Baca juga
- Pesantren LAZ DSUI Madiun
- Sistem Pembinaan Santri di Pesantren Tahfidz: Model Pendidikan Qur’ani Terintegrasi 24 Jam
- Pesantren Baitul Qur’an
- Manfaat Jangka Panjang Pesantren Tahfidz bagi Masa Depan Anak: Bekal Karakter, Ilmu, dan Ketenangan Hati
Soal 6.Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
|
(1) Industri kapal kayu tradisional di Pusong Lama, Kabupaten Lhokseumawe, Aceh kian surut. (2) Kini tinggal dua pemilik usaha pembuatan kapal yang tersisa dari semula mencapai sepuluh usaha. (3) Kebakaran hutan menjadi pemicu utama berkurangnya kayu asem laut. (4) Surutnya usaha pembuatan kapal kayu dalam empat tahun terakhir akibat sulitnya mendapat bahan baku. (5) Kehadiran kapal dari Thailand dan China yang berbahan fiber atau logam semakin membuat industri kapal kayu tradisional terpuruk. |
Kalimat penjelas yang tidak padu pada paragraf tersebut adalah nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
Bacalah dengan cermat paragraf berikut untuk soal nomor \( 7 \)!
|
Penanaman karakter sangat penting dilakukan sejak dini oleh orang tua. Misalnya, penanaman percaya diri anak sebagai kunci awal sebagai tanggung jawab pembangun karakter. Begitu pula kedisiplinan, dengan demikian, kemandirian anak dan kedisiplinan dapat membangun fighting spirit dan surviving di dunia ini. Artinya, melalui disiplin dan tanggung jawab, si anak mengerti tugasnya dengan penuh percaya diri. Selain itu, perlu pula menanamkan kepekaan terhadap orang lain dan lingkungannya. |
Soal 7.Kalimat simpulan paragraf tersebut adalah ...
A. Empati mengajarkan anak untuk menghargai orang lain dan orang-orang yang berada di sekitarnya.
B. Sikap tanggung jawab anak akan mengerti tugas yang seharusnya dia lakukan diberikan tanggung jawabnya.
C. Dengan kemandirian fighting spirit dan surviving di dunia ini anak diharapkan dapat bertanggung jawab.
D. Dengan disiplin anak memiliki kunci sukses dalam kehidupan untuk mengatur masa depannya sendiri.
E. Sikap percaya diri, disiplin, mandiri, tanggung jawab, dan empati adalah karakter yang harus ditanamkan pada anak.
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor \( 13 \) dan \( 14 \)!
|
Doktor Mohammad Hatta yang lebih dikenal dengan sebutan Bapak Koperasi Indonesia adalah seorang pemimpin yang berdisiplin tinggi, tegas, dan taat beragama. Pembawaannya sederhana walaupun ia keturunan berada dan apa yang dikatakannya selalu sesuai dengan perbuatannya. Bung Hatta lahir tanggal \( 12 \) Agustus \( 1902 \) di Bukittinggi. Pendidikan yang pernah ditempuhnya adalah ELS, MULO, Prins Hendrik School (Sekolah Dagang Belanda), dan Handels Hogeschool (Sekolah Tinggi Perdagangan) di Negeri Belanda hingga tamat. Pada tahun \( 1932 \) Bung Hatta memimpin partai Pendidikan Nasional Indonesia. Karena kegiatan politiknya, Bung Hatta ditangkap dan pada tahun \( 1935 \) beliau dibuang ke Banda Neira dan terakhir ke Sukabumi. Pada masa pendudukan Jepang tahun \( 1943 \) Bung Hatta memimpin kantor Pusat Tenaga Rakyat (putera) bersama Bung Karno, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur. |
Soal 13. Keteladanan tokoh tersebut adalah ...
A. Berdisiplin tinggi, tegas, taat beragama, dan pembawaannya sederhana.
B. Bapak Koperasi Indonesia yang kehidupannya sangat sederhana.
C. Karena kegiatan politiknya, beliau rela dibuang ke Banda Neira.
D. Pendidikannya ditempuh di Negeri Belanda sejak SD hingga sekolah tinggi.
E. Memimpin kantor Pusat Tenaga Rakyat (putera) bersama para pejuang bangsa.
Soal 14. Masalah atau konflik yang dihadapi tokoh adalah ...
A. Pembawaannya yang sederhana membuat beliau direndahkan oleh Pemerintah Belanda.
B. Menjadi ketua perhimpunan Indonesia dan gerakannya mengkhawatirkan Pemerintah Belanda.
C. Kegiatan politik Bung Hatta dilarang oleh Belanda sehingga ia dibuang ke Banda Neira.
D. Ketika diangkat menjadi Wakil Presiden RI tahun \( 1945 \) beliau sedang memimpin Pusat Tenaga Rakyat.
E. Bung Hatta tidak dapat bekerja sama dengan Bung Karno dalam memimpin negara.
Cermati penggalan hikayat berikut untuk menjawab soal nomor \( 15 dan 16 \)!
|
(1) Maka mereka pun percayalah akan perkataan orang muda itu. (2) Maka baginda pun naiklah ke atas kendaraan baginda lembu putih itu. (3) Maka padinya pun dituainya oleh Wan Empuk dan Wan Malini. (4) Maka dengan takdir Allah ta’ala lembu kenaikan baginda itu pun muntahlah buih, maka keluarlah daripada buih itu seorang manusia laki-laki dinamai Bat dan destarnya terlalu besar. (5) Maka Bat raja itu digelarnya oleh Bat sang Suparba Tarambeini Teribana. |
Soal 15. Kalimat yang berisi karakteristik sastra Melayu Klasik yang menunjukkan ketidaklaziman terdapat pada nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
Soal 16.Nilai budaya yang terdapat dalam naskah tersebut terletak pada nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)