan terkenal “Aku ini binatang jalang” (yang lekat dengan Chairil Anwar) menjadi pertanyaan jenaka “di blok apa” dan “di Ragunan?” (kebun binatang). Daya tariknya bukan pada bentuk huruf/penataan (tipografi), bukan pembalikan kata sistematis, bukan pola repetitif seperti mantra, dan bukan simbol-simbol khusus, melainkan pada kelucuan gagasan (ide yang “nakal”/satir) yang menyatukan tokoh sastra dengan konteks kebun binatang.
Analisis opsi:
A tepat: inti efek puitiknya muncul dari permainan gagasan yang menyindir sekaligus melucu.
B kurang tepat: tipografi biasanya menonjol lewat bentuk visual/penataan huruf yang ekstrem; di sini yang dominan justru isi lelucon gagasannya.
C kurang tepat: tidak ada pola pembalikan kata berulang; yang ada adalah permainan rujukan (intertekstual) dan konteks.
D tidak tepat: mantra umumnya repetitif dan berirama sugestif; puisi ini berupa pertanyaan jenaka.
E tidak tepat: tidak ada penggunaan simbol khusus; bahasa yang dipakai langsung dan kontekstual.
Soal 27
Bacalah kutipan naskah drama berikut dengan saksama!
Istri Tukang Cukur: “Cahaya matamu, raut wajahmu, memberiku isyarat bahwa kau sedang memikirkan sesuatu. Katakanlah pada Ibu.”
Rabiah: “Aku berpikir tentang ayah. Aku berpikir tentang ayah, Bu! Terus-menerus pikiranku ini menggangguku.”
Istri Tukang Cukur: “Apa yang salah dengan ayahmu, Nak?”
Rabiah: (Sejenak tidak menjawab, ia berdiri perlahan, melangkah ke depan mendekati pot-pot bunga, lalu mendekat sambil memandang ibunya)
“Bu, mengapa Bapak menjadi tukang cukur?”
Istri Tukang Cukur: “Mengapa kau bertanya begitu?” (terkejut) “Apakah salah ayahmu bekerja sebagai tukang cukur?” (berdiri tegak)
Rabiah: “Orang-orang, teman-teman, semua mengejekku dengan kata-kata ‘anak si tukang cukur’!”
Istri Tukang Cukur: “Kau malu?”
(Kado Perkawinan, Hamsad Rangkuti)
Masalah yang dibicarakan dalam kutipan tersebut adalah ....
- Rasa malu anak atas pekerjaan orang tuanya.
- Anak yang selalu bermuram durja.
- Alasan ayah menjadi tukang cukur.
- Ejekan teman-teman terhadap tukang cukur.
- Kesalahan orang tua melahirkan anak gadis.
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Alasan utama: Rabiah terganggu memikirkan ayahnya karena ia diejek “anak si tukang cukur”. Ujung dialog ditegaskan oleh pertanyaan ibu: “Kau malu?” Ini menunjukkan masalah pokoknya adalah rasa malu/tertekan Rabiah terhadap pekerjaan ayahnya, bukan semata-mata soal alasan profesi atau sekadar ejekan itu sendiri.
Analisis opsi:
A tepat: konflik batin Rabiah berpusat pada rasa malu akibat status pekerjaan ayah.
B kurang tepat: “bermuram durja” hanya keadaan emosional; tidak merangkum inti konflik (malu pada pekerjaan ayah).
C kurang tepat: pertanyaan “mengapa Bapak menjadi tukang cukur?” muncul, tetapi itu dipicu rasa malu; bukan fokus masalah utama yang dibicarakan.
D kurang tepat: ejekan adalah penyebab, tetapi masalah yang dibicarakan adalah dampaknya pada Rabiah (malu pada pekerjaan ayah), ditegaskan oleh “Kau malu?”.
E tidak relevan: tidak ada pembahasan “kesalahan melahirkan anak gadis”.
Soal 28
Perhatikan paragraf berikut!
Sistem konservasi merupakan sistem yang paling efektif untuk pelestarian lingkungan. Dari segi biaya, sistem ini ... karena langsung memanfaatkan sumber daya yang ada di pulau tersebut. Bahkan sistem ini juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan, yang karena lokasinya terpencil dan jauh dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, secara otomatis keberlanjutan sistem ini sangat terjamin.
Isian yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang adalah ....
- mudah dilakukan
- termasuk sistem yang murah
- tidak memerlukan biaya
- praktis dan mudah
- dapat dilakukan siapa saja
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Alasan utama: Kalimat penjelas setelah bagian rumpang berbunyi “karena langsung memanfaatkan sumber daya yang ada di pulau tersebut.” Hubungan sebab-akibat ini paling logis jika yang diisi berkaitan dengan biaya yang rendah (murah), bukan sekadar kemudahan pelaksanaan atau siapa pelaksananya.
Analisis opsi:
A kurang tepat: “mudah dilakukan” tidak langsung disebabkan oleh “memanfaatkan sumber daya”; itu lebih terkait metode/teknis, bukan biaya.
B tepat: pemanfaatan sumber daya lokal mengurangi kebutuhan biaya dari luar, sehingga “termasuk sistem yang murah” paling sesuai dengan “dari segi biaya”.
C kurang tepat: “tidak memerlukan biaya” terlalu absolut; teks hanya memberi alasan efisiensi biaya, bukan nol biaya.
D kurang tepat: “praktis dan mudah” juga tidak fokus pada biaya, padahal kalimat pembuka menekankan “dari segi biaya”.
E kurang tepat: “dapat dilakukan siapa saja” tidak berkaitan langsung dengan penjelasan sebab “memanfaatkan sumber daya”.
Soal 29
Cermati silogisme berikut!
| Bagian | Pernyataan |
|---|---|
| PU | Siswa yang menduduki peringkat sepuluh besar di kelas diusulkan mengikuti PMDK di perguruan tinggi favorit. |
| PK | Kusno siswa yang menduduki peringkat sepuluh besar di kelas. |
| S | Kusno diusulkan mengikuti PMDK di perguruan tinggi favorit. |
Entimem dari silogisme tersebut adalah ....
- Kusno siswa yang menduduki peringkat sepuluh besar di kelas diusulkan mengikuti PMDK di perguruan tinggi favorit.
- Kusno diusulkan mengikuti PMDK di perguruan tinggi favorit karena ia siswa peringkat sepuluh besar di kelas.
- Setiap siswa yang menduduki peringkat sepuluh besar di kelas diusulkan mengikuti PMDK di perguruan tinggi favorit seperti Kusno.
- Kusno siswa yang menduduki peringkat sepuluh besar di kelas karena ia diusulkan mengikuti PMDK di perguruan tinggi favorit.
- Kusno siswa yang diusulkan mengikuti PMDK di perguruan tinggi favorit karena menduduki peringkat sepuluh besar di kelas.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Konsep entimem: entimem adalah silogisme yang “dipendekkan”, biasanya memuat kesimpulan dan satu alasan, sementara satu premis lain dibiarkan tersirat. Dalam kasus ini, kalimat entimem yang baik menyatakan “Kusno diusulkan mengikuti PMDK” (kesimpulan) dengan alasan “karena ia peringkat sepuluh besar” (premis kecil), sedangkan premis umum (PU) dibiarkan tersirat.
Analisis opsi:
A kurang tepat: kalimatnya cenderung menggabungkan informasi tanpa struktur “karena/sebab”, sehingga tidak menonjol sebagai bentuk entimem (alasan + kesimpulan).
B tepat: memuat kesimpulan (diusulkan mengikuti PMDK) dan alasan (karena peringkat sepuluh besar); PU menjadi tersirat.
C kurang tepat: masih menyerupai pernyataan umum (PU) yang diperpanjang; bukan bentuk ringkas alasan-kesimpulan tentang Kusno.
D tidak tepat: hubungan sebab-akibat terbalik (seolah Kusno sepuluh besar karena diusulkan), padahal yang benar sebaliknya.
E kurang tepat: struktur kalimatnya membuat fokus subjek “Kusno siswa yang diusulkan...” sehingga kesimpulan menjadi atribut; bentuk yang paling jelas sebagai entimem tetap opsi B (langsung menyatakan “Kusno diusulkan ... karena ...”).
Soal 30
Cermatilah paragraf berikut!
Jawa dan Madura yang luasnya 6,7% dari luas Indonesia dihuni oleh 60% penduduk Indonesia. Kepadatan penduduk di Jawa kurang lebih 900 orang per kilo meter per segi. Di wilayah Semarang mencapai 1.832 orang per kilo meter per segi. Kepadatan penduduk ini sangat luar biasa bedanya dengan wilayah Indonesia lainnya. Di Papua kepadatannya hanya 4 orang per kilo meter per segi. Bahkan, di Kabupaten Merauke yang luasnya hampir sama dengan Pulau Jawa penduduknya hanya 270.000 orang, kepadatannya hanya 2 orang per kilo meter per segi. ...
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf generalisasi tersebut adalah ....
- Jadi, penduduk Pulau Jawa lebih banyak daripada Sumatera.
- Jadi, penduduk Pulau Jawa perlu dipindahkan ke Papua.
- Jadi, penyebaran penduduk Indonesia tidak merata.
- Jadi, pemerintah harus melaksanakan program transmigrasi.
- Jadi, Pulau Jawa adalah daerah yang makmur penduduknya.
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Alasan utama: Paragraf menyajikan data perbandingan kepadatan yang sangat kontras antara Jawa/Madura (sangat padat) dan Papua/Merauke (sangat jarang). Kalimat penutup generalisasi yang paling tepat adalah simpulan umum yang merangkum data: penyebaran penduduk tidak merata. Pilihan lain berupa kebijakan/solusi atau perbandingan yang tidak dibahas langsung.
Analisis opsi:
A kurang tepat: paragraf tidak membandingkan Jawa dengan Sumatera, sehingga simpulan ini melompat dari data.
B kurang tepat: ini solusi/kebijakan pemindahan penduduk; bukan generalisasi data yang disajikan.
C tepat: merangkum keseluruhan data kontras kepadatan menjadi simpulan umum.
D kurang tepat: transmigrasi adalah kebijakan; paragraf ini masih pada tahap pemaparan fakta untuk ditarik generalisasi, bukan rekomendasi.
E tidak tepat: “makmur” tidak didukung oleh data kepadatan; kepadatan tinggi tidak otomatis berarti kemakmuran.