Soal 1. Bacalah paragraf berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor \( 1 \) dan \( 2 \)!
| Paragraf |
|---|
| Kebutuhan kornea donor di Indonesia sangat tinggi, tetapi kesadaran masyarakat untuk mendonorkan kornea rendah. Sumbangan kornea donor dari sejumlah negara belum mampu memenuhi permintaan yang ada. Akibatnya, antrean warga yang ingin mendapatkan kornea donor kian panjang. Major Laboratorium Bank Mata Indonesia (BMI) menuturkan ada sekitar delapan puluh orang masuk daftar antrean. Di BMI cabang DKI ada sekitar seribu orang yang antre. Antrean panjang itu tidak sebanding dengan kornea donor yang diperoleh BMI. |
Ide pokok paragraf tersebut adalah ….
A. kebutuhan kornea donor di Indonesia
B. rendahnya kesadaran masyarakat
C. antrean donor kian panjang
D. perolehan kornea donor oleh PMI
E. rendahnya kesadaran mendonorkan kornea
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Analisis: Kalimat pertama sudah memuat pokok persoalan: kebutuhan kornea donor sangat tinggi, tetapi kesadaran mendonor rendah. Kalimat-kalimat berikutnya menjelaskan akibat dari persoalan itu, yaitu pasokan belum mampu memenuhi permintaan dan antrean makin panjang (misalnya “sekitar delapan puluh orang” dan “sekitar seribu orang”). Jadi gagasan utamanya adalah persoalan kebutuhan kornea donor di Indonesia yang sangat tinggi (A), sedangkan B dan E hanya menyorot salah satu sebab, C hanya menyorot akibat, dan D tidak sesuai karena yang dibahas BMI, bukan PMI. Ketepatan \( A \gt C \) karena C hanya dampak, bukan inti.
Soal 2.Mengapa permintaan kornea donor di Indonesia tidak dapat dipenuhi?
A. Kebutuhan kornea donor sangat tinggi karena kesadaran mendonorkan rendah.
B. Antrean warga untuk mendapatkan kornea donor kian panjang.
C. Kornea donor yang diperoleh BMI lebih banyak dari permintaan.
D. Ada sekitar delapan puluh orang masuk daftar antrean permintaan.
E. Kornea donor yang diperoleh dari sejumlah negara tidak memadai.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: E
Analisis: Teks menyatakan secara langsung bahwa “sumbangan kornea donor dari sejumlah negara belum mampu memenuhi permintaan yang ada”. Itu adalah sebab utama permintaan tidak terpenuhi. Pilihan B dan D hanya menggambarkan akibat (antrean panjang, jumlah antrean), bukan penyebab. Pilihan C bertentangan dengan isi paragraf. Pilihan A memang sejalan dengan kalimat pertama, tetapi pertanyaan menuntut alasan yang paling tegas dinyatakan sebagai penyebab ketidak-terpenuhinya permintaan, yaitu pasokan tidak memadai (E). Ketepatan \( E \gt A \) karena E menyebut sebab yang dinyatakan eksplisit sebagai “belum mampu memenuhi”.
Soal 3. Paragraf berikut untuk menjawab soal nomor \( 3 \) s.d. \( 5 \). Bacalah dengan saksama!
| Paragraf |
|---|
| \( (1) \) Lanskap budaya subak di Bali telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia pada sidang komite warisan dunia ke-\( 36 \) organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan PBB/UNESCO di Saint Petersburg, Rusia, pada \( 2012 \). \( (2) \) Sistem subak menjadi sangat menarik karena terkait erat dengan ajaran Hindu yang tertuang dalam Tri Hita Karana atau tiga sumber kebajikan, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan manusia. \( (3) \) Harmonisasi hubungan yang diterapkan secara turun-temurun lewat subak sarat makna solidaritas sosial, gotong royong, dan toleransi. \( (4) \) Sistem subak ini tercatat dalam Prasasti Sukawana tahun \( 882 \)M yang menyebutkan kata “huma” dan “parlak” yang berarti tegalan. \( (5) \) Ini berarti masyarakat sudah mengenal cara menggarap sawah dan tegalan. |
Kalimat utama paragraf tersebut terdapat pada nomor ….
A. \( (1) \)
B. \( (2) \)
C. \( (3) \)
D. \( (4) \)
E. \( (5) \)
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Analisis: Kalimat \( (1) \) menyatakan gagasan paling umum yang menjadi payung isi paragraf: penetapan lanskap budaya subak sebagai situs warisan dunia. Kalimat \( (2) \)–\( (5) \) berperan sebagai penjelas: dasar ajaran Tri Hita Karana, nilai sosial yang menyertai, bukti historis prasasti, dan simpulan tentang kemampuan menggarap sawah/tegalan. Karena itu, \( (1) \) paling tepat sebagai kalimat utama. Ketepatan \( (1) \gt (4) \) karena \( (4) \) hanya bukti pendukung, bukan gagasan utama.
Soal 4. Kalimat fakta pada paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor ….
A. \( (1) \) dan \( (2) \)
B. \( (1) \) dan \( (3) \)
C. \( (1) \) dan \( (4) \)
D. \( (2) \) dan \( (3) \)
E. \( (2) \) dan \( (4) \)
Jawaban dan Analisis
Jawaban: C
Analisis: Kalimat fakta bersifat dapat diverifikasi, biasanya memuat data jelas (tahun, tempat, dokumen). Kalimat \( (1) \) memuat penetapan UNESCO, sidang ke-\( 36 \), lokasi, dan tahun \( 2012 \). Kalimat \( (4) \) memuat rujukan Prasasti Sukawana tahun \( 882 \)M dan istilah yang disebutkan. Kalimat \( (2) \)–\( (3) \) cenderung penjelasan/penilaian (“menjadi sangat menarik”, “sarat makna”), sedangkan \( (5) \) berupa simpulan interpretatif. Maka pasangan fakta paling kuat adalah \( (1) \) dan \( (4) \), yaitu C.
Soal 5. Makna istilah situs dalam paragraf tersebut adalah ….
A. daerah temuan benda-benda purbakala
B. tempat yang tersedia untuk mengukirkan sesuatu
C. tempat yang dapat atau tidak dapat dihubungi
D. program komputer yang menjalankan akses internet
E. daerah wisata yang dilindungi hukum
Jawaban dan Analisis
Jawaban: E
Analisis: Kata “situs” pada frasa “situs warisan dunia” merujuk pada suatu kawasan/area yang ditetapkan dan dilindungi sebagai warisan (dalam konteks UNESCO). Dari opsi yang tersedia, E paling mendekati makna “kawasan yang dilindungi”. Opsi A terlalu mengerucut pada temuan purbakala, padahal “warisan dunia” bisa berupa lanskap budaya. Opsi B, C, dan D tidak sesuai konteks. Maka \( E \gt A \).